Mahasiswa Dituntut Kepekaan Sosial, 50 Orang Ikuti Pelatihan Konten Kreator
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan generasi muda dari berbagai latar belakang.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mahasiswa Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) Medan menggelar talkshow kepemimpinan dan pelatihan konten kreator bertajuk Membangun Jiwa Pemimpin Muda yang Komunikatif, Kreatif, dan Berdaya Saing di Era Digital.
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan generasi muda dari berbagai latar belakang.
Talkshow ini merupakan kolaborasi mahasiswa Manajemen Dakwah UIN Sumut dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai agenda akademik, tetapi juga sebagai ruang penguatan kapasitas kepemimpinan generasi Z di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.
Ketua Panitia, Faisal Amin Harahap, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Komunikasi Pemasaran. Namun, pelaksanaannya dikemas agar memberi dampak sosial nyata bagi peserta.
“Ini bukan sekadar tugas kuliah, tetapi upaya membangun karakter kepemimpinan dan kemampuan komunikasi generasi muda agar siap menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.
Baca juga: Ketika Meme, Konten, dan Kritik Mulai Masuk Wilayah Hukum
Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Pemasaran, Sarmoko Saridi, menekankan bahwa kepemimpinan di era digital tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Mahasiswa juga dituntut memiliki kepekaan sosial, komunikasi yang empatik, kreativitas, serta integritas.
Menurutnya, generasi muda memiliki peluang besar untuk berperan sebagai influencer yang autentik dan membawa dampak positif di tengah masyarakat.
“Setiap mahasiswa punya keunikan. Di tengah dunia digital dan kecerdasan buatan, keaslian dan nilai kebaikan justru menjadi kekuatan. Generasi muda harus berani menjadi influencer kebaikan,” kata Sarmoko.
Materi inti pelatihan konten kreator disampaikan oleh Dani Pramana Damanik. Ia menyoroti pentingnya etika komunikasi digital, tantangan kepemimpinan generasi muda, serta peran strategis content creator dalam membentuk opini publik.
Menurut Dani, kepemimpinan di era digital tidak selalu diukur dari jabatan, melainkan dari pengaruh yang mampu diberikan kepada orang lain.
“Sebelum membagikan informasi, sharing terlebih dahulu. Hormati privasi, hak cipta, dan bangun jejak digital yang positif,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias peserta. Diharapkan, nilai kepemimpinan, komunikasi, dan kreativitas yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan kampus mau pun di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua BKPRMI, Hamzah Harid Siregar, menegaskan, pentingnya peran pemuda, khususnya pemuda masjid, sebagai agen perubahan di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia berharap, teknologi dimanfaatkan sebagai sarana dakwah yang edukatif, mempersatukan, dan memberdayakan umat dengan tetap menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab sosial.
“Remaja dan pemuda harus menjadi penyebar kedamaian,” ujarnya.
Talkshow ini menjadi salah satu kontribusi mahasiswa Manajemen Dakwah UIN Sumut Medan dalam mendukung lahirnya generasi muda yang cerdas, beretika, dan berdaya saing di era digital.
| Universitas MTU bersama BBPVP Medan Lakukan Pelatihan Konten Kreator Visual |
|
|---|
| DEMO di Nepal 19 Orang Tewas, Gen Z Protes Muak Anak Pejabat Flexing, Padahal Marak Pejabat Korup |
|
|---|
| Digitalisasi Wirausaha Gen Z oleh Dosen Univ. Mikroskil Optimalisasi Peran TikTok dan Tokopedia |
|
|---|
| Pemko Siantar Optimalkan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Untuk Keterampilan Kerja Milenial dan Gen Z |
|
|---|
| Profil dan Biodata Matthew Kenevan Asmara Gen Z Banyak Dicari Penonton, Siapakah Dia? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Puluhan-mahasiswa-dan-generasi-muda-mengikuti-talkshow-kepemimpinan.jpg)