QRIS Jelajah Budaya, Padukan Digitalisasi dan Warisan Budaya
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari yakni 6–10 Oktober 2025, dengan rute lintas daerah yang mengangkat semangat pelestarian budaya
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bank Indonesia (BI) kembali menghadirkan inovasi yang memadukan kemajuan teknologi dan kekayaan budaya lokal melalui gelaran QRIS Jelajah Budaya Indonesia (QJI) Tingkat Wilayah Sumatera 2025.
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari yakni 6–10 Oktober 2025, dengan rute lintas daerah yang mengangkat semangat pelestarian budaya sekaligus edukasi keuangan digital.
Perjalanan QJI 2025 dimulai dari Tanah Karo, di mana para peserta menjalankan misi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP) lewat kegiatan penukaran uang tidak layak edar kepada 130 warga.
Selain itu, mereka turut menampilkan tarian tradisional khas Danau Toba sebagai simbol harmoni antara budaya dan inovasi digital, melalui sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Perjalanan berlanjut ke Pulau Samosir, tempat peserta mengedukasi masyarakat mengenai keamanan transaksi digital, hak dan kewajiban konsumen, serta penggunaan QRIS di sektor usaha mikro.
Baca juga: CRF Fun Adventure 2025: Jelajah Jalur Menantang, Rayakan Semangat Kebersamaan Rider Honda
Tak hanya itu, rombongan juga menelusuri situs sejarah Huta Siallagan dan Batu Persidangan, mengenali nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian penting identitas Sumatera Utara.
Sebagai penutup, Kota Batam menjadi lokasi pengenalan QRIS Cross Border dan QRIS TAP kepada masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara.
Melalui misi ini, BI ingin menunjukkan bahwa QRIS kini menjadi ‘bahasa universal’ dalam perdagangan internasional, menjembatani transaksi antara pelaku usaha lokal dan turis global.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy B Hutabarat, mengatakan bahwa QJI 2025 merupakan contoh nyata kolaborasi antara inovasi digital dan pelestarian nilai-nilai budaya.
“Melalui QRIS Jelajah Budaya, kami ingin menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak harus menjauhkan kita dari akar budaya. Justru, digitalisasi bisa menjadi sarana untuk memperkuat identitas bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, BI terus berupaya membangun ekosistem keuangan inklusif dan berkelanjutan melalui penerapan QRIS, agar masyarakat di berbagai lapisan dapat menikmati kemudahan transaksi digital tanpa kehilangan nilai kearifan lokal.
Lebih dari sekadar promosi sistem pembayaran, QJI 2025 memperlihatkan bagaimana digitalisasi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya.
Melalui misi lintas daerah ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadikan QRIS sebagai simbol harmoni satu kode untuk semua platform, satu langkah menuju Indonesia yang berbudaya dan modern.
| KPw BI dan Pemko Siantar Rencanakan Perluasan Sistem Pembayaran Retribusi Lewat QRIS |
|
|---|
| Marpesta QRIS HUT RI ke-80, Total 19 Ribu Sampah Botol Plastik Dikumpulkan untuk Daur Ulang |
|
|---|
| Bank Indonesia dan Pemko Siantar Gelar Marpesta QRIS, Ada UMKM, Konser sampai Lari 5K |
|
|---|
| Akhirnya Dipecat, Bharatu Cecep Ridwan, Polisi Beli Helm Pakai QRIS Palsu |
|
|---|
| Dijamin Aman, Transaksi selama Lebaran Makin Praktis dan Cepat dengan QRIS dari BRImo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jelajah-Budaya.jpg)