Limbah Daun Nanas Bisa Jadi Produk Kesehatan, Jadi Solusi Inovatif

ia menegaskan daun nanas mampu menghasilkan NKS yang berfungsi sebagai sistem penghantaran kurkumin

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
DOK USU
HASIL PENELITIAN- Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Sumaiyah, S.Si., M.Si., Apt. menyampaikan pidato ilmiah pada pengukuhan dirinya di Fakultas Farmasi USU, Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Limbah daun nanas yang selama ini dianggap tak bernilai ternyata dapat diolah menjadi produk kesehatan berharga tinggi.

Hal itu disampaikan Guru Besar Tetap Universitas Sumatra Utara (USU) Prof Dr Sumaiyah, SSi, MSi, Apt, dalam pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Farmasi Fisik Fakultas Farmasi USU.

Dalam pidato ilmiahnya berjudul ‘Potensi Selulosa Nanokristal dari Limbah Daun Nanas sebagai Pembawa dalam Sistem Penghantaran Obat’, Prof Sumaiyah menjelaskan bahwa limbah daun nanas dapat diolah menjadi nanokristal selulosa (NKS).

Temuan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah lingkungan, tetapi juga memberikan solusi inovatif untuk mengatasi masalah resistensi antimikroba.

Baca juga: RSUD Kisaran Dipenuhi Pemohon Surat Kesehatan P3K Paruh Waktu

 “Dari penelitian yang dilakukan, hal itu tidak hanya membantu mengurangi limbah lingkungan, tetapi juga menawarkan solusi inovatif dan alami untuk mengatasi masalah resistensi antimikroba,” ujarnya.

Prof Sumaiyah menerangkan, NKS dapat dimanfaatkan sebagai pembawa kurkumin, senyawa alami yang dikenal berkhasiat sebagai antimikroba.

Kombinasi NKS dengan kurkumin menghasilkan film biokomposit yang dapat diaplikasikan sebagai pembalut luka. Film ini memiliki kemampuan melepaskan kurkumin secara terkontrol sehingga efektif melawan bakteri penyebab infeksi kulit, di antaranya Bacillus subtilis, Streptococcus sp, dan Escherichia coli.

Lebih lanjut, ia menegaskan daun nanas mampu menghasilkan NKS yang berfungsi sebagai sistem penghantaran kurkumin dalam pembuatan film biokomposit.

Mekanisme pelepasan kurkumin dalam film tersebut mengikuti reaksi orde nol, suatu karakteristik yang sangat menguntungkan untuk penggunaan topikal.

Uji aktivitas antibakteri menunjukkan film Kurkumin-NKS-PVA mampu menghambat pertumbuhan B. subtilis, Streptococcus sp, dan E. coli. Selain itu, film dengan kandungan kurkumin juga terbukti memberikan efek terapi luka yang menjanjikan.

Menurutnya, langkah selanjutnya adalah melakukan optimalisasi formula film untuk meningkatkan kejelasan dan keterukuran mekanisme pelepasan kurkumin.

“Dengan demikian, pemanfaatan film biokomposit ini sebagai formulasi topikal di sektor kesehatan kulit dapat semakin berkembang,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved