Kunjungan Tribun ke Tiongkok
Hubungan Indonesia-Tiongkok Disebut Terbaik Sepanjang Sejarah, Medan Masuk dalam Potensi Kerja Sama
Pemerintah Tiongkok menilai hubungan dengan Indonesia saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah.
Penulis: Muhammad Tazli | Editor: Randy P.F Hutagaol
Kerja sama tersebut akan difokuskan pada pengembangan kendaraan energi baru, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), ekonomi digital, hingga hilirisasi sumber daya alam.
Dalam kesempatan itu, Xiang juga mengumumkan bahwa pemerintah Tiongkok telah menerapkan kebijakan bebas visa transit selama 240 jam atau 10 hari bagi warga negara Indonesia.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan jumlah wisatawan, pelaku usaha, maupun masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Tiongkok.
"Pintu Tiongkok akan semakin terbuka. Kami menyambut lebih banyak sahabat dari Indonesia untuk datang, melihat langsung, dan merasakan perkembangan Tiongkok," ujarnya.
Ia juga menilai keterbukaan Tiongkok terhadap kunjungan jurnalis, akademisi, dan tokoh agama dari berbagai negara kini jauh lebih besar dibandingkan satu dekade lalu.
Dalam dialog bersama rombongan media, Xiang mengajak para jurnalis Indonesia untuk tidak hanya mengunjungi Beijing, tetapi juga kota-kota lain seperti Hangzhou dan Shenzhen yang dikenal sebagai pusat inovasi dan teknologi.
"Tiongkok adalah negara yang sangat besar, seperti sebuah buku yang tidak akan selesai kita baca. Untuk memahaminya, kita harus melihatnya secara langsung," katanya.
Ia berharap media Indonesia dapat menjadi jembatan informasi dengan menyampaikan perkembangan Tiongkok secara berimbang berdasarkan pengalaman lapangan.
Pada sesi diskusi, Xiang juga menanggapi pertanyaan mengenai isu Muslim di Xinjiang.
Ia mengatakan pemerintah Tiongkok telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan organisasi Islam di Indonesia, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, serta secara berkala mengundang tokoh agama untuk berkunjung ke Xinjiang.
Menurut Xiang, sejumlah tamu dari Indonesia yang telah berkunjung ke wilayah tersebut menyampaikan kesan positif setelah melihat kondisi secara langsung.
Ia berpendapat bahwa sebagian pemberitaan mengenai Xinjiang di media Barat tidak mencerminkan kondisi yang ia gambarkan di lapangan.
Menutup paparannya, Xiang menilai Asia masih menjadi kawasan yang memiliki stabilitas dan peluang kerja sama yang besar di tengah dinamika global.
Ia juga memperkenalkan sejumlah gagasan yang diusulkan Tiongkok di tingkat internasional, yakni Global Development Initiative (GDI), Global Security Initiative (GSI), Global Civilization Initiative (GCI), dan Global Governance Initiative (GGI) sebagai kontribusi terhadap tata kelola global.
"Kami siap bekerja sama dengan Indonesia untuk meningkatkan solidaritas, memperdalam kerja sama, dan memperkuat peran kedua negara di tingkat regional maupun global," ujarnya.
Pertemuan diakhiri dengan harapan agar hubungan Tiongkok dan Indonesia, termasuk kerja sama dengan daerah-daerah seperti Medan, terus berkembang.
| Jejak 800 Tahun Sejarah Islam di Beijing, Alquran Kuno dan Ukiran Kaligrafi Terjaga di Masjid Dongsi |
|
|---|
| Gandeng IShowSpeed dan Stephen Curry, Cara Jitu WCICO Promosikan Chongqing lewat Media Digital |
|
|---|
| Indonesia Punya Kopi dan Minyak Sawit, Chongqing Unggulkan Otomotif hingga Pendidikan |
|
|---|
| Intip Pabrik Robot Buatan Chongqing Gantikan Manusia di Area Berbahaya, Pekerjanya Anak-anak Muda |
|
|---|
| Meninjau Pabrik Pengolah Sampah di Chongqing, Tak Ada Bau Menyengat, Bersih dan Wangi bak Hotel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-Divisi-Urusan-Asia-Tenggara-Kementerian-Luar-Negeri-Tiongkok.jpg)