Kunjungan Tribun ke Tiongkok
Indonesia Punya Kopi dan Minyak Sawit, Chongqing Unggulkan Otomotif hingga Pendidikan
Pemerintah Kota Chongqing, Tiongkok, membuka peluang lebih luas untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia di berbagai sektor.
Penulis: Muhammad Tazli | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, CHONGQING – Pemerintah Kota Chongqing, Tiongkok, membuka peluang lebih luas untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, otomotif, pendidikan, hingga pariwisata.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan antara rombongan media dari wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan dengan Inspektur Tingkat I Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Kota Chongqing, Zhang Yaqian, di Chongqing, Selasa (23/6/2026).
Pertemuan berlangsung hangat dan diisi diskusi mengenai perkembangan ekonomi Chongqing, hubungan bilateral dengan Indonesia, serta peluang kerja sama yang dapat terus dikembangkan di masa depan.
Dalam sambutannya, Zhang Yaqian menjelaskan bahwa Chongqing merupakan satu-satunya kotamadya yang berada langsung di bawah pemerintah pusat di kawasan barat dan tengah Tiongkok. Kota tersebut juga menjadi salah satu pusat industri manufaktur dan gerbang keterbukaan ekonomi di wilayah pedalaman Tiongkok.
"Chongqing memiliki sistem industri yang lengkap, mencakup 39 dari 41 kategori industri menurut klasifikasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kami memiliki keunggulan pada sektor manufaktur otomotif, informasi elektronik, hingga peralatan manufaktur," ujar Zhang.
Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir industri kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) berkembang sangat pesat. Sejumlah perusahaan besar seperti Changan Automobile dan Seres terus meningkatkan investasi di bidang riset, pengembangan, dan ekspansi pasar kendaraan energi baru.
Menurut Zhang, hubungan ekonomi antara Chongqing dan Indonesia memiliki prospek yang sangat besar.
Ia menyebut Chongqing memiliki kekuatan pada sektor manufaktur dan teknologi, sementara Indonesia kaya akan sumber daya alam dan hasil pertanian tropis.
Produk seperti kopi dan minyak sawit Indonesia, kata dia, memiliki permintaan yang tinggi di pasar Chongqing.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan asal Chongqing, seperti Changan Automobile dan Chery, telah memasuki pasar Indonesia sehingga menjadi fondasi penting bagi penguatan kerja sama industri otomotif kedua negara.
Selain sektor ekonomi, Chongqing juga terus memperluas kerja sama pendidikan dengan Indonesia.
Salah satunya melalui rencana kerja sama antara Universitas Yangtze Normal Chongqing dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) untuk membangun Institut Konfusius.
Tak hanya itu, sejumlah institusi pendidikan di Chongqing juga telah menjalin program pertukaran pendidikan dengan sekolah di Batam.
Di tingkat pemerintah daerah, Chongqing dan Provinsi Jawa Barat juga telah menjalin hubungan kota/provinsi persahabatan yang selama ini aktif melakukan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan kebudayaan.
Dalam sesi diskusi, para jurnalis Indonesia turut menanyakan berbagai isu, mulai dari tata kelola pemerintahan daerah, kebijakan ketenagakerjaan, pengelolaan pertanahan, hingga perlindungan lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pertemuan-antara-rombongan-media-dari-Indonesia-dengan-Inspektur-Tingkat-I.jpg)