Berita Internasional

Suami Lakukan Tes DNA karena Wajahnya Tak Mirip Bayinya, Perselingkuhan Istri Akhirnya Terungkap

Seorang pria mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya sehari setelah menerima hasil tes DNA bayinya.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
TES DNA: Iustrasi tes DNA. Suami ceraikan istrinya setelah perselingkuhan istri terungkap melalui tes DNA. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya sehari setelah menerima hasil tes DNA bayinya.

Hasil tes DNA tersebut menyatakan bahwa bayi yang baru dilahirkan istrinya bukan anak kandungnya.

Keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya muncul kecurigaan yang dipicu oleh ucapan seorang rekan kerja saat menjenguk sang istri di rumah.

Dikutip dari Eva.vn, Jumat (3/4/2026), menurut penuturan pria tersebut, ia dan istrinya telah menikah selama lima tahun sebelum akhirnya dikaruniai seorang anak. Selama kurun waktu itu, pasangan ini mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan.

Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengobatan medis hingga program bayi tabung (IVF), namun berulang kali mengalami kegagalan.

Kondisi tersebut memberikan tekanan emosional yang tidak ringan bagi keduanya. Sang istri bahkan disebut pernah menangis hingga suaranya serak setelah mendapati hasil tes kehamilan yang negatif.

Di sisi lain, sang suami mengaku sering menahan perasaan dan berusaha tetap tegar demi mendampingi istrinya melalui masa sulit tersebut.

Dokter yang menangani pasangan ini sebelumnya menyatakan bahwa peluang sang istri untuk hamil secara alami tergolong sangat kecil. Meski demikian, keduanya memutuskan untuk terus berusaha.

Bahkan, sang suami sempat mengusulkan untuk mengadopsi anak, namun ditolak oleh istrinya yang masih ingin mencoba sekali lagi untuk memiliki anak biologis.

Upaya terakhir tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sang istri dinyatakan hamil, yang disambut dengan kebahagiaan oleh pasangan ini.

Selama masa kehamilan, suami mengambil peran lebih besar dalam mengurus rumah tangga, mengingat kondisi fisik istrinya yang lemah serta memiliki riwayat keguguran. Ia juga mengurangi aktivitas di luar rumah demi memastikan kondisi istrinya tetap terjaga.

Setelah melalui masa kehamilan sekitar sembilan bulan, sang istri melahirkan seorang bayi perempuan. Kelahiran tersebut sempat menjadi momen penuh kebahagiaan bagi pria itu, yang mengaku merasakan ikatan emosional kuat saat pertama kali melihat bayi tersebut.

Namun, situasi berubah ketika sejumlah rekan kerja datang untuk menjenguk. Dalam suasana santai, salah seorang rekan kerja secara spontan mengomentari bahwa bayi tersebut tidak memiliki kemiripan dengan kedua orang tuanya.

Meski komentar itu disambut dengan tawa oleh orang-orang yang hadir, pernyataan tersebut menimbulkan kecurigaan di benak sang suami.

Sejak saat itu, pria tersebut mulai memperhatikan fisik bayi secara lebih detail. Ia merasa bayi tersebut tidak menunjukkan kemiripan baik dengan dirinya maupun dengan istrinya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved