Berita Internasional

Pengantin Wanita Tak Hadir di Acara Pernikahannya, Akui Bimbang Pilih Antara Dua Pria

wanita tersebut menyampaikan bahwa dirinya memang dijadwalkan untuk melangsungkan pernikahan pada hari itu.

Majalah Time
PERNIKAHAN: Ilustrasi pernikahan. Wanita tak hadir di acara pernikahan yang telah lama direncanakan bersama tunangannya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kegembiraan yang seharusnya menyelimuti hari bahagia sepasang calon pengantin berubah menjadi kekecewaan mendalam setelah sebuah pernikahan batal dilaksanakan pada saat-saat terakhir.

Peristiwa tersebut mencuat ke publik setelah seorang wanita mengakui dirinya tidak hadir dalam pernikahan yang telah lama direncanakan bersama tunangannya.

Dikutip dari MStar.com, Jumat (3/4/2026), dalam pengakuannya, wanita tersebut menyampaikan bahwa dirinya memang dijadwalkan untuk melangsungkan pernikahan pada hari itu.

Namun, secara tiba-tiba ia mengambil keputusan untuk tidak datang ke acara yang seharusnya menjadi momen sakral dalam hidupnya.

“Saya seharusnya bersama calon suami pada hari itu, tapi saya tidak datang ke acara tersebut,” ungkapnya. Ia tidak menjelaskan secara rinci kapan dan di mana acara tersebut seharusnya berlangsung.

Melalui unggahan di media sosial X, wanita tersebut mencoba memberikan penjelasan atas tindakannya.

Ia menegaskan bahwa keputusannya bukanlah bentuk ketidakpedulian atau niat untuk menyakiti pihak lain, melainkan karena dirinya berada dalam kondisi emosional yang tidak menentu.

Menurut pengakuannya, ia mengalami kebimbangan yang cukup serius menjelang hari pernikahan. Perasaan ragu tersebut membuatnya merasa tidak pantas untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan dengan tunangannya.

“Saya malu dengan sikap saya. Saya berada dalam kondisi bingung, di mana saya harus memilih antara dia atau pria kedua. Keduanya mengajak saya menikah,” jelasnya.

Wanita itu juga secara terbuka mengungkapkan adanya sosok pria lain dalam kehidupannya. Kehadiran orang ketiga tersebut menjadi salah satu faktor utama yang memicu keraguan dalam mengambil keputusan besar terkait pernikahan.

Ia menyadari bahwa pengakuannya tersebut berpotensi menimbulkan reaksi negatif dari publik. Namun demikian, ia tetap menyampaikan bahwa perasaan pribadinya juga memiliki peran penting dalam keputusan yang diambil.

“Saya tahu orang akan membenci saya atas perbuatan ini, tapi hati dan perasaan saya juga penting,” ujarnya.

Di sisi lain, wanita tersebut mengaku sangat menyesal atas dampak yang ditimbulkan dari keputusannya. Ia menyebut bahwa tunangannya telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mempersiapkan pernikahan tersebut.

“Saya merasa sangat bersalah. Dia sudah menghabiskan RM20.000 (mata uang Malaysia, red) untuk majlis itu. Akhirnya hanya jadi acara doa selamat saja… saya minta maaf,” tuturnya.

Pengakuan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian besar komentar yang muncul menunjukkan kemarahan dan kekecewaan terhadap tindakan wanita tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved