Berita Intenasional

Wanita Dianiaya Kekasihnya karena Berdandan, Korban Alami Luka Serius hingga mendapat 14 Jahitan

Seorang wanita jadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri.

SANOOK
KORBAN KEKERASAN - Wanita jadi korban penganiayaan kekasihnya hingga menyebabkan korban mengalami luka serius. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita jadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri.

Peristiwa tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius hingga harus menjalani penjahitan sebanyak 14 jahitan di beberapa bagian tubuh.

Dikutip dari Sanook.com, Rabu (25/2/2026), korban dipukuli dan ditendang selama berjam-jam oleh sang kekasih hingga mengalami pembengkakan dan memar parah di wajah serta tubuhnya. 

Luka-luka tersebut mengharuskan korban mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit.

Yang memicu kemarahan publik adalah penyebab terjadinya kekerasan tersebut. Korban diketahui dipukuli secara brutal hanya karena ia tidak sengaja memakai lipstik saat pergi makan di luar bersama rekan kerja perempuannya. 

Fakta ini membuat banyak pihak mempertanyakan tindakan pelaku yang dinilai sangat tidak masuk akal dan kejam terhadap orang yang memiliki hubungan asmara dengannya.

Keluarga korban mengungkapkan kronologi kejadian yang dialami perempuan tersebut. Mereka menjelaskan bahwa pada 1 Juni 2024, pacar korban melihat dirinya memakai lipstik saat pergi bersama teman satu perusahaan. 

Karena tidak menyukai korban berdandan, pelaku kemudian mengancam akan datang ke rumah untuk membicarakan hal tersebut. Namun, sesampainya di rumah, pelaku justru menyeret korban ke dalam kamar dan melakukan penganiayaan hingga sekitar pukul satu dini hari, sebelum akhirnya membiarkannya pergi.

Pada keesokan harinya, pelaku membungkus tubuh korban dengan selimut dan membawanya ke rumah sakit. Ia kemudian menipu perawat dengan mengatakan bahwa korban mengalami kecelakaan lalu lintas. 

Namun, setelah melihat kondisi luka yang dialami korban, pihak perawat mencurigai adanya kekerasan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Kerabat korban menyebutkan bahwa kondisi perempuan tersebut sangat memprihatinkan. Wajahnya penuh memar, kepala korban harus dijahit empat jahitan, kaki dijahit sebelas jahitan, serta mengalami patah tulang pinggul, patah lengan, patah hidung, dan memar berwarna ungu di hampir seluruh tubuhnya.

Setelah kejadian tersebut, pesan percakapan antara korban dan pelaku turut diungkap ke publik. Isi percakapan tersebut semakin memicu kemarahan masyarakat karena memperlihatkan kata-kata kasar dan bernada mengancam yang digunakan pelaku, baik sebelum maupun setelah melakukan penganiayaan

Banyak warganet mengaku merasa takut dan memilih untuk tetap melajang daripada harus menjalani hubungan dengan pasangan yang bersikap brutal seperti pelaku.

Dalam percakapan tersebut, terlihat bahwa pelaku memerintahkan korban untuk segera datang dan memberikan penjelasan setelah mengetahui korban memakai lipstik saat pergi makan bersama rekan kerja. 

Korban kemudian meminta maaf, mengakui kesalahan, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun, meskipun telah mengikuti permintaan tersebut, kekerasan tetap terjadi dan membahayakan nyawa korban.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved