Berita Internasional
Wanita Baru Melahirkan Syok, Ibu Mertua Minta Bayinya Diberi Ke Ipar yang Tak Punya Anak
Isu mengenai keturunan kembali menjadi sorotan setelah sebuah unggahan di laman Threads memicu perdebatan luas di kalangan warganet.
Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com - Isu mengenai keturunan kembali menjadi sorotan setelah sebuah unggahan di laman Threads memicu perdebatan luas di kalangan warganet.
Unggahan tersebut berisi keluhan seorang individu yang menceritakan pengalaman tidak mengenakkan yang menimpa kakaknya, yakni ketika keluarga mertua diduga mencoba meminta bayi yang baru dilahirkan untuk diberikan kepada ipar yang tidak memiliki anak.
Dikutip dari Mstar.com Selasa (9/12/2025), dalam unggahannya, individu tersebut menyampaikan rasa kesal dan kecewa terhadap tindakan keluarga mertua kakaknya yang dinilai tidak peka serta tidak menghormati perasaan seorang ibu yang baru saja melalui proses persalinan.
Menurutnya, urusan terkait anak dan keturunan bukanlah perkara yang bisa dibicarakan dengan ringan, apalagi dijadikan bahan permintaan tanpa pertimbangan yang matang.
“Aku ini kalau soal anak memang sangat sensitif, bahkan kalau itu bukan anakku sendiri sekalipun. Adik ipar, kakak ipar, dan ibu mertua kakakku diam-diam menanyakan soal keponakanku yang baru lahir itu… untuk diberikan kepada kakak ipar agar dia yang mengasuhnya,” tulisnya.
Ia menjelaskan bahwa permintaan itu disampaikan saat suami dari kakaknya sedang tidak berada di rumah.
Kondisi tersebut dianggap menjadi alasan mengapa pihak keluarga mertua berani mengemukakan permintaan yang menurutnya tidak layak diucapkan kepada seorang ibu yang baru saja melalui proses kehamilan dan persalinan.
Yang membuat situasi semakin mengejutkan adalah alasan yang disampaikan pihak keluarga mertua.
Mereka disebut menginginkan bayi tersebut untuk dirawat oleh kakak ipar karena wanita itu tidak memiliki anak. Meski begitu, kakaknya dengan tegas menolak permintaan tersebut.
Dalam unggahan yang sama, ia meminta masyarakat untuk tidak menormalisasi tindakan semacam ini. Ia menegaskan bahwa bayi bukanlah objek yang bisa diberikan kepada siapa pun hanya karena alasan kedekatan keluarga atau kondisi tertentu.
“Tolong jangan menormalisasi hal seperti ini,” tulisnya.
Cerita tersebut dengan cepat menarik perhatian banyak pengguna media sosial. Unggahan itu memicu pembahasan mengenai batasan etika dalam keluarga, terutama terkait hak seorang ibu terhadap anak yang baru dilahirkannya.
Banyak warganet menyampaikan pandangan senada bahwa proses kehamilan dan persalinan bukanlah sesuatu yang ringan, sehingga permintaan seperti itu dianggap sangat tidak sensitif.
“Mengandung itu capek, sakit, mual, membawa perut selama sembilan bulan, menahan sakit saat melahirkan. Darah pun belum kering… kok enak sekali hanya modal omongan minta anak orang,” tulis seorang pengguna menanggapi kisah tersebut.
Ada pula warganet yang menyampaikan keheranan bahwa praktik semacam ini ternyata masih terjadi pada masa sekarang.
| Wanita 22 Tahun Ditemukan Tewas di Hutan, Diduga Dibunuh Tunangannya karena Ketahuan Selingkuh |
|
|---|
| Seorang Ayah Rayakan Perceraian Putrinya dengan Musik dan Tarian, Undang Keluarga Berpesta |
|
|---|
| Ayah Racuni dan Tenggelamkan Kedua Putrinya di Sumur, Kesal karena Istri Tak Lahirkan Anak Laki-laki |
|
|---|
| Dibongkar Mantan Intelijen AS, Presiden Donald Trump Ingin Curi 400 Kg Uranium Iran |
|
|---|
| Akhirnya Iran Melunak, Setuju Buka Kembali Selat Hormuz, Bisa Dilintasi 2 Minggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-Hamil-Kena-PHK.jpg)