Berita Internasional

Awalnya Bahagia Menikah dengan Istri Kaya Raya, Pria Ini Berakhir Tertekan karena Aturan Mertua

Pernikahan yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan justru berubah menjadi tekanan bagi seorang pria di Tiongkok.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
KEHIDUPAN PERNIKAHAN: Ilustrasi pria tertekan. Pria ini merasa tertekan karena mertua selalu ikut campur dengan kehidupan pernikahannya, Kamis (18/9/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria mengaku menikahi istri kaya awalnya terasa bahagia dan beruntung, tapi kemudian hidupnya serasa dikurung.

Mertua terlalu ikut campur, dari rumah, mobil, hingga kehidupan pribadi membuatnya tertekan.

Pernikahan yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan justru berubah menjadi tekanan bagi seorang pria di Tiongkok.

Baca juga: Kepergok Selingkuh, Buku Harian yang Diberi Sang Mertua Bikin Menantu Sangat Menyesal

Melalui sebuah unggahan di grup Facebook khusus curhat keluarga, ia membagikan kisah getir kehidupannya setelah menikahi seorang wanita kaya.

lih-alih hidup nyaman dengan fasilitas berlimpah, pria ini justru merasa dirinya bak “anjing dalam kandang” akibat campur tangan berlebihan dari sang ibu mertua.

Dikutip dari Sanook.com Kamis (18/9/2025), pria tersebut mengaku berasal dari keluarga sederhana.

Baca juga: Istri Bongkar Suami Selingkuh dan Punya Anak dengan Sahabatnya, Ibu Mertua Malah Bela Wanita Lain

Sejak kecil, ia sudah yatim piatu setelah orangtuanya meninggal dunia. Perasaan cintanya kepada istrinya lahir murni karena kelembutan hati dan sifat baik sang wanita.

Namun, setelah menjalin hubungan lebih dalam, barulah ia sadar bahwa keluarga istrinya adalah keluarga kaya raya dengan kehidupan yang serba berlimpah.

Baca juga: Terkuak Fakta Keji Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Oknum TNI AD Serka N: masih Bergerak saat Dibuang

Sejak awal pernikahan, keluarga istri sudah menyiapkan rumah untuk mereka tempati.

Bahkan mobil yang digunakan pun bukan pilihannya, melainkan pilihan ibu mertua.

Bukan hanya itu, segala urusan rumah tangga, sekecil apa pun, selalu berada di bawah kendali mertua.

“Bahkan warna gorden pun ditentukan oleh ibu mertua,” tulis pria itu.

Awalnya ia berharap dapat menikmati momen manis pernikahan, namun harapannya segera pupus. Sang mertua menuntut agar pasangan ini segera memiliki anak, menggunakan cara-cara memaksa hingga menawarkan iming-iming uang.

Baca juga: Suami Selingkuh karena Tak Terima dengan Masa Lalu Istri, Rumah Tangga Hancur dan Akhirnya Cerai

Tidak berhenti di situ, setiap rencana liburan—baik di dalam negeri maupun luar negeri—juga harus mendapat persetujuan mertua, tanpa peduli kenyamanan pasangan pengantin baru tersebut.

“Setahun setelah menikah, hidup saya seperti anjing yang terkurung dalam kandang. Saya tidak punya suara, tidak punya ruang hidup sendiri. Bahkan istri saya tidak berani menentang ibunya,” ungkap pria itu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved