Breaking News
Kamis, 2 Juli 2026

Deli Serdang Terkini

Sungai Percut Deli Serdang Tercemar Buih Putih, Jaksa dan DLH Mulai Turun Tangan

Sungai di Desa Percut Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang dilaporkan diduga telah tercemar.

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
BERBUIH - Penampakan sungai di Desa Percut Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang yang diduga tercemar karena disebabkan adanya pembuangan limbah perusahaan, Selasa (30/6/2026). Tidak seperti biasa, sungai ditemukan dalam kondisi berbuih putih seperti salju dan bertumpuk-tumpuk serta mengalir di sepanjang sungai. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Sungai di Desa Percut Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang dilaporkan diduga telah tercemar karena disebabkan adanya pembuangan limbah perusahaan.

Tidak seperti biasa, sungai ditemukan dalam kondisi berbuih putih seperti salju dan bertumpuk-tumpuk serta mengalir di sepanjang sungai. Warga meminta agar instansi terkait dapat mengungkap kasus ini dan menindak siapa pelaku pencemaran. 

Informasi yang dihimpun peristiwa sungai yang berbuih putih dan bertumpuk-tumpuk seperti salju ini terjadi, Selasa (30/6/2026). Ikan-ikan yang ada di sungai juga dilaporkan ada yang menjadi mabuk. Untuk diketahui Desa Percut selama ini dikenal sebagai kawasan wisata kuliner laut dimana ada lokasi khusus bernama Bagan Percut yang menjadi tempat wisatawan menyantap makanan-makanan laut. 

Udin warga sekitar mengatakan sungai yang tercemar di desa mereka ini merupakan aliran dari bendungan Bandar Sidoras. Disebut sungai yang berbuih ini bukan baru pertama kali saja terjadi. Dua bulan sebelumnya juga sempat terlihat sama. 

"Sekitar 2 bulan lalu pun pernah kejadian gini juga tapi yang terakhir ini yang buihnya besar-besar. Ada juga tingginya sampai semeter pas pagi-pagi itu. Sampan nelayan itu sampai nggak nampak karena tingginya," ujar Udin. 

Udin dan warga lainnya menduga kalau sungai mereka tercemar karena ada perusahaan yang membuang limbah. Untuk itu dimintanya agar instansi terkait cepat melakukan tindaklanjut. Jangan sampai kejadian serupa nanti terulang kembali. 

"Pagi iam 06.00 itu kami taunya. Ikan ada yang kayak mati atau mabuk gitu di sungai. Buihnya itu kalau diperhatikan macam sabun cucian gitu. Tapi herannya dulu-dulunya nggak pernah seperti ini baru sekarang-sekarang aja," sebut Udin. 

Kades Percut, Asyari Syah menyebut saat ini masyarakatnya resah dengan kejadian ini. Ia sendiri menyebut sempat melihat langsung kejadian itu karena rumahnya juga dekat dengan sungai. Disebut Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kejaksaan Negeri Deli Serdang sudah memberikan perhatian atas kasus ini. 

"Kami masyarakatresah dengan adanya buih kayak gitu karena gak pernah terjadi dulunya. Ini sekarang sudah 2 kali juga lah karena Dua bulan lalu pun pernah juga. Kita kadernya beracun atau tidak kan sekarang nggak tau. Ikan memang mabuk makanya kami minta Instansi terkait cepat tindaklanjuti. Orang Kejaksaan sudah tanya juga sama saya tentang masalah ini termasuk pegawai DLH Provinsi sudah ambil sampel juga," sebut Asyari Syah. 

Asyari bilang warga baru tau ada buih buih besar sekitar pukul 06.00. Ia bersama warga lainnya memperkirakan sebelum hari terang buih putih di sungai itu sudah ada lebih dahulu. Diakui untuk di daerahnya hanya ada satu perusahaan yang berdiri dan bergerak di bidang limbah B3. 

Terpisah Kadis Lingkungan Hidup Deli Serdang, Rio Laka Dewa menyebut pihaknya sudah mendapatkan laporan atas kejadian ini dan sempat turun ke lokasi. Disebut kabar langsung didapat dari Kades. Namun pada saat pihaknya turun sudah tidak ditemukan lagi apa yang disampaikan. 

"Kita sudah turun tapi nggak sempat dapatkan sampelnya. Kalau dari kasat mata itu sepertinya ada lagi yang membuat kontrol IPAL. Bisa diduga awal pembersihan IPAL. Sumber nya dari mana masih kita selidiki. Kalau berbusa madar bahaya dan pencemaran tetap ada karena kalau IPAL  yang baik keluarnya seperti air normal," bilang Rio. 

Mantan Camat Lubuk Pakam ini bilang Desa Percut adalah bagian hilir sungai karena dekat laut. Dari mana asal sumber belum bisa dipastikan dari mana. Pihaknya menghimbau pemanfaatan aliran sungai jangan dijadikan tempat pembuangan air tidak sesuai ketentuan. 

"Karena daerah hilir ada masyrakat yang memanfaatkan sungai dan jadi tempat sumber kehidupan. Mandi mencuci dan lain-lain. Dua hari ini belum ada lagi kita dengar kabarnya,"katanya.

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 32 - Babak 32 Besar
Kamis, 2 Juli 2026 | 03:00 WIB
Belgium
Belgia
3 - 2
Senegal
Senegal
Round of 32 - Babak 32 Besar
Kamis, 2 Juli 2026 | 07:00 WIB
United States
Amerika Serikat
2 - 0
Bosnia
Bosnia
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved