Deli Serdang Terkini
Dua Kali dalam Dua Bulan, Sungai Percut Deli Serdang Dipenuhi Busa Tebal
Warga di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dikejutkan dengan kemunculan gumpalan busa putih raksasa.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, DELI SERDANG - Warga di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dikejutkan dengan kemunculan gumpalan busa putih raksasa yang menyelimuti aliran Sungai Percut sejak Selasa (30/6/2026) dini hari. Fenomena tak biasa yang meresahkan warga ini disebut sudah terjadi sebanyak dua kali dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Kepala Desa Percut, Asyahari Syah, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan telah menerima laporan dari warga. Busa putih tebal tampak mengapung memenuhi permukaan air di kawasan Jalan M. Yusuf Jintan, Pematang Lalang, dan terus mengalir deras hingga ke hilir Sungai Percut. Bahkan, gumpalan zat yang diduga polutan itu meluap hingga masuk ke areal persawahan warga.
"Ada aduan masyarakat dan saya juga langsung lihat di lapangan karena di depan rumah saya itu sungai. Saya lihat ke lapangan ternyata benar, ada buih berbentuk busa yang luar biasa banyaknya mengalir ke hilir sungai," ujar Asyahari saat ditemui Tribun Medan, Rabu (1/7/2026).
Muncul dari Bendungan Sidoras, Diduga Limbah Pabrik Sabun
Menurut penelusuran perangkat desa melalui kepala dusun setempat, buih putih itu diduga kuat bermula dari Bendungan Bandar Sidoras yang terletak di hulu Sungai Percut.
"Kita suruh kepala dusun menginvestigasi di lapangan. Ternyata setelah diinvestigasi, di hulu sungainya tidak ada buih. Tapi setelah di Bendungan Sidoras, karena airnya terjun, di situlah terjadinya buih dan langsung hanyut ke Sungai Percut," jelas Asyahari.
Dugaan kuat mengarah pada pencemaran limbah industri. Berdasarkan karakteristik busa yang dihasilkan, warga curiga buih putih tersebut berasal dari limbah pabrik sabun yang beroperasi di daerah hulu, kemungkinan di sekitar kawasan Bandar Setia atau Tembung.
"Masyarakat bilang dari pabrik sabun karena menimbulkan buih. Masih diduga limbah pabrik. Di desa kita (Percut) tidak ada pabrik sabun, hanya ada satu pabrik SDLI dan itu bukan pabrik sabun," urainya.
Ikan Mabuk, Petugas Terpaksa Tutup Saluran Irigasi Sawah
Fenomena limbah berbusa ini tak pelak menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, terutama bagi para nelayan yang menggantungkan mata pencaharian dari ekosistem sungai. Nelayan setempat bersaksi melihat ikan-ikan di perairan mengalami kondisi "mabuk" akibat terpapar racun buih tersebut.
"Menurut keterangan masyarakat, ikannya mabuk. Dan masyarakat juga mengutip (mengambil) ikan-ikan itu," ungkap Asyahari.
Selain mengancam kelestarian biota sungai, aliran buih putih ini juga menyasar lahan pertanian. Mengantisipasi gagal panen dan kerusakan unsur hara tanah, petugas irigasi bertindak cepat dengan menutup akses saluran air.
"Di situ awal mula dari irigasi tersebut. Tapi setelah airnya berbuih seperti itu, langsung ditutup oleh petugasnya karena khawatir nanti merambat sampai merusak sawah-sawah yang lain," jelasnya.
Lapor ke DLH Deli Serdang, Warga Harap Penindakan Tegas
Meskipun cemaran ini mengalir luas dan sebagian masyarakat di daerah hilir masih ada yang beraktivitas di sungai, Asyahari memastikan hingga kini belum ada laporan mengenai warga yang terserang penyakit kulit akibat kontak langsung dengan busa tersebut.
Menyikapi krisis lingkungan yang dampaknya dirasakan langsung oleh warga di tiga desa—yakni Desa Cinta Rakyat, Desa Percut, dan Desa Pematang Lalang—Pemerintah Desa Percut telah melayangkan laporan resmi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Deli Serdang untuk segera ditindaklanjuti.
"Harapan masyarakat agar kejadian ini terus ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Kami meminta ketegasan agar jangan terjadi lagi beredarnya buih-buih limbah di Desa Percut ini," pungkasnya.
(cr9/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Sungai Percut Deli Serdang Tercemar Gumpalan Busa Putih Misterius, Meluap hingga ke Sawah Warga |
|
|---|
| Lyodra dan Armada Band akan Meriahkan Hari Jadi Deli Serdang Besok Malam |
|
|---|
| Masyarakat Kini Bisa Naik KA Bandara ke Lubuk Pakam Deli Serdang, Tarifnya Rp 5.000 |
|
|---|
| Bupati Deli Serdang Tambah Tenaga Ahli Jadi 6, Diambil dari Pejabat yang Sudah Pensiun |
|
|---|
| Viral Besi Pagar Monumen TD Pardede Hilang Dicuri, Digantikan Sementara dengan Pagar Bambu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Warga-dikejutkan-dengan-adanya-gumpalan-busa-berwarna-putih-di-permukaan-air-sungai1.jpg)