Rabu, 1 Juli 2026

Deli Serdang Terkini

Sungai Percut Deli Serdang Tercemar Gumpalan Busa Putih Misterius, Meluap hingga ke Sawah Warga

Warga Desa Pematang Lalang dikejutkan oleh fenomena alam tak biasa berupa kemunculan gumpalan busa putih raksasa.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
BUSA PUTIH - Warga dikejutkan dengan adanya gumpalan busa berwarna putih di permukaan air sungai di kawasan Deli Serdang. Terlihat air sungai tersebut mengalir ke muara sungai Percut yang berada di kawasan Jalan M. Yusuf Jintan, Pematang Lalang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, DELI SERDANG - Warga Desa Pematang Lalang dikejutkan oleh fenomena alam tak biasa berupa kemunculan gumpalan busa putih raksasa yang menyelimuti sepanjang aliran sungai di kawasan Kabupaten Deli Serdang.

Buih busa tebal tersebut tampak mengapung memenuhi permukaan air dan mengalir deras menuju muara sungai Percut yang membelah kawasan Jalan M. Yusuf Jintan, Pematang Lalang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Fenomena ini mulai terlihat sejak Selasa (30/6/2026) dini hari.

Nahasnya, zat polutan yang menyerupai salju tersebut tidak hanya mencemari ekosistem jalur sungai, melainkan juga meluap dan masuk ke areal persawahan produktif milik warga di tiga desa sekaligus, yakni Desa Pematang Lalang, Desa Percut, dan Desa Cinta Rakyat.

Seorang nelayan lokal, Zainal Abidin (64), membenarkan adanya aliran gumpalan busa berwarna putih dalam volume yang cukup besar di permukaan sungai Percut tersebut. Menurut dugaannya, buih busa itu berasal dari buangan limbah industri.

"Iya benar ada buih kemarin. Bergerak sampai ke muara sana, lama-lama air pasang itu, lalu habis. Habis karena ditiup angin juga. Ya kata orang, cerita-cerita orang itu dari limbah. Tapi kita enggak tahu dari mana pabriknya," ucap Zainal Abidin saat diwawancarai Tribun Medan, Rabu (1/7/2026).

Masyarakat Tiga Desa Was-was, Beruntung Belum Ada Laporan Penyakit Kulit

Kemunculan limbah busa misterius dalam jumlah masif ini tak pelak membuat masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai menjadi dirundung rasa was-was dan khawatir akan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.

Kendati demikian, Zainal memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga atau petani yang terserang penyakit akibat kontak langsung dengan sisa-sisa gumpalan busa tersebut.

"Penyakit kulit enggak ada. Karena airnya kan bertukar (pasang surut). Sebentar lagi naik airnya dan kembali jernih," beber pria yang sudah berprofesi sebagai nelayan selama kurang lebih 40 tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang Belum Turun Tangan

Meski pencemaran lingkungan ini telah berimbas pada sektor pertanian dan perikanan di tiga desa (Pematang Lalang, Percut, dan Cinta Rakyat), warga mengaku belum ada menerima tindakan ataupun sosialisasi dari instansi terkait.

Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, dilaporkan belum turun ke lapangan untuk melakukan uji sampel air maupun menyelidiki aktor utama atau pabrik yang membuang limbah tanpa diolah tersebut ke aliran sungai.

(cr9/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 32 - Babak 32 Besar
Rabu, 1 Juli 2026 | 00:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 2
Norway
Norwegia
Round of 32 - Babak 32 Besar
Rabu, 1 Juli 2026 | 04:00 WIB
France
Prancis
3 - 0
Sweden
Swedia
Round of 32 - Babak 32 Besar
Rabu, 1 Juli 2026 | 08:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
Ecuador
Ekuador
Round of 32 - Babak 32 Besar
Rabu, 1 Juli 2026 | 23:00 WIB
England
Inggris
VS
DR Congo
RD Kongo
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved