Breaking News

Seng Ruang Tamu dan Kamar Tercampak, Puluhan Rumah di Deliserdang Rusak akibat Puting Beliung

Warga berharap agar rumah mereka yang rusak bisa dibantu biaya perbaikannya oleh Pemerintah

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan
PUTING BELIUNG : Surya warga yang jadi korban angin puting beliung berdialog dengan Kades Perbarakan, Kariman di rumahnya yang sudah rusak, Selasa (31/3/2026). Total ada 30 an unit rumah di desa ini yang rusak akibat diterpa angin puting beliung. (Foto : Indra Gunawan Sipahutar). 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Tiga puluhan unit rumah warga rusak akibat diterpa angin puting beliung di Desa Perbarakan Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang, Selasa (31/3/2026) dini hari. Sebanyak 20 unit dilaporkan dalam kondisi rusak berat. Peristiwa angin puting beliung ini menjadi peristiwa paling besar di Desa Perbarakan selama ini.

Dari cerita warga yang menjadi korban disampaikan, peristiwa angin puting beliung datang sekitar pukul 00.00 WIB. Seperti biasa, saat itu warga sedang tidur di dalam kamar. Salah satu warga yang menjadi korban adalah Surya (67) warga Dusun IV.

"Saya di rumah sama anak dan cucu, saat itu saya sudah mau tidur. Awalnya itu gerah kali dan nggak lama datang hujan disertai angin. Lebih lama anginnya, kalau hujannya sebentar saja," ujar Surya.

Seng rumah Surya tampak tercampak ke bagian samping rumah. Seluruh bagian atap di ruang tamu dan kamar belakang ikut terbang. Karena hanya sebagai buruh tani, Surya bingung untuk memperbaiki rumahnya.

Baca juga: Waspada! Pasang Rob Diprediksi Capai 2,7 Meter di Perairan Belawan di Periode 18-23 Maret 2026

"Tadi malam itu ya kacaulah pikiran, kami langsung ngungsi ke rumah adik di sebelah. Ya, ini malam pun masih tidur di rumah adik dulu lah. Belum ada uang saya untuk memperbaiki," kata Surya.

Warga berharap agar rumah mereka yang rusak bisa dibantu biaya perbaikannya oleh Pemerintah

Kepala Desa Perbarakan, Kariman menyebut sudah mendata jumlah warganya yang menjadi korban. Selain pemukiman, juga ada tempat usaha yang ikut terkena puting beliung. Ditegaskan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

"Total di desa kita ada 30-an rumah yang rusak. Kalau yang rusak berat total ada 20 rumah termasuk rumah yang sedang tidak ada penghuninya. Sudah kita data dan sedang diperbaiki sama warga. Sudah kita laporkan juga ke kecamatan kejadian ini," ujar Kariman.

Kariman mengaku, sebenarnya hujan deras tidak begitu lama turun. Namun yang paling ditakuti dari awal adalah angin yang datang. "Kencang kali anginnya tadi malam. Setelah kejadian ya mati lampu," kata Kariman.

Untuk bantuan disebut, sudah dikoordinasikan kepada pemerintah kecamatan. Bantuan pertama sudah disalurkan oleh pihak desa yang membantu warga memperbaiki rumah yang rusak.

BMKG Prediksi Banjir Rob 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Belawan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pasang besar (banjir rob) yang diprediksi menerjang wilayah pesisir Kota Medan.

Banjir rob diperkirakan terjadi pada tanggal 31 Maret hingga 6 April 2026.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Nur Auliakhansa, mengungkapkan bahwa tiga kecamatan di pesisir Medan Utara berpotensi terdampak, yaitu Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.

"Potensi banjir rob pada tanggal 31 Maret sampai dengan 6 April 2026. Untuk itu, masyarakat pesisir pantai Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan diimbau waspada," ujar Nur, saat dikonfirmasi awak media, Senin (30/3).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved