Deli Serdang Terkini
Masjid Raya Petumbukan Deli Serdang, Puluhan Tahun Selalu Sediakan Bubur Lambok saat Ramadhan
Dibangun sejak 1937 Masjid Raya Petumbukan sampai saat ini berdiri semakin megah. Terletak di Desa Petumbukan Kecamatan Galang.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Dibangun sejak 1937 Masjid Raya Petumbukan sampai saat ini berdiri semakin megah.
Terletak di Desa Petumbukan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang masjid ini kini masih mempertahankan tradisi bagi-bagi takjil selama bulan ramadhan.
2 jam sebelum waktu berbuka tiba warga pun berkumpul di halaman masjid menunggu kedatangan sajian bubur lambok.
Bubur ini adalah bubur khas melayu yang sudah sejak puluhan tahun dibagi-bagikan di masjid saat momen ramadhan. Untuk setiap harinya ada sekitar 500 porsi yang disiapkan oleh panitia. Dana porsi bubur lambok ini berasal dari dermawan yang ada di wilayah tersebut.
"Bubur lambok ini hampir sama dengan bubur pedas yang juga khas melayu. Tiap hari selama ramadhan selalu dibagikan dan rasanya enak sekali. Dananya itu BKM (Badan Kemakmuran Masjid) mengkordinir para dermawan," ujar Syaiful Bahri Lubis tokoh masyarakat setempat.
Bubur tidak dimasak di area Masjid melainkan di rumah pembuat bubur. Baru kemudian pada pukul 16.30 baru kemudian datang dan dibagi-bagikan ke warga yang datang. Saat bubur yang ditunggu datang warga pun sudah menyiapkan tempat sendiri untuk kemudian dibawa ke rumah masing-masing.
"Dulu bubur lambok ini nenek saya yang buat dan sekarang nenek saya sudah 100 tahun usianya. Jadi memang sudah puluhan tahun karena waktu saya kecil saja pun ini sudah ada kami dapatkan," kata Syaiful.
Dilihat dari fisik bangunan masjid raya ini pada bagian atasnya selain kubah utama banyak terdapat kubah kubah kecil. Bangunan dibangun dengan desain modern dengan banyak penyangga tiang-tiang. Bagian dalamnya dinding pun sudah dilapis keramik. Selain itu sekeliling tembok banyak terdapat jendela-jendela kayu berkaca.
Sementara pada bagian atas, kubah di cat dengan warna-warna langit perpaduan antara putih dan biru. Masjid bisa menampung ratusan jamaah dibagian dalamnya. Halaman masjid yang luas juga masih menampung jumlah jamaah yang lebih banyak lagi jika dipakai dalam momen momen tertentu.
"Bentuk masjid mengikuti masjid kuba di Mekah inspirasinya. Tiang tiang pilar mengikuti bentuk penyokong teras. Warna sengaja kayak batu alam," katanya.
Terlihat dibagian belakang masjid juga terdapat tiga makam yang merupakan keluarga dari pewakaf lahan Masjid ini. Awalnya lahan adalah punya Permaisuri Tengku Darwis Syah. Lahan wakaf berdekatan dengan sekolah dan puskesmas yang juga dapat bagian wakaf.
Masjid Raya Patumbukan ini sudah tiga kali mengalami renovasi. Awal pertama kali berdiri masih dibuat dari kayu-kayu. Kemudian seiring waktu berjalan dibangun oleh dermawan-dermawan yang sukses diperantauan.
Selain itu juga sudah tiga kali berganti nama. Adanya gejolak kepengurusan membuat nama masjid berubah-ubah. Diawal namanya Masjid Besar Raya Petumbukan dan berubah nama jadi Masjid Jamik. Kemudian sempat berubah nama jadi Masjid Ruhama Petumbukan.
Sejak 26 Februari 2010 nama Masjid Raya Petumbukan pun kembali lagi. Untuk bulan Ramadhan ini selain kegiatan tadarusan di masjid juga banyak orang yang beriktikaf setiap harinya.
(dra/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Ratusan KK di Desa Muliorejo dan Purwodadi Deli Serdang Resah dengan Debu Pabrik Gula Milik PTPN |
|
|---|
| Baru Ditunjuk Jadi Ketua PAN Deli Serdang, Bayu Sumantri Optimis Bisa Dapat 7 Kursi di Pileg |
|
|---|
| Pemudik Mulai Padati Bandara Kualanamu, Pintu Kedatangan Domestik Dipenuhi Keluarga Penumpang |
|
|---|
| Sempat Lepas Demi Hukum, Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Lubuk Pakam Kembali Ditangkap |
|
|---|
| Penumpang Pesawat di Bandara Kualanamu Diperkirakan Capai 443.036 Orang selama Arus Mudik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-di-Masjid-Raya-Petumbukan-Kecamatan-Galang-yang-selalu-menyediakan-bubur-lambok.jpg)