Rabu, 8 Juli 2026

Tuntaskan Dendam Empat Tahun, Toni Kristian Taklukkan KK Sam di Garuda Fight Championship

Atlet kickboxing Sumatera Utara, Toni Kristian Hutapea, sukses menorehkan prestasi membanggakan.

Tayang:
HO
TAKLUKKAN KK SAM - Toni Hutapea memamerkan medali Garuda Fight Championship yang diraihnya usai menaklukkan KK Sam. Toni Hutapea berhasil membalaskan dendam setelah empat tahun lamanya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Atlet kickboxing Sumatera Utara, Toni Kristian Hutapea, sukses menorehkan prestasi membanggakan usai meraih kemenangan pada ajang Garuda Fight Championship yang berlangsung di Bali United Studio, Sabtu (27/6).

Pada laga tersebut, Toni berhasil mengalahkan rival lamanya, Salmri Stendra Pattisamallo, pada partai kelas catchweight-indo striking. Kemenangan itu terasa begitu spesial bagi Toni karena sekaligus menjadi ajang pembalasan atas kekalahannya dari lawan yang sama pada Kejuaraan Nasional menuju SEA Games tahun 2022 lalu.

Empat tahun lalu, Toni harus mengakui keunggulan pria yang akrab disapa KK Sam itu di partai final. Sejak saat itu, rivalitas keduanya terus berlanjut, bahkan diwarnai berbagai perang komentar di media sosial yang membuat duel ulang mereka sangat dinantikan. Toni mengaku pertandingan tersebut bukan sekadar perebutan kemenangan, melainkan pertaruhan harga diri.

"Ini pertandingan harga diri buat saya. Tahun 2022 saya pernah bertemu dia di final Kejurnas menuju SEA Games dan saya kalah. Setelah itu kami sering ribut di media, banyak drama, dan dia terus membahas pertandingan tahun 2022 itu. Saya menerima semuanya, tapi saya ingin membuktikan bahwa tahun 2022 sudah berbeda dengan tahun 2026," ujar Toni kepada Tribun Medan.

Menurutnya, kemenangan kali ini sudah sesuai dengan ekspektasi. Ia merasa perkembangan kemampuan yang dimilikinya saat ini jauh berbeda dibanding empat tahun lalu ketika masih berstatus atlet muda. Saat menghadapi Salmri pada 2022, Toni mengaku masih minim pengalaman.

Sementara lawannya saat itu sudah dikenal sebagai atlet nasional yang pernah memperkuat Indonesia serta meraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON).  "Saya waktu itu masih atlet baru, sedangkan dia sudah atlet ternama, pernah membela Indonesia dan juara PON. Tapi saat itu saja saya sudah bisa memberikan perlawanan. Sekarang saya benar-benar ingin membuktikan kalau saya memang layak mengalahkan dia," katanya.

Peraih emas SEA Games tahun 2023 itu juga menilai faktor usia turut menjadi keuntungan baginya. Menurut Toni, dirinya kini berada pada masa terbaik dalam karier sebagai petarung. "Dari segi umur juga saya masih berada di masa terbaik. Saya yakin dengan hasil kerja keras dan program latihan yang selama ini saya jalani. Semua itu membuat saya percaya diri bisa menang," ucapnya.

Persiapan menuju pertarungan tersebut dijalani dengan sangat serius. Toni mengungkapkan dirinya menjalani latihan dua kali setiap hari layaknya rutinitas sekolah, yakni pagi dan sore, sehingga selalu siap ketika mendapat kesempatan bertanding. Bahkan, ia tetap berlatih meski mengalami cedera pada bagian kaki yang menyebabkan bengkak.

"Kami latihan pagi dan sore setiap hari. Walaupun saya mengalami cedera kaki, ada bengkak dan benjolan, saya tetap bertanggung jawab dengan karier saya. Saat ini karier saya sedang menanjak, jadi saya harus siap kapan pun bertanding," ujarnya.

Baca juga: Kejuaraan Nasional Atletik Tahun 2026, SPOBDA Sumut Raih Delapan Emas dan Pecahkan Rekor Nasional

Persiapan menghadapi Salmri juga disebut telah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya. Setelah tampil di Jawara Fight Night, Toni langsung menerima tawaran untuk menjalani duel tersebut.

Bahkan sejak Februari lalu, ia sudah mendapat informasi mengenai peluang menghadapi Salmri sehingga langsung meningkatkan intensitas latihan. Di balik layar, Toni mengaku menjalani latihan dengan sangat keras. Ia rutin berlatih tanding melawan petarung-petarung senior di berbagai sasana tanpa pernah mempublikasikannya di media sosial.

"Saya memang sengaja tidak pernah mengunggah proses latihan di media sosial. Banyak yang tidak tahu kalau saya sering sparring dengan petarung senior di tempat lain. Saya ingin tetap senyap, tetapi bisa membuktikan hasilnya saat bertanding," katanya.

Tingkat kepercayaan diri yang tinggi juga membuat Toni mengaku tidak merasakan tekanan berarti menjelang pertandingan. Bahkan sebelum naik ke atas ring, ia sempat menyampaikan kepada pelatihnya bahwa dirinya mampu mengakhiri laga dengan kemenangan knockout (KO) dalam waktu singkat.

"Sejujurnya saya tidak nervous karena persiapan saya sudah sangat matang. Bahkan sebelum pertandingan saya bilang ke pelatih kalau saya bisa membuat dia KO dengan cepat. Tapi saya memilih tidak memaksakan KO karena saya ingin membangun nama saya dengan cara yang lebih baik. Meski begitu, saya merasa penampilan saya di pertandingan itu masih belum terlalu lepas," ungkapnya.

Usai menuntaskan rivalitas dengan Salmri, Toni kini mengalihkan fokus pada target yang lebih besar. Ia ingin menghadapi petarung terbaik Indonesia di kelas 51 kilogram untuk membuktikan siapa yang paling layak menjadi yang terbaik. "Sekarang saya ingin mengincar petarung kelas 51 kilogram yang paling keras di Indonesia. Banyak yang mengenal saya di kelas 54 kilogram, tapi saat PON saya juga bertanding di kelas 51 kilogram. Saya ingin membuktikan siapa sebenarnya petarung terbaik di kelas itu, apakah mereka atau saya," tegas Toni. (cr29/Tribun-Medan.com)

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 16 - Babak 16 Besar
Rabu, 8 Juli 2026 | 03:00 WIB
Switzerland
Swiss
0 - 0
Colombia
Kolombia
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved