Pengakuan Warga Kecamatan Patumbak, Kehilangan Emas Rp 95 Juta Usai Digeledah Siber Polda Sumut

Seorang ibu rumah tangga berinisial KDR (31) warga Dusun II, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang melapor ke Polsek Patumbak.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
NGAKU DIGELEDAH POLISI - Suasana di bengkel sepeda motor No Limit Racing Team, di Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, tempat yang sempat digeledah sejumlah orang ngaku personel Polisi dari Ditressiber Polda Sumut, Senin (11/5). Usai penggeledahan, pemilik mengaku kehilangan perhiasan emas senilai Rp 95 Juta. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial KDR (31) warga Dusun II, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang melapor ke Polsek Patumbak. Ia melaporkan sejumlah orang tak dikenal (OTK) yang melakukan penggeledahan di kediamannya, dan juga bengkel sepeda motor di Jalan penghubung antara Kecamatan Patumbak dan Kecamatan Sibiru-biru.

Sebab, usai penggeledahan yang dilakukan sekitar enam orang mengaku dari tim Direktorat Reserse Siber Polda Sumut perhiasannya senilai Rp 95 Juta hilang. Akibat kehilangan ini, KDR melapor ke Polsek Patumbak dengan bukti laporan: LP/B/215/V/2026/SPKT POLSEK PATUMBAK, tanggal 7 Mei 2026.

Ahing, saksi di lokasi mengatakan peristiwa penggeledahan berlangsung pada Senin (13/4) lalu, sekira pukul 10:00 WIB. Saat itu, ia baru sampai ke bengkel sepeda motor bernama No Limit Racing Team, melihat ada sekitar enam orang mengendarai mobil datang.

Mereka datang bersama Kepala Dusun, dan mengatakan akan melakukan penggeledahan di rumah toko (Ruko) bertingkat tersebut. Sejumlah orang yang mengaku personel Direktorat Reserse Siber Polda Sumut mengatakan penggeledahan terkait aktivitas judi online (Judol) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). "Saya baru datang, ada ramai-ramai, saya tanya ke Admin ngaku dari Polda. Saya tengok sudah di atas semua, itu saya lihat anggota sudah diatas, saya menunggu dibawah," kata Ahing, Senin (11/5).

Setelah menunjukkan selembar kertas secara kilat, tanpa sempat dibaca, sejumlah pria ngaku Polisi naik ke atas gedung melakukan penggeledahan. Selesai di lantai atas, mereka turun kebawah untuk menggeledah juga, lalu langsung pergi. "Setelah melakukan penggeledahan Setelah itu, kira-kira beberapa menit mereka turun, langsung pergi. Mereka mengaku dari Polda Sumut dari Siber,” katanya.

Ahing mengatakan, kedatangan sejumlah pria untuk mencari SRT, suami dari KDR. Sehari setelah penggeledahan, KDR baru sadar dirinya kehilangan perhiasan emas yang jika dirupiahkan mencapai Rp 95 juta. "Mereka ngomong di awal. Yang kalian pencucian uang lah, judol," ungkapnya.

Mengenai kasus ini, Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora mengatakan pihaknya telah menerima laporan KDR. Ia menyebut anggotanya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.

Namun ia belum memaparkan apakah yang menggeledah merupakan personel atau hanya mengaku-ngaku saja. "Anggota sudah olah TKP. Masih berproses," kata Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora.

Supriaman (56) selaku Kepala Dusun I, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, menceritakan dirinya didatangi sejumlah orang mengaku Polisi untuk menggeledah rumah warga. Ia menyebut, dirinya didatangi sejumlah orang sekitar 5 orang yang mengendarai mobil. Sejumlah orang yang mengaku dari Polda Sumut juga sempat menunjukkan surat perintah.

Sehingga Supriaman ikut mendampingi mereka menggeledah rumah toko (Ruko) juga bengkel motor No Limit Racing Team. "Pakai mobil, orang itu dari Polda mengajak ke bengkel itu, kan gitu. Jadi setelah sampai sana, ditunjukkanlah surat tugasnya," kata Supriaman, Senin (11/5). "Makanya saya, artinya, yang harus saya dampingi, kan, begitu," sambungnya.

Menurut Supriaman, setelah menggeledah hampir satu jam, mereka membubarkan diri dari lokasi. Ia menyebut, tidak melihat sejumlah orang yang mengaku dari Polda Sumut membawa apapun. "Sepengelihatan saya enggak ada (bawa apa-apa). Tapi saya enggak tahu,"ungkapnya.

Beberapa hari kemarin, setelah peristiwa penggeledahan dilaporkan ke Polsek Patumbak, sejumlah orang dari Direktorat Siber Polda Sumut mengkonfirmasi kalau yang menggeledah bukan mereka. Namun, diduga dari satuan lain yang melakukan penggeledahan. "Setelah ada berita yang viral ini, Yang dilaporkan. Orang Siber datang kemari. Siber datang kemari. Bahwasanya, bukan mereka,” ungkapnya. 

Baca juga: Sidang Tuntutan Pria Bunuh Istri Ditunda di PN Medan

Polda Sebut Bukan Tim Siber

KABID Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, dirinya telah mengkonfirmasi ke Dirressiber Kombes Bayu Wicaksono, dan dipastikan tidak ada personel melakukan penggeledahan. Namun demikian, Ferry belum memastikan apakah ada direktorat lain, atau Satuan lain yang menggeledah.

Namun menurutnya, seharusnya yang menangani judi online, dan tindak pidana pencucian uang Ditressiber Polda Sumut.

"Sudah saya tanya ke Direktur Siber, tidak ada anggotanya melakukan penggeledahan,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Senin (11/5). (cr25/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved