Penanganan Belawan, Wali Kota Medan Siap Berkolaborasi

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan perdana Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru dilantik, AKBP Rosef Efendi.

TRIBUN MEDAN
TERIMA KUNJUNGAN KAPOLRES - Wali Kota Medan Rico Waas menerima kunjungan perdana Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru dilantik, AKBP Rosef Efendi, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (26/1). Persoalan Belawan tidak bisa diselesaikan hanya dengan penindakan keamanan semata. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan perdana Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru dilantik, AKBP Rosef Efendi, di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (26/1).

Pertemuan ini tidak dibungkus dengan gaya seremonial, melainkan lebih seperti rapat kecil yang membicarakan persoalan nyata di lapangan, yang selama ini menjadi cerita klasik di Belawan

Rico menegaskan, Belawan adalah kawasan yang tidak bisa diperlakukan biasa-biasa saja. Ia menyebut kawasan Medan Utara itu sebagai “kunci” yang menentukan seberapa cepat Medan bisa bergerak. “Apabila Belawan dalam kondisi kondusif, sangat memungkinkan akan terjadi peningkatan ekonomi yang signifikan untuk Kota Medan. Kunci sukses kemajuan Medan ada di Belawan yang aman,” kata Rico.

Belawan, kata Rico, bagi banyak orang, memang punya dua wajah. Di satu sisi, ia adalah pintu gerbang ekonomi, ada pelabuhan, kawasan industri, perputaran barang, dan akses perdagangan. Tapi di sisi lain, Belawan juga memikul problem lama yang tak kunjung terentaskan, mulai dari tawuran yang berulang, narkoba yang merusak generasi muda, hingga rasa aman warga yang sering naik-turun.

Belum lagi persoalan sosial yang kerap menjadi akar dari berbagai kerawanan. Di beberapa titik, masalah pendidikan dan kesehatan masih menjadi keluhan.

Baca juga: Ditindak Berulang karena Melapak ke Badan Jalan, Satpol PP Medan Tertibkan Dua Pasar

Pelayanan administrasi kependudukan yang tidak merata, keterbatasan akses layanan publik, hingga problem banjir yang terus datang setiap musim hujan, semuanya menjadi paket klasik yang membuat warga Medan Utara seolah selalu berada di garis depan persoalan kota.

Rico menyadari, persoalan Belawan tidak bisa diselesaikan hanya dengan penindakan keamanan semata. Karena itu, ia menyatakan Pemko Medan siap membuka ruang kolaborasi lebih luas, termasuk dalam upaya menyentuh akar masalah. “Upaya ini kita lakukan demi memajukan kawasan Medan utara khususnya Belawan,” ujar Rico.

Di sisi lain, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi juga tidak menutup mata. Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang menunggu untuk dituntaskan. Dalam pertemuan itu, ia menyebut dua isu yang menjadi atensi utama: narkoba dan tawuran. “Narkoba dan tawuran akan menjadi atensi khusus kami. Namun, untuk itu kami mohon dukungan dari Bapak Wali Kota Medan,” ucap Rosef.

Dukungan yang dimaksud bukan hanya soal koordinasi formal, tetapi juga sinergi nyata: penguatan patroli, pencegahan di lingkungan sekolah dan permukiman, serta langkah bersama untuk memastikan ruang-ruang publik di Belawan tidak lagi menjadi titik rawan.

Belawan selama ini kerap disebut sebagai wilayah dengan problem yang “berulang-ulang. Tawuran bisa reda sebentar, lalu muncul lagi. Narkoba bisa ditekan di satu titik, tetapi menyebar lewat jalur lain. Sementara warga, di tengah situasi itu, tetap harus menjalani rutinitas, berangkat kerja, mengantar anak sekolah, menjaga usaha kecil, atau bertahan dengan kondisi lingkungan yang belum ideal.

Karena itulah, pertemuan Rico dan Rosef memunculkan harapan, bahwa Belawan tidak hanya akan dibicarakan saat terjadi keributan, melainkan dibenahi secara bertahap dan serius. (dyk/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved