Ferkushi Medan Fokus Pembinaan dan Regenerasi Atlet di 2026

Pengurus Kota (Pengkot) Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Medan berkomitmen meningkatkan pembinaan atlet.

TRIBUN MEDAN/APRIANTO TAMBUNAN
PEMBINAAN ATLET - Ketua Kurash Kota Medan, Safridoli Tampubolon (kanan) memberikan arahan kepada atletnya dalam latihan rutin yang berlangsung di Kecamatan Medan Tuntungan, beberapa waktu lalu. Ferkhusi Medan akan meningkatkan pembinaan atletnya di tahun 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Kota (Pengkot) Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Medan berkomitmen meningkatkan pembinaan atlet pada tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kesinambungan prestasi sekaligus menyiapkan regenerasi atlet kurash di Kota Medan.

Ketua Pengkot Ferkushi Medan, Safridoli Tampubolon, mengungkapkan bahwa hingga saat ini program latihan atlet masih berjalan secara rutin dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya, pola latihan yang diterapkan tidak mengalami perubahan signifikan, sambil menunggu arah kebijakan dari Pengurus Besar (PB) Ferkushi.

“Sekarang ini sebenarnya pelatihan terus berjalan seperti biasa. Di tahun ini latihan tetap berlanjut, tapi untuk program secara detail kami masih menunggu Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dari PB. Program kami nantinya akan terkait langsung dengan program PB, sehingga pola latihan dan periodisasi juga menyesuaikan dengan apa yang diprogramkan PB tahun ini,” ujar Safridoli kepada Tribun Medan, Selasa (13/1).

Meski demikian, Safridoli menekankan bahwa pembinaan atlet tetap menjadi prioritas utama. Selama ini, Ferkushi Medan telah membina atlet-atlet yang berada dalam kondisi siap bertanding kapan saja. Kondisi tersebut terus dipertahankan agar atlet utama selalu berada dalam performa terbaik saat dibutuhkan.

Selain itu, Ferkushi Medan juga mulai memfokuskan perhatian pada pembinaan lapis kedua sebagai bagian dari proses regenerasi. Saat ini, pihaknya tengah melakukan rekrutmen dan pembinaan atlet-atlet baru agar memiliki cadangan atlet yang siap menggantikan atlet senior bila sewaktu-waktu terjadi cedera, berhalangan, atau berpindah klub.

Baca juga: PSDS Incar Kemenangan Lawan Batavia FC

“Yang kami lakukan sekarang adalah mempertahankan atlet-atlet yang sudah mapan agar tetap siap bertanding, bersamaan dengan itu kami juga melakukan pembinaan lapis kedua. Jadi ketika ada event dan atlet senior berhalangan, kami sudah punya atlet yang siap menggantikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Safridoli menyebutkan bahwa pembinaan lapis kedua kini sudah mulai menyasar atlet usia dini, khususnya dari tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Menurutnya, pembinaan di Kota Medan sejauh ini sudah berjalan dengan baik dan tinggal ditingkatkan melalui program uji coba atau pertandingan uji tanding. “Pembinaan di Kota Medan sebenarnya sudah bagus. Tinggal ke depan bagaimana kita meningkatkan uji cobanya, terutama untuk atlet-atlet lapis kedua. Itu yang sedang kami upayakan,” katanya.

Dalam menjalankan program pembinaan tersebut, Ferkushi Medan juga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta pihak swasta.

Safridoli menilai, dukungan dari sektor swasta sangat penting agar pembinaan tidak sepenuhnya bergantung pada KONI.

“Kami berharap ada dukungan dari KONI dan juga support dari pihak swasta, sehingga kami tidak hanya menggantungkan proses pembinaan ini kepada KONI saja. Selama ini, rekan-rekan yang secara ekonomi sudah mapan juga sangat antusias membantu,” pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved