Berita Medan

Sekum KONI Medan Helty Susilo Tetap Rutin Olahraga Saat Ramadan, Sebut Kesehatan Lebih Berharga

Pria yang akrab disapa Helty ini tetap konsisten berolahraga setiap pagi setelah menunaikan salat subuh.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Sekum KONI Medan Helty Susilo saat mengikuti event Tour De Sinabung di Kabanjahe, Kabupaten Karo, beberapa waktu lalu. Helty Susilo tetap disiplin berolahraga di bulan suci Ramadan, demi jaga kebugaran tubuh.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Bulan Suci Ramadan bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan atau menghentikan aktivitas fisik.

Bagi Sekretaris Umum (Sekum) Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Medan, Helty Susilo, justru Ramadan menjadi momentum untuk tetap menjaga disiplin dan kebugaran tubuh.

Pria yang akrab disapa Helty ini tetap konsisten berolahraga setiap pagi setelah menunaikan salat subuh.

Rutinitas tersebut sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya sejak lama, bahkan jauh sebelum ia dipercaya mengemban amanah sebagai Sekum KONI Kota Medan.

“Kalau saya, Ramadan itu tetap berolahraga, tetap menjaga kebugaran tubuh, tapi porsinya dikurangi. Mungkin selama ini saya berolahraga satu setengah sampai dua jam per hari, di saat puasa ini sekitar satu jam lima belas menit. Tapi intinya di bulan Ramadan ini tetap kita menjaga kebugaran,” ujar Helty.

Selama berpuasa, ia memilih aktivitas fisik dengan intensitas sedang seperti jalan kaki sejauh lima kilometer atau bersepeda santai.

Biasanya, olahraga dilakukan mulai pukul 06.30 WIB hingga sekitar pukul 08.00 WIB. Berbeda dengan hari biasa di luar Ramadan, di mana ia bisa berolahraga hingga pukul 09.00 WIB.

“Rutinitasnya tetap setiap pagi. Biasanya jalan kaki lima kilometer, kurang lebih satu jam lebih, atau bersepeda. Sore hari tidak ada olahraga lagi,” katanya.

Bagi Helty, berolahraga saat berpuasa bukan hal baru. Ia telah terbiasa menjalankan puasa sunnah Senin-Kamis sejak usia muda, dan kebiasaan itu selalu dibarengi dengan aktivitas olahraga.

Konsistensi tersebut membuat tubuhnya tetap bugar meski dalam kondisi menahan lapar dan dahaga.

Tak hanya menjaga rutinitas olahraga, Helty juga mengatur pola makan selama Ramadan. Ia mengurangi asupan karbohidrat dan memilih menu sahur yang sederhana namun bernutrisi.

“Selama puasa ini karbohidrat saya kurangi. Saat sahur saya makan dua butir telur ayam kampung rebus, satu buah alpukat, dan air putih. Itu sahur saya setiap hari,” ungkapnya.

Menurutnya, olahraga justru membuat tubuh terasa lebih segar dan ibadah puasa berjalan lebih lancar. Ia merasakan manfaat nyata dari gaya hidup sehat yang dijalaninya secara konsisten.

“Olahraga ini sudah jadi rutinitas saya, karena badan terasa lebih enak dan puasanya juga berjalan dengan baik,” tambahnya.

Helty pun mengajak masyarakat, khususnya yang sedang menjalankan ibadah puasa, agar tidak takut berolahraga. Ia menekankan bahwa kunci utamanya adalah menyesuaikan porsi dan tidak berlebihan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved