Safri Doli Tampubolon Kembali Pimpin Ferkushi Medan

Safri Doli Tampubolon kembali dipercaya memimpin Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Kota Medan untuk periode 2026–2030.

TRIBUN MEDAN/HO
PIMPIN FERKUSHI MEDAN - Foto bersama Pengprov Ferkushi Sumut, Pengurus KONI Medan dan peserta Muskot Ferkushi Medan, di Tawan Irama, Jalan Ngumban Surbakti, Minggu (8/2). Safri Doli Tampubolon kembali dipercaya memimpin Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Kota Medan untuk periode 2026–2030. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Safri Doli Tampubolon kembali dipercaya memimpin Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Kota Medan untuk periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) Pengurus Kota (Pengkot) Ferkushi Medan yang digelar di Tawan Irama, Jalan Ngumban Surbakti, Minggu (8/2).

Proses pemilihan berlangsung penuh kebersamaan. Tiga klub yang menjadi anggota resmi Pengkot Ferkushi Medan sepakat menunjuk kembali Safri Doli sebagai ketua tanpa melalui pemungutan suara.

Ketua Pengprov Ferkushi Sumatera Utara, Cakra Sitorus, menekankan pentingnya keberlanjutan program pembinaan. Ia berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan kualitas atlet kurash Kota Medan, terutama dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Cakra menilai kinerja pengurus periode sebelumnya sudah cukup baik, namun masih ada ruang untuk peningkatan agar lebih kompetitif di level nasional. “Pengurus Ferkushi Medan sebelumnya sudah sangat baik. Kita berharap pengurus selanjutnya juga lebih baik dan melahirkan atlet yang berprestasi di PON 2028 nanti,” katanya, Minggu (8/2).

Baca juga: Hari Kedua AZA 3X3 North Sumatra: Cintabudaya Menang Dramatis, Sutomo 1 dan Dr Wahidin Pesta Poin

Sementara itu, Ketua Terpilih Pengkot Ferkushi Medan, Safri Doli Tampubolon, menyadari bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan. Namun, ia berkomitmen membawa kurash lebih dikenal luas di tengah masyarakat Kota Medan.

Safri menegaskan bahwa salah satu fokus utamanya adalah memperluas basis pembinaan dengan menjangkau sekolah-sekolah, sehingga kurash bisa dikenal sejak usia dini. “Saya ingin kurash semakin dikenal di Kota Medan. Kemudian melahirkan sebanyak mungkin atlet berprestasi,” ujar Safri.

Ia juga mengakui bahwa pola pembinaan kurash di Indonesia berbeda dengan negara lain yang sudah lebih maju dalam olahraga ini. Oleh karena itu, ia berencana melakukan terobosan dengan mencari bakat baru langsung ke sekolah-sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA. (cr29/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved