Sekitar 50 Persen Wilayah Medan Jadi Langganan Banjir
Kota Medan terdampak banjir langganan lebih dari 50 persen total 21 kecamatan yang ada saat memasuki musim penghujan.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kota Medan terdampak banjir langganan lebih dari 50 persen total 21 kecamatan yang ada saat memasuki musim penghujan. Wali Kota Medan, Rico Waas, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan banjir yang hingga kini masih menjadi keluhan warga di berbagai titik kot
Dalam upaya mempercepat penanganan, Pemko Medan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II. Hal itu disampaikan Rico Waas usai memimpin rapat bersama BBWS Sumatera II di Balai Kota Medan, Selasa (21/10).
“Kondisi saat ini sudah urgent dan harus segera diambil tindakan. Pemko Medan bersama BBWS Sumatera II harus bergerak cepat,” tegas Rico.
Rico menilai, kota yang masih dilanda banjir tidak akan bisa disebut layak huni. Apalagi, menurutnya, hampir 17 dari 21 kecamatan di Medan terdampak luapan sungai setiap kali hujan deras turun. "Artinya, lebih dari 50 persen wilayah Kota Medan terdampak banjir. Ini sudah terlalu lama terjadi dan harus kita hentikan. Saya tidak mau lagi ada saling lempar tanggung jawab," ujarnya.
Dalam rapat yang juga dihadiri Kepala BBWS Sumatera II Feriyanto Pawenrusi serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, Rico menegaskan Pemko Medan akan memberikan dukungan penuh terhadap langkah teknis yang akan dijalankan BBWS. “Apa pun kebutuhan BBWS dari Pemko Medan akan kami bantu. Kita harus selesaikan ini bersama,” pungkasnya.
Baca juga: Perayaan HUT ke-61 Partai Golkar di Sumut, Erni Sitorus: Semangat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial
Dari rapat tersebut, masalah warisan banjir dari para Wali Kota sebelumnya menjadi 'Pekerja Rumah' bagi Rico Waas. Rico dihadapakan untuk mengentaskannya, atau mewariskannya kembali.
Masyarakat selama ini tahu, tak sedikit proyek reduksi banjir yang digembor-gemborkan ala seremoni. Proyek kolam retensi USU, Martubung misalnya. Namun kenyataannya tak efektif. Sejumlah proyek dan tata ruang kota juga terus dikritik masyarakat. Proyek Lapangan Merdeka yang tak pernah banjir, kini kerap terkepung banjir setiap hujan deras melanda Kota Medan.
Terpisah, Feriyanto Pawenrusi menjelaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam pengendalian banjir di Kota Medan, terutama di wilayah Kawasan Industri Medan (KIM), Martubung, dan sekitarnya.
“Salah satunya dengan pembangunan saluran drainase tersendiri menuju Sungai Kera, pembersihan drainase tersier, dan pelaksanaan normalisasi sungai,” ungkapnya.
Feriyanto berharap, langkah-langkah tersebut bisa mengurangi durasi dan ketinggian genangan air, sekaligus menjadi awal dari penanganan banjir yang lebih berkelanjutan di Kota Medan. (dyk/Tribun-Medan.com)
| Rapat Penanganan Banjir Memanas, Anggota DPRD Renville Singgung Dana 1,5 Triliun di Medan |
|
|---|
| Rumah-rumah Tuhan Terdampak Banjir, Masjid Muslimin Penuh Lumpur |
|
|---|
| Banjir di Harjosari II Medan, Warga Berharap Solusi Permanen dari Pemerintah |
|
|---|
| Bencana Banjir di Medan, 22 Sekolah Rusak dan Proses Belajar Lumpuh |
|
|---|
| Pembersihan Butuh Waktu Dua Pekan, Banjir Sapu Dua Kelurahan di Medan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Banjir-Marelan-Sepanjang-jalan-Marelan-Raya-banjir.jpg)