Berita Viral

TAMPANG 2 Pembunuh Dumaris boru Sitio setelah Diringkus, Akhir Pelarian di Kota Binjai

Tim gabungan Sat Reskrim Polres Binjai, Jatanras Polda Riau, dan Polresta Pekanbaru berhasil meringkus dua tersangka pembunuh lansia, Dumaris Sitio

Tayang:
IST
PEMBUNUHAN - Tampang pembunuh Dumaris Deniwati Br Sitio (60) warga Jalan Kurnia, Limbangun Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, yang diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara, Minggu (3/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Binjai, Jatanras Polda Riau, dan Polresta Pekanbaru berhasil meringkus dua tersangka pembunuh lansia, Dumaris Deniwati Br Sitio (60), di Kota Binjai, Sumatra Utara.

Kedua tersangka yang diamankan adalah Selamat alias Amat (34), warga Jalan Bale Redelong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, serta Lisbet Barasa (22), warga Jalan Pendidikan, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Penangkapan berlangsung di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara pada Jumat (1/5/2026) sekira pukul 17.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian, menjelaskan bahwa operasi ini didasarkan pada informasi terpercaya mengenai keberadaan para tersangka di wilayah hukum Polres Binjai.

"Tim Cobra Satreskrim Polres Binjai dan tim gabungan Jatanras Polda Riau serta Polresta Pekanbaru mendapat informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya, bahwa tersangka Selamat dan Lisbet berada di Jalan Perintis Kemerdekaan," kata Hizkia, Minggu (3/5/2026).

Setelah diamankan, para tersangka beserta barang bukti sempat dibawa ke Mapolres Binjai guna kepentingan penyidikan awal.

Selanjutnya, kedua tersangka diterbangkan menuju Polresta Pekanbaru melalui Bandara Internasional Kualanamu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Masyarakat di sekitar lokasi penangkapan mengaku terkejut melihat banyaknya personel berpakaian preman yang melakukan pengepungan di hari libur Hari Buruh Internasional tersebut.

Rekaman CCTV Ungkap Keterlibatan Menantu dan Aksi Keji Menggunakan Balok Kayu
Kasus ini bermula saat Dumaris ditemukan tewas bersimbah darah oleh suaminya di kediaman mereka di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, pada Rabu (29/4/2026) siang.

Jejak para pelaku terungkap melalui rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa salah satu dari empat tersangka diduga merupakan menantu korban sendiri berinisial AF.

Dalam rekaman tersebut, para tersangka terlihat datang menggunakan mobil berwarna hitam dan masuk ke halaman rumah korban.

Meski awalnya situasi tampak normal dan korban sempat menyambut tamu tersebut dengan hangat, aksi kekerasan tiba-tiba terjadi secara brutal.

Seorang pria yang diduga sebagai selingkuhan AF terekam datang membawa balok kayu dan seketika memukulkannya ke arah kepala korban hingga lansia tersebut terkulai.

Warga di Binjai baru menyadari bahwa keramaian di jalan tersebut merupakan proses penangkapan tersangka pembunuhan yang sempat viral di Pekanbaru.

"Kejadiannya begitu cepat. Memang kami lihat ada ramai-ramai, tapi kami gak tau ada penangkapan," ujar salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Penyidikan kini difokuskan pada pengejaran tersangka lain yang terlibat dalam perencanaan dan eksekusi tindakan keji tersebut.

Daftar Lengkap Identitas 4 Pelaku Pembunuhan, Dalangnya Sang Menantu 

Kehidupan Anisa Florensia Tumanggor (21) berubah drastis dalam kurun waktu singkat. Dari menantu yang hidup terhormat bersama keluarga Arnold Meha di Rumbai, Pekanbaru, ia kini menjadi otak pembunuhan terhadap mertua sendiri, Dumaris Boru Sitio (60).

Anisa menikah dengan Arnold Meha pada tahun 2022. Arnold, anak pertama pasangan Dumaris Sitio dan Salmon Meha, dikenal berkebutuhan khusus.

Meski begitu, keluarga Arnold Meha hidup mapan. Pernikahan ini membuat Anisa Florensia tampil sebagai sosok berkelas di media sosial, dengan unggahan foto-foto berpenampilan mewah.

Namun, kehidupan berada itu diduga justru memicu rasa iri di lingkaran pertemanannya. Komunikasi intens dengan teman SMP-nya, Lisbet Barasa (22), menjadi titik balik.

Lisbet, yang bekerja di dunia hiburan malam di Medan dan terjerat narkoba bersama suami sirinya Erwandi alias Iwan (39), perlahan menyeret Anisa Florensia ke lingkaran gelap.

Baca juga: Empat Pelaku Pesta Narkoba di Medan Usai Bunuh Dumaris Sitio

Potret pasangan Iwan dan Lisbet
Potret pasangan Iwan dan Lisbet (IST)

Anisa Terjerat Dunia Gelap

Pada tahun 2023, Anisa meninggalkan rumah mertuanya dan menetap di Medan bersama Lisbet.

Ia ikut bekerja di SPA dan hiburan malam, lalu berkenalan dengan Selamat alias Amat bin Ali Asan (34), teman suami siri Lisbet.

Hubungan siri dengan Selamat membuat Anisa semakin jauh dari kehidupan lamanya.

Keempatnya – Anisa, Lisbet, Erwandi, dan Selamat – menjadi pecandu narkoba.

Ketergantungan ini mendorong mereka mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang.

Lisbet kemudian diduga mengusulkan kepada Anisa untuk merencanakan perampokan terhadap keluarga Arnold Meha di Rumbai Pekanbaru, yang dikenal berada.

PERAMPOKAN - Aksi para pelaku pembunuhan disertai perampokan terhadap wanita bernama Dimaris Isni Sitio (60) di Pekanbaru, terekam CCTV. Korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Rabu (29/4/2026).
PERAMPOKAN - Aksi para pelaku pembunuhan disertai perampokan terhadap wanita bernama Dimaris Isni Sitio (60) di Pekanbaru, terekam CCTV. Korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Rabu (29/4/2026). (Istimewa)

Dari Perampokan ke Pembunuhan

Pada 8 April 2026, Anisa dan Selamat lebih dulu menggasak rumah keluarga Dumaris Sitio, mencuri Rp4 juta saat hanya Arnold berada di rumah.

Aksi pencurian ini menjadi pemanasan sebelum rencana besar.

Tanggal 25 April 2026, keempat pelaku tiba di Pekanbaru dan menginap di hotel melati di Jalan Riau. Mereka melakukan survei lokasi rumah korban. Rencana awal merampok berubah menjadi pembunuhan berencana terhadap seluruh penghuni rumah.

Pada 29 April, Anisa menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu di Jalan Sudirman.

Setelah itu, mereka menuju rumah Dumaris Sitio.

Anisa dan Lisbet masuk lebih dulu, berpura-pura bersilaturahmi.

Tak lama kemudian, Selamat (SL) masuk dengan alasan menagih uang taksi online.

Dengan balok kayu yang dibawa dari hotel, Selamat menghantam dada dan kepala Dumaris Sitio hingga tewas di kursi ruang tamu.

Mayat korban diseret ke kamar mandi, sementara CCTV rumah dirusak.

Arnold yang tiba di rumah kemudian diajak pergi oleh pelaku, dengan rencana untuk juga menghabisinya.

Namun eksekusi terhadap Arnold batal setelah pelaku panik di Minas, Siak.

Arnold diberi Rp50 ribu dan disuruh pulang.

Baca juga: SETELAH Mengeksekusi Dumaris Sitio di Rumbai, Keempat Pelaku Sempat Pesta Narkoba di Medan

Empat pelaku perampokan dan pembunuhan Dumaris Deniwati Sitio (60) ditangkap pada Sabtu (2/5/2026). Dua orang ditangkap di Aceh Tengah, sedangkan dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatra Utara (Sumut). (Istimewa/Tribunmedan.com)
Empat pelaku perampokan dan pembunuhan Dumaris Deniwati Sitio (60) ditangkap pada Sabtu (2/5/2026). Dua orang ditangkap di Aceh Tengah, sedangkan dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatra Utara (Sumut). (Istimewa/Tribunmedan.com) 

Motif dan Penangkapan

Kepada polisi, motif utama Anisa mengaku sakit hati. Ia mengaku tersinggung dengan ucapan keluarga mertuanya selama tinggal di rumah tersebut pada tahun 2022-2023 silam. 

Dendam bercampur dengan pengaruh narkoba menjadikan Anisa Florensia Tumanggor menjadi otak pembunuhan terhadap mertua sendiri.

Polisi akhirnya membekuk keempat pelaku. Anisa dan Selamat ditangkap di Aceh Tengah, sementara Erwandi dan Lisbet ditangkap di Binjai, Sumut.

Dua pelaku laki-laki dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat penangkapan.

PEMBUNUHAN - Tampang pembunuh Dumaris Deniwati Br Sitio (60) warga Jalan Kurnia, Limbangun Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, yang diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara, Minggu (3/5/2026). 
PEMBUNUHAN - Tampang pembunuh Dumaris Deniwati Br Sitio (60) warga Jalan Kurnia, Limbangun Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, yang diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara, Minggu (3/5/2026).  (IST)

Identitas Keempat Pelaku

1. Anisa Florensia Tumanggor (21) – warga Kuta Sabah, Parlilitan, Humbang Hasundutan, menantu korban, otak pelaku (positif narkoba).

2. Lisbet Barasa (22) – warga Sihotang Hasugian, Parlilitan, teman SMP Anisa, rekan kerja di hiburan malam dan SPA (positif narkoba).

3. Selamat alias Amat bin Ali Asan (34) – warga Bener Meriah, Aceh, eksekutor, pasangan siri Anisa Florensia (positif narkoba).

4. Erwandi alias Iwan (39) – warga Bener Meriah, Aceh, pasangan siri Lisbet, (positif narkoba).

Setelah melakukan perampokan dan pembunuhan terhadap Dumaris Sitio, keempatnya sempat melakukan pesta narkoba di Medan, sebelum berpencar ke Aceh Tengah dan Binjai.

Kasus ini menjadi potret kelam bagaimana pergaulan dan narkoba dapat menghancurkan kehidupan seseorang. Dari menantu yang hidup berada, Anisa kini harus menghadapi jeratan hukum sebagai otak pembunuhan terhadap mertua sendiri.

Daftar uang dan barang milik korban yang dibawa kabur oleh para pelaku:

Uang Tunai

  • Uang Dolar Singapura: Sebanyak SGD 400 (setara dengan sekitar Rp5,4 juta).
  • Uang Tunai Rupiah: Jumlah spesifik uang rupiah yang hilang masih dalam pendalaman polisi. 

Barang Berharga

  • Perhiasan Emas: Berbagai perhiasan milik korban dilaporkan hilang digondol pelaku.
  • Telepon Genggam (Handphone): Unit handphone milik korban turut diambil dari lokasi kejadian.

Berikut kronologi kejadian dan peran empat pelaku dalam kasus perampokan dan pembunuhan Dumaris (60) di Rumbai, Pekanbaru:

Kronologi Kejadian

  • 8 April 2026: AF (menantu korban) bersama SL (suami siri AF) lebih dulu merampok rumah korban, mengambil uang Rp4 juta. Saat itu hanya ada Arnold (anak korban) di rumah.
  • 25 April 2026: Keempat pelaku (AF, SL, EW, dan L) tiba di Pekanbaru. Mereka menginap di hotel melati di Jalan Riau dan mulai merencanakan aksi. Awalnya hanya berniat merampok, namun berubah menjadi rencana pembunuhan.

29 April 2026 (Hari Kejadian)

  • AF menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu di ruko Jalan Sudirman. Setelah itu, AF bersama L masuk ke rumah korban.
  • AF sempat menyapa dan mencium tangan mertuanya, Dumaris.
  • SL masuk berpura-pura menagih uang taksi online, membawa balok kayu yang sudah disiapkan.
  • SL memukul kepala dan dada korban berulang kali hingga tewas, lalu menyeret jasad ke kamar mandi.
  • SL dan EW merusak CCTV rumah korban.
  • Arnold tiba di rumah, namun dialihkan oleh AF dan L agar tidak melihat kondisi ibunya.
  • Arnold kemudian dibawa ke Minas, Siak, dengan rencana awal untuk dibunuh. Namun rencana batal, Arnold diberi uang Rp50 ribu dan disuruh pulang.
  • Para pelaku mengambil perhiasan emas, uang 400 dollar Singapura, paspor, dan ponsel korban.

Setelah Kejadian: Keempat pelaku melarikan diri ke Medan dan sempat pesta narkoba. Hasil tes menunjukkan mereka positif narkoba.

3 Mei 2026 (Ekspose Polisi): Tim gabungan Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Jatanras Ditreskrimum Polda Riau menangkap keempat pelaku.

  • AF dan SL ditangkap di Aceh Tengah.
  • EW dan L ditangkap di Binjai, Sumut.
  • SL dan EW ditembak di kaki karena melawan saat penangkapan.

Peran Empat Pelaku

Wanita AFT (21, menantu korban)

  • Otak pelaku, merencanakan aksi karena dendam kepada keluarga mertuanya.
  • Menikah dengan Arnold (anak korban) pada 2022, lalu pergi ke Medan pada 2023.
  • Menjalin hubungan siri dengan SL dan mengajak tiga lainnya melakukan aksi.

SL (34, suami siri AF)

  • Eksekutor utama.
  • Memukul korban dengan balok kayu hingga tewas.
  • Merusak CCTV rumah korban.

EW (39, teman SL)

  • Membantu eksekusi.
  • Membawa Arnold Meha ke Minas dengan sepeda motor, bagian dari rencana untuk menghabisi anak korban. Namun, eksekusi dibatalkan.

Wanita L (22, teman sekolah AF)

  • Menyediakan balok kayu dari hotel.
  • Mendampingi AF masuk ke rumah korban.
  • Mengalihkan perhatian Arnold agar tidak melihat kondisi ibunya.

Terperiksa:

  • Anak pertama korban, Arnold Meha, Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian. Ketiganya diamankan dan diperiksa karena diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor, mantan menantu korban. 
  • Meskipun diamankan dan diperiksa, ketiganya mengaku tidak terlibat langsung dalam aksi ini. Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian hanya mengenal keluarga korban dan juga pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved