Berita Binjai Terkini
Cegah Penyakit Mulut dan Kuku jelang Idul Fitri dan Idul Adha, Ratusan Ekor Sapi di Binjai Divaksin
Pemerintah Kota Binjai melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Pertanian mulai menggencarkan program vaksinasi bagi hewan ternak milik warga.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI – Pemerintah Kota Binjai melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Pertanian mulai menggencarkan program vaksinasi bagi hewan ternak milik warga.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kerap mengancam kesehatan sapi menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Kepala Dinas Ketapang dan Pertanian Kota Binjai, Gelora Jaya Nanda, menyatakan bahwa sejauh ini wilayah Binjai masih berada di zona hijau atau bebas dari laporan kasus PMK.
Meski demikian, pemberian vaksin tetap menjadi prioritas untuk membangun kekebalan kelompok pada hewan ternak agar ekonomi sektor peternakan di Binjai tetap stabil dan aman.
158 Ekor Sapi Divaksinasi dan Dipastikan Sehat
Dalam kegiatan kali ini, tim medis dari Bidang Peternakan melakukan vaksinasi massal di peternakan Tabebuya Farmland terhadap sedikitnya 158 ekor sapi.
Gelora Jaya Nanda memberikan apresiasi tinggi terhadap manajemen peternakan tersebut karena dinilai sangat bersih, sehat, dan memenuhi standar perawatan yang baik.
Pihak dinas berharap model peternakan yang bersih dan teratur ini dapat menjadi contoh bagi para peternak lain di seluruh penjuru Kota Binjai.
Keamanan pangan bagi masyarakat Binjai menjadi fokus utama pemerintah, terutama dalam memastikan daging yang beredar berasal dari hewan yang benar-benar sehat dan terawat.
Vaksinasi Gratis Diiringi Pemberian Vitamin dan Disinfektan Rutin
Pengelola Tabebuya Farmland, Muhammad Irsan, menyambut baik langkah proaktif dari Pemerintah Kota Binjai yang memberikan fasilitas vaksinasi secara cuma-cuma.
Selain mengandalkan vaksin, pihak pengelola juga melakukan langkah mandiri seperti penyemprotan disinfektan secara rutin dan pemberian vitamin untuk menjaga kebugaran sapi.
Kerja sama yang erat antara peternak dan Dinas Ketapang ini diharapkan mampu memutus mata rantai potensi penyebaran virus yang merugikan peternak secara finansial.
"Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada ternak kami yang terjangkit, semoga usaha ini berjalan lancar tanpa kendala ke depannya," pungkas Irsan pada Rabu (4/2/2026).
(cr23/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pecatan Polisi dalam Perkara 1 Kg Sabu Divonis Hakim PN Binjai 12 Tahun Kurungan Penjara |
|
|---|
| Mabes Polri Marah Lihat Oknum Penyidik pada Kasus 1 Kg Sabu yang Libatkan Pecatan Polisi di Binjai |
|
|---|
| Buron 4 Bulan, Tersangka Pengancaman Pakai Parang Panjang di Kota Binjai Diringkus Polisi |
|
|---|
| Kejari Binjai dan Kejatisu Didesak Agar Mendalami Aliran Fee 12 Paket Proyek DBH Sawit |
|
|---|
| PT Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan Jalan Tol Binjai-Langsa yang Longsor, Rampung 20 Januari 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ratusan-Sapi-di-Binjai-Divaksinasi_Dinas-Ketapang_.jpg)