Berita Medan
Antusias Pegiat Literasi Sumut Hadiri Dialog Publik Tanoto Foundation, Perkuat Kolaborasi
Sejak awal kegiatan, peserta tampak bersemangat mengikuti rangkaian diskusi dan pemaparan materi.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Antusiasme para pegiat literasi dari berbagai daerah di Sumatera Utara mewarnai kegiatan Dialog Publik Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumatera Utara yang diselenggarakan Tanoto Foundation, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini diikuti puluhan komunitas literasi dan forum jurnalis peduli Sumatera Utara (Sumut).
Sejak awal kegiatan, peserta tampak bersemangat mengikuti rangkaian diskusi dan pemaparan materi.
Mereka tidak hanya hadir sebagai pendengar, namun juga aktif menyampaikan pengalaman, tantangan di lapangan, hingga gagasan untuk memperkuat gerakan literasi dan numerasi di wilayah masing-masing.
Asmawati, Pendiri Komunitas Literasi Benih Embun Binjai, mengatakan tingkat literasi di daerahnya masih sangat rendah, bahkan masuk kategori merah.
Kondisi serupa juga ia temui di sekolah tempatnya mengajar sebagai guru di mana minat dan kemampuan literasi siswa masih memprihatinkan.
Melihat situasi tersebut, Asmawati membentuk komunitas literasi yang aktif turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi.
Tidak hanya menyasar siswa, komunitas ini juga melibatkan orang tua serta masyarakat agar kesadaran pentingnya budaya membaca dapat tumbuh secara luas.
“Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan literasi sebenarnya cukup besar. Namun, kegiatan literasi masih sangat jarang dilakukan sehingga akses dan kesempatan belajar menjadi terbatas,” ujarnya.
Karena itu, Asmawati berharap program CSR Tanoto Foundation di bidang literasi dapat memberikan dukungan lebih besar, khususnya bagi komunitas literasi yang bergerak di wilayah tertinggal di Sumatera Utara.
Tanoto Foundation menegaskan pentingnya literasi dan numerasi sebagai fondasi utama pendidikan dalam menyiapkan masa depan anak.
Hal itu disampaikan Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, dalam kegiatan dialog publik peningkatan literasi dan numerasi di Sumatera Utara.
“Literasi dan numerasi adalah fondasi. Melalui kolaborasi multipihak dan partisipasi semesta, kita memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam menguasai keterampilan dasar untuk masa depan mereka,” ujar Medi.
Ia menjelaskan, hasil PISA 2022 menunjukkan Indonesia masih menghadapi tantangan besar, di mana hanya 25 persen siswa mencapai rata-rata literasi membaca dan hanya 18 persen mencapai rata-rata matematika. Menurutnya, penguatan kemampuan dasar harus dilakukan sejak kelas awal agar siswa mampu memahami pelajaran yang lebih kompleks.
Medi menyebut Kemendikdasmen menggandeng Tanoto Foundation bersama Gates Foundation dan UNICEF untuk percepatan literasi dan numerasi nasional. Di Sumatera Utara, program ini melibatkan Kota Medan dan Pematangsiantar. Secara nasional hingga 2029, program menargetkan pendampingan 500 SD negeri, pelatihan 1.500 guru dan kepala sekolah, serta menjangkau sedikitnya 45.000 siswa.
| LBH APIK Gelar Lokakarya, Bahas Tantangan Implementasi UU TPKS di Sumut |
|
|---|
| Indosat Percepat Strategi AI Nasional, Bagikan Dividen Rp111 per Saham |
|
|---|
| Sarah Saing, Puteri Remaja Indonesia Sumut 2026, Gaungkan Generasi Cerdas Tanpa Pergaulan Bebas |
|
|---|
| Zamatra AI Fest 1, Angkat Restorasi Hulu-Hilir Sumut Lewat Teknologi Kecerdasan Buatan |
|
|---|
| Rampas Hak Publik, Dewan Kritisi Alih Fungsi Trotoar Gerai JCO di Jalan Adam Malik Medan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-kegiatan-Dialog-Publik-Peningkatan-Literasi-dan.jpg)