Berita Advertorial

Industri Karet Deli Resmikan PLTS Atap 10 MWp, Tekan Emisi 10 Ribu Ton CO₂ per Tahun

PT Industri Karet Deli (IKD) resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas sekitar 10 MWp.

|
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PLTS ATAP - Jajaran manajemen PT Industri Karet Deli bersama perwakilan Pemerintah Kota Medan, PLN, mitra internasional, dan pengembang proyek saat Inauguration Ceremony Project PLTS Atap 10 MWp di Kota Medan, Rabu (28/1/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PT Industri Karet Deli (IKD) resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas sekitar 10 MWp, yang tercatat sebagai PLTS atap terbesar di sektor industri di Sumatera Utara hingga saat ini.

PLTS atap tersebut terpasang di fasilitas produksi IKD di Kota Medan dengan kapasitas terpasang mencapai 10.004.630 Watt peak (Wp). 

Sistem ini dirancang untuk mendukung langsung kebutuhan operasional pabrik sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap transisi energi bersih.

Direktur PT Industri Karet Deli, Darkiat Tjangnaka, menyampaikan bahwa pengoperasian PLTS atap ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam menjawab tantangan industri masa depan.

“Peresmian dan pengoperasian PLTS atap berkapasitas 10 MWp ini menjadi tonggak penting dalam transformasi energi PT Industri Karet Deli. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan langsung untuk mendukung operasional pabrik, meningkatkan efisiensi energi, serta memperkuat ketahanan pasokan listrik perusahaan,” ujar Darkiat.

Ia menegaskan, pemanfaatan energi surya bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bentuk tanggung jawab industri terhadap lingkungan.

“Kami meyakini bahwa industri masa depan adalah industri yang unggul secara ekonomi sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan. Karena itu, ke depan kami juga berkomitmen untuk terus mengkaji peluang penambahan kapasitas PLTS atap seiring perkembangan kebutuhan energi dan teknologi,” katanya.

Secara teknis, PLTS atap IKD mampu menghasilkan energi listrik ramah lingkungan dengan estimasi produksi sekitar 12–13 GWh per tahun. 

Dari sisi lingkungan, sistem ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon hingga 10.000 ton CO₂ per tahun, atau setara dengan menanam sekitar 450.000 pohon.

Selain fungsi energi, kehadiran PLTS atap juga mengubah wajah kawasan industri IKD. Dari jalur Marelan menuju Tanjung Mulia, bentangan atap pabrik kini tampak mencolok karena tidak lagi menggunakan atap seng konvensional, melainkan dilapisi material kaca kristal yang sekaligus menjadi media panel surya.

Menurut Darkiat, keberhasilan proyek PLTS atap tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari investor, Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), Pemerintah Kota Medan, mitra teknis, hingga tim internal perusahaan.

“Selama kurang lebih satu tahun terakhir, tim Greenroof Indonesia bersama tim IKD bekerja menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari faktor cuaca hingga dinamika teknis. Meski sempat ada kendala, proses energizing akhirnya berhasil diselesaikan pada 2025,” jelasnya.

Darkiat berharap langkah yang dilakukan PT Industri Karet Deli dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri lain di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan, untuk mulai beralih ke energi baru dan terbarukan.

“Kalau dunia industri bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar. Energi surya adalah masa depan, dan masa depan itu harus kita siapkan dari sekarang,” tukasnya.

Peresmian PLTS atap ini turut dihadiri perwakilan resmi Pemerintah Kota Medan, Wakil Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Head of Economic Affairs Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia, perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia, PT PLN (Persero), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Provinsi Sumatera Utara, Kadin, Apindo, serta jajaran manajemen PT Industri Karet Deli.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved