Pengunjung Sport Center Khawatir soal Keamanan, Destinasi Favorit Warga untuk Olahraga  

Jumlah kunjungan di tempat ini semakin padat saat Minggu pagi. Saat itu, pedagang yang berjualan di tempat ini pun semakin banyak. 

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
Pedagang UMKM melayani pembeli yang datang ke kawasan Sport Center Batang Kuis Deliserdang untuk membeli berbagai jajanan, Minggu (27/7/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUK PAKAM - Kawasan Sport Center yang berada di Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang, belum mendapat pengelolaan yang maksimal dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. 

Meski kawasan ini sudah menjadi salah satu tempat destinasi favorit warga setiap harinya, namun banyak pengunjung termasuk pedagang UMKM yang belum mendapatkan kenyamanan ketika berada di tempat ini. Padahal ada ratusan orang yang setiap harinya datang ke lokasi. 

Selain sengaja datang karena untuk berolahraga, ada juga yang datang untuk berfoto-foto khususnya di depan Stadion Utama Sumatra Utara (SUSU) yang dibangun dengan megah untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON). 

Baca juga: Sekolah-Sekolah di Deli Serdang Keluarkan Dana Bos Untuk Kegiatan Sumut RUN di Sport Center

Jumlah kunjungan di tempat ini semakin padat saat Minggu pagi. Saat itu, pedagang yang berjualan di tempat ini pun semakin banyak. 

"Kita kalau datang ke tempat ini yang masih was-was soal parkir saja, Bang. Di sini parkir motor dan mobil juga kan belum bayar jadi kalau olahraga ya nggak nyaman juga kita. Kepikiran jugalah namanya kendaraan, takut jugalah kita kalau hilang," ujar Robby warga Batang Kuis, Senin (28/7/2025). 

Robby dan teman-temannya mengakui kalau di lokasi juga sudah ada pihak keamanan yang disiapkan untuk menjaga kendaraannya. Namun demikian, karena jumlah kendaraan begitu banyak tidak mungkin juga bisa diawasi seluruhnya.

Untuk hari biasa, jumlah kendaraan sepeda motor khususnya bisa sampai ratusan dan khusus di hari minggu bisa mencapai ribuan. 

"Menurut kami lebih bagus bayar, Bang yang penting aman dan kita juga nyaman lari-lari di sini. Tau lah kayak mana cepatnya maling sekarang, Bang. Hitungan detik dan pakai kunci T sekejab aja bisa kabur dia. Mana mungkin ratusan motor bisa dilihat sama petugas keamanan," kata Imam teman Robby. 

Pihak keamanan yang ada di kawasan Sport Center ini juga mengakui kalau parkir kendaraan di tempat ini belum berbayar. Disebutnya, belum ada arahan dari pimpinan untuk melakukan hal tersebut. Mereka sadar kalau tanggung jawabnya cukup besar. 

"Iya nggak bayar, Bang. Memang gitu disuruh," kata salah satu pihak keamanan. 

Dari amatan Tribun Medan, khusus untuk pedagang di kawasan Sport Center ini jumlahnya hanya ada belasan pada hari kerja. Namun saat hari libur, jumlahnya bisa mencapai 100 orang. 

Beragam jenis makanan dan minuman tersedia di tempat ini. Mereka juga sudah beberapa kali dipindah-pindahkan tempat jualannya sehingga merasa kurang nyaman. Belum ada penataan yang dilakukan pihak provinsi. 
"Kami kalau jualan hari Minggu datang saja, siapa cepat dia yang dapat lapaknya duluan di depan. Ya rebutanlah memang," ucap Abdi, salah satu pedagang. 

Saat hari Minggu, banyak pedagang yang lebih memilih berjualan di bagian samping Stadion SUSU. 
Selain berjualan dengan meja-meja portable, ada juga yang datang dengan membawa gerobak becak termasuk berjualan di atas motor. Karena dianggap berpenghasilan tinggi, jumlah pedagang di tempat ini pun terus bertambah setiap minggunya. 

Selain di bagian samping stadion, banyak juga pedagang yang tersebar dan menjajakan dagangannya di pinggir-pinggir jalan arteri menuju Bandara Kualanamu. 

Terkait keberadaan pedagang yang belum mendapat pembinaan di tempat ini, Dinas Koperasi dan UKM Deliserdang pun ikut buka suara. 

"Kita nggak bisa ngatur (pedagang) di situ karena itu Pemprov punya (aset). Tapi ada itu yang sebagian binaan provinsi (Dinas Koperasi dan UMKM). Kita nggak ada punya kewenangan di situ karena Pemprov punya," kata Kadis Koperasi dan UKM, Adela Sari Lubis.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved