Berita Viral
NASIB Pilu Alama, Hidup Bersama Anak di Gubuk Reyot Usai Ditinggal Suami, tak Pernah Dapat Bantuan
Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan bertahan hidup di rumah tak layak huni.
TRIBUN-MEDAN.com - Nasib pilu Alama, hidup bersama anak di gubuk reyot usai ditinggal suami.
Keluarga ini juga mengaku tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah.
Selama ini ia hanya mendapat bantuan dari orang-orang dermawan.
Baca juga: KADIS PUPR Sumut Topan Ginting Ditangkap KPK, Gubernur Bobby Nasution Berpotensi Dipanggil
Memilukan kehidupan seorang Ibu Rumah Tangga yang tinggal bersama sang anak di Sinjai, Sulawesi Selatan ini.
Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan bertahan hidup di rumah tak layak huni.
Dia adalah ST Alama (50) warga Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara.
Baca juga: ANCAMAN Wali Murid Untuk Bu Guru Cicih, Kasih Waktu Seminggu Soal Tabungan Murid, Tunggu Sejak 2017
Kondisi tempat bernaung ST Alam benar-benar memprihatinkan karena tampak rapuh.
Rumahnya terbuat dari kayu lapuk, dinding dan atap seng dengan ukuran lima meter.
Mirisnya ST alam ditinggalkan suaminya pada akhir tahun 2023.
Ia tinggal bersama anak semata wayangnya bernama Jumadil Asri.
Keluarga kecil ini tidak pernah terima bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Sinjai sejak tahun 2013.
“Sejak tahun 2013 sampai sekarang tidak terdaftar lagi sebagai penerima bantuan raskin,” kata Jumadil Asri kepada Tribun Timur, Jumat (27/6/2025).
Parahnya lagi mereka hanya sekali mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) saat pandemi Covid-19
Baca juga: HARTA KEKAYAAN Wakil Ketua DPRD Banten Budi Prajogo yang Teken Memo Penitipan Siswa SPMB 2025
“Sekarang bantuan pangan dan hanya menerima terakhir bantuan tahun 2021 masa pandemi Covid-19 bantuan BLT itupun hanya sekali setelah itu sampai sekarang tidak menerima lagi bantuan,” ujarnya.
Beruntung ST Alam kerap kali diberikan bantuan sembako dari uluran tangan dari para dermawan yang peduli dengan kondisinya saat ini.
ST Alam dulu bekerja sebagai penjual kue tradisional keliling.
Ia menjajakan dagangannya dengan berkeliling di instansi-instansi Pemda Sinjai.
Baca juga: NASIB PILU Topan Ginting, Baru Menjabat Kadis PUPR Sumut Sudah Ditangkap KPK
Namun karena kondisi kesehatannya terus menurun, ST Alam berhenti menjual kue tradisional.
ST Alam kini hanya menunggu bantuan dan uluran tangan untuk bertahan hidup.
Jumadil Asri mengaku sering kali mengusulkan bantuan bedah rumah ke pemerintah namun tidak pernah direalisasikan.
“Sudah berapa kali kami ajukan bantuan bedah rumah ke Baznas RI Pusat dan Instansi terkait namun tidak bisa terakomodir,” katanya.
Baca juga: Anggota V BPK RI, H. Bobby Adhityo Rizaldi Peringati Wafatnya Raja Sisingamangaraja XII
Ia berharap ada solusi dari pemerintah untuk memberikan solusi terkait kondisi kehidupan keluarganya.
“Harapannya Pemerintah memberikan solusi sehingga kami bisa mendapatkan penghidupan yang layak,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/NASIB-Pilu-Alama-Hidup-Bersama-Anak-di-Gubuk-Reyot-Usai-Ditinggal-Suami-tak-Pernah-Dapat-Bantuan.jpg)