Karo Terkini
Deleng Pitu Dayang Berpotensi Jadi Objek Wisata Baru, Disbudporapar Karo Gandeng Warga Berkolaborasi
Dengan kekayaan alam yang melimpah di Kabupaten Karo, membuat hampir seluruh wilayahnya terdapat spot yang bisa dijadikan objek wisata.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Dengan kekayaan alam yang melimpah di Kabupaten Karo, membuat hampir seluruh wilayahnya terdapat spot yang bisa dijadikan objek wisata.
Tak hanya yang mengandalkan alam, beberapa destinasi wisata buatan juga semakin ramai dikunjungi wisatawan.
Belakangan ini, salah satu daerah yang menjadi pilihan baru bagi sejumlah wisatawan terutama yang berbau pecinta alam, berada di Dusun Paya Mbelang, Desa Mbal-Mbal Petarum, Kecamatan Lau Baleng. Diketahui, lokasi tersebut merupakan hamparan perbukitan yang cukup luas dengan padang rumput yang mulai viral terutama di media sosial.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Karo Munarta Ginting, membenarkan adanya potensi destinasi wisata baru di wilayah tersebut. Dirinya menjelaskan, melihat hal ini pihaknya beberapa waktu terakhir telah mengunjungi lokasi tersebut untuk melihat secara langsung potensi apa yang bisa dimanfaatkan untuk destinasi wisata di Kabupaten Karo.
"Ya benar, kawasan itu namanya deleng pitu dayang yang memiliki arti gunung tujuh bidadari. Kita melihat saat ini sudah mulai viral dan ramai dikunjungi oleh wisatawan, tentunya ini merupakan potensi wisata baru di Kabupaten Karo," ujar Munarta, Selasa (6/5/2025).
Diungkapkan Munarta, dari kunjungan yang dilakukan beberapa waktu lalu ke lokasi tersebut pihaknya juga telah berkomunikasi langsung dengan masyarakat sekitar. Dimana, untuk pengembangan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata baru tentunya harus mendapatkan dukungan dan perhatian dari pemerintah.
Karena, sejauh ini menurut keterangan dari masyarakat setempat mereka sudah mulai sadar akan wisata dan sudah menyediakan paket-paket seperti adanya pemandu, penyediaan jasa penitipan kendaraan, dan lainnya. Namun begitu, dirinya menjelaskan dengan kehadiran pemerintah pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk berkolaborasi agar nantinya bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal lagi kepada wisatawan yang datang.
"Sudah kita kunjungi langsung ke sana, dan masyarakat juga ternyata menyambut baik dan memang ingin adanya peran serta dari pemerintah. Sehingga, nantinya kita bisa menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, dan bisa berkolaborasi dengan masyarakat terkait bagaimana SOP yang kita sepakati bersama," katanya.
Selain itu, dikatakan Munarta dengan kehadiran pemerintah juga turut serta menghindari adanya konflik di tengah masyarakat. Karena seperti diketahui, jika suatu wilayah sudah mulai viral dan ramai dikunjungi wisatawan dikhawatirkan akan timbul pergesekan karena saling klaim memiliki wilayah tersebut.
"Seperti informasi dari masyarakat sana, saat ini ada dua penyedia jasa. Jadi dengan kehadiran kita dari pemerintah, kita bisa menyamakan persepsi dan tentunya berdampak pada kenyamanan masyarakat," ucapnya.
Saat ini, dirinya menjelaskan pihaknya masih menunggu kabar lebih lanjut dari masyarakat setempat untuk nantinya dilakukan kunjungan lanjutan untuk mempersiapkan segala hospitality di kawasan tersebut. Nantinya, Disbudporapar Kabupaten Karo akan berkolaborasi dan berkontribusi dengan memberikan fasilitas dan pelatihan kepariwisataan bagi masyarakat setempat.
(mns/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Kabur ke Karo, Empat Pelaku Pencurian Bengkel di Medan Timur Diringkus Polisi |
|
|---|
| VIDEO JAKSA Ungkap Cara Amsal Sitepu Manipulasi Anggaran |
|
|---|
| Sosok Kasat Reskrim Karo AKP Eriks Nainggolan, Dapat Penghargaan Ungkap 7 Pembunuhan |
|
|---|
| Menyesap Kopi dan Roti Bakar Tradisional yang Dimasak Khusus Pakai Kayu Pohon Jeruk di Berastagi |
|
|---|
| Kejari Karo Tetapkan Eks Kepala BPHL Wilayah II Tersangka Korupsi Izin Penebangan Kayu di Siosar |
|
|---|