TRIBUN WIKI

Resimen Cakrabirawa, dan Letkol Untung Syamsuri Pamen TNI AD dalam G30S PKI, Jutaan Nyawa Melayang

Resimen Cakrabirawa merupakan Batalyon Kawal Kehormatan yang bertugas menjaga presiden Republik Indonesia. Pasukan ini terlibat dalam G30S PKI

|
Editor: Array A Argus
istimewa
Ilustrasi Soeharto saat pecahnya G30s PKI 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Peringatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (PKI) memasuki usia ke 59 tahun.

Sampai saat ini, ada beragam kenangan 'hitam' yang melekat di ingatan masyarakat Indonesia.

Mulai dari pembunuhan para jenderal TNI, hingga pembantaian massal masyarakat sipil yang dituduh sebagai anggota PKI.

Dalam tragedi G30S PKI ini, nama pasukan atau resimen Cakrabirawa ikut terseret.

Baca juga: Kumpulan Ucapan Peringatan G30S PKI yang Sarat Makna dan Muatan Doa, Bisa Kamu Bagikan di Medsos

Bahkan, sejumlah anggota TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara juga terlibat melancarkan gerakan G30S PKI.

Mereka yang terlibat dalam gerakan ini adalah Letkol Untung Syamsuri alias Koesman dan Kolonel Abdul Latief.

Keduanya merupakan perwira TNI Angkatan Darat.

Kemudian, ada juga Mayor Sujono dari TNI Angkatan Udara.

Sebelum jauh membahas soal G30S PKI, ada baiknya kita tahu apa itu resimen Cakrabirawa.

Sejauh mana keterlibatannya dalam G30S PKI yang kemudian menimbulkan pembunuhan massal di sejumlah daerah Indonesia.

Baca juga: CERITA Prajurit Cakrabirawa Culik Jenderal AH Nasution saat Tragedi G30S/PKI

Resimen Cakrabirawa

Dikutip dari Kompas.com, Resimen Cakrabirawa merupakan Batalyon Kawal Kehormatan yang bertugas menjaga presiden Republik Indonesia, yakni Presiden Soekarno dan sekitar kediamannya.

Pembentukan Cakrabirawa tidak lepas dari upaya percobaan pembunuhan Presiden Soekarno.

Salah satunya saat Hari Raya Idul Adha 14 Mei 1962 di halaman Istana Negara.

Sebelumnya Presiden Soekarno dijaga Detasemen Kawal Pribadi dari Kepolisian dan Detasemen Pengawal Khusus.

Baca juga: TERUNGKAP LOKASI Persembunyian Soeharto Saat G30S PKI hingga Tak Jadi Target Pembantaian!

Namun, dua satuan itu dirasa kurang menjamin keamanan Soekarno dan keluarganya sehingga dibentuklah Cakrabirawa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved