TRIBUN WIKI

Misteri Mejan Suku Pakpak, Peninggalan Sejarah Bernuansa Mistis yang Terlupakan

Suku Pakpak memiliki peninggalan sejarah berupa patung yang disebut mejan. Mejan ini diyakini mempunyai kekuatan magis

|
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALVI
Paul Berutu (57) penjaga Patung Mejan marga Berutu di Desa Padomoran Kabupaten Pakpak bharat. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Pakpak Bharat terdapat peninggalan sejarah yang belum mampu diungkap alasan keberadaannya.

Adapun peninggalan sejarah tersebut berupa patung-patung batu kuno, yang kemudian dinamai mejan.

Mejan adalah peninggalan sejarah suku Pakpak, yang diyakini memiliki kekuatan magis.

Di beberapa kampung, terdapat mejan yang dipercaya sebagai penjaga kampung.

Lokasinya ada di beberapa sudut, diletakkan begitu saja, hingga kondisinya ada yang rusak.

Pengunjung melihat Patung Mejan
Pengunjung melihat Patung Mejan (TRIBUN MEDAN/ANUGRAH)

Menurut informasi, mejan atau patung batu ini dahulunya digunakan sebagai berhala atau objek pemujaan.

Patung-patung ini menyimpan rahasia mendalam tentang peradaban masa lalu masyarakat Pakpak, memberikan sekilas gambaran tentang kehidupan mereka.

Tak terhitung jumlah arkeolog yang datang ke Pakpak Bharat hanya untuk meneliti mejan tersebut.

Patung-patung ini menampilkan sosok manusia yang mengendarai gajah, kuda, atau harimau.

Mejan dipercaya mengandung unsur mistik, menjadikannya simbol kebanggaan dan kejayaan masyarakat Pakpak.

Dalam masyarakat Pakpak, mejan dianggap sebagai lambang keberanian dan kebesaran, serta mencerminkan status sosial pemiliknya, yang disebut Pertaki, para pembuat dan pemilik patung ini.

Sayangnya, banyak mejan yang kini berada dalam kondisi rusak.

Beberapa patung kehilangan kepalanya, sementara patung-patung lainnya mengalami kerusakan akibat faktor alam atau tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Fenomena hilangnya kepala mejan ini bukan hal baru di kalangan masyarakat Pakpak Bharat.

Tim Peneliti Cagar Budaya dari Fakultas Ilmu Kebudayaan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta melaksanakan Diseminasi Hasil Laporan Akhir di hadapan seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kbaupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Senin (18/12/2023). (Diskominfo)
Tim Peneliti Cagar Budaya dari Fakultas Ilmu Kebudayaan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta melaksanakan Diseminasi Hasil Laporan Akhir di hadapan seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kbaupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Senin (18/12/2023). (Diskominfo) (Diskominfo)

Pencurian artefak ini sering kali melibatkan bukan hanya warga lokal, tetapi juga orang-orang dari luar daerah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved