Berita Viral

Nasib AG Bidan yang Bikin Mata Gadis 12 Tahun Buta Usai Beri 6 Macam Obat, Janji Tanggung Jawab

Beginilah nasib AG bidan yang diduga malpraktik di Palembang usai bikin gadis 12 tahun bernama Berlian Putri mengalami kebutaan setelah minum 6 macam

KOLASE/TRIBUN MEDAN
Nasib AG Bidan yang Bikin Mata Gadis 12 Tahun Buta Usai Beri 6 Macam Obat, Janji Tanggung Jawab 

TRIBUN-MEDAN.COM – Beginilah nasib AG bidan yang diduga malpraktik di Palembang usai bikin gadis 12 tahun bernama Berlian Putri mengalami kebutaan.

Adapun nasib Bidan AG kini disorot setelah Berlian Putri siswi SMP buta diduga korban malapraktik  setelah minum 6 macam obat dari bidan.

Terkini bidan AG dengan dugaan tindakan Malapraktik hingga menyebabkan anaknya kini nyaris alami kebutaan pun dilaporkan.

Seperti diketahui Berlian mendadak buta usai minum obat dari bidan berinisial AG.

Awalnya periksa karena demam, Berlian kini malah tak bisa melihat.

Sang ibu pun pilu memperjuangkan keadilan untuk anaknya.

Ia pun menyebut bahwa keluarganya tidak mampu.

Peristiwa ini terjadi di Kota Palembang.

Berlian mengalami kebutaan dan bola matanya nyaris lepas setelah mengkonsumsi enam jenis obat dari bidan

Dikutip Tribun-medan.com dari TribunJatim.com, Nila Sari ibunda dari Berlian mengungkapkan, peristiwa yang dialami anaknya itu berawal dari mengalami  demam yang disertai muntah dan mual pada Selasa, (02/07/2024) lalu. 

Nila lantas membawa sang anak ke seorang bidan tak jauh dari rumahnya di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang. 

Baca juga: Tersangka Bebas? Penjelasan Polrestabes Medan Status 4 Ketua Organisasi Mahasiswa Terlibat Kasus OTT

"Setelah diperiksa, anak saya dikasih enam jenis obat dari bidan," kata Nila mengawali cerita, Kamis (8/8/2024). 

Begitu sampai ke rumah, Berlian sang anak langsung mengkonsumsi obat yang diberikan dari bidan tersebut. 

Namun betapa terkejutnya Nila saat anaknya bangun keesokan harinya, Berlian mengalami ruam merah dan melepuh di sekujur tubuhnya. 

"Mata anak saya juga bengkak hingga tidak bisa berkedip," kata dia, melansir dari Sripoku.

Setelah dua hari mengkonsumsi enam jenis obat itu, sambungnya, kondisi ruam yang dialami Berlian pin justru makin bertambah parah.

Pada Jumat (05/07/2024), Nila kemudian kembali membawa anaknya ke Bidan AG guna menanyakan kondisi ruam dan mata anaknya yang membengkak. 

Tetapi, saat kembali ke Bidan itu, ia justru, mengatakan apa yang dialami korban lumrah dan mencontohkan pasien lain yang berobat dengan juga mengalami hal yang serupa dengan korban namun pulih kembali. 

Kekhawatiran Nila pun bertambah,  dengan kondisi anaknya tersebut,  Nila memutuskan untuk membawa ke RS Charitas Myria Palembang untuk mengobati apa yang dialami anaknya, pada Minggu (07/07/2024). 

Disana korban ditangani oleh dokter spesialis kulit dan dokter anak.

Korban bahkan juga menjalani rawat inap selama tujuh hari.

"Tetapi setelah seminggu dirawat kondisi anak saya pun tidak juga membaik, setelah itu Berlian saya bawa pulang ke rumah, lalu saya mengadu ke Dinas PPA Kota Palembang dan Sumsel," kata Nila.

Titemani oleh pihak dari Dinas PPA, Palembang, Nila Sari pun melaporkan peristiwa ini  ke SPKT Polda Sumsel.

Baca juga: Fransiskus Marbun Bikin Iptu Rudiana Tak Berkutik, Foto Helm Eky dan Tanda Tangan RS Jadi Bukti Kuat

Cari Donor Kornea Mata

Terkini, upaya pengobatan masih terus dilakukan keluarga agar Berlian Putri (12)  siswi SMP di Palembang buta diduga korban malapraktik bidan bisa kembali melihat. 

Didampingi ibu dan bibinya, Berlian mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara untuk berkonsultasi tentang pengobatan matanya, Senin (12/8/2024).

Berlian terlihat didampingi Ibu dan bibinya ke rumah sakit Bhayangkara dan diperiksa oleh dokter.

Balqis, Bibi Berlian mengatakan kedatangannya ke rumah sakit karena mendapatkan referensi dari salah satu kerabat dan ingin berkonsultasi mengenai pengobatan dan donor kornea.

"Kami dihubungi oleh Rumah Sakit, ada yang ngasih tau referensi kalau mau berobat coba ke RS Bhayangkara mungkin ada jalan keluar," ujar Balqis.

Pihak rumah sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang mengungkap akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit di Jakarta untuk turut membantu mencarikan donor kornea/mata.

"Kata dokter solusinya kalau ada donor kornea mata, itu diusahakan. Mereka akan diskusi dengan rumah sakit di Jakarta kalau ada yang bisa didonasikan ke Berlian nanti akan dihubungi, " katanya.

Pasca operasi, saat ini Berlian tetap menjalani kontrol rutin di Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin. Masih ada kemungkinan Berlian bisa melihat jika ada kornea mata.

"Harus cari kornea mata. Pemasangan kornea mata bisa dilakukan dengan syarat matanya masih bagus setidaknya ada bagian yang tidak rusak," katanya.

Baca juga: SINDIRAN Airlangga ke Bahlil Bikin Para Menteri Tertawa: Kursi Pak Kapolri Aja Ditarik Sama Dia

Terpisah Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto mengatakan, pihak rumah sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang sudah berkomunikasi dengan korban dan keluarganya.

"Keluarga korban sudah dihubungi oleh pihak rumah sakit dan korban disarankan datang untuk dicek dan konsultasi, " katanya.

Setelah dokter RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang memeriksa kondisi mata, memang terdapat indikasi kerusakan pada kornea mata.

"RS Bhayangkara Moh Hasan akan koordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara di Jakarta kalau ada kornea yang bisa didonorkan. Tapi kalau sudah ada, penanganannya kembali dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin, " tandasnya.

Baca juga: Berstatus Tersangka, 4 Ketua Organisasi Mahasiswa Terlibat OTT Dibebaskan, Penjelasan Kapolda Sumut

Bidan AG Janji Tanggung Jawab

Bidan AG, wanita yang diduga melakukan malapraktik terhadap anak perempuan bernama Berlian (13), warga Jalan Sukakarya, Sukarami, Palembang mengaku akan bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut.

Diketahui, Berlian kini buta, setelah mengkonsumsi 6 obat yang diberikan oleh AG.

"Saya ini orang susah juga, suami saya tidak bekerja. Namun saya bertanggung jawab untuk kesembuhan Berlian," katanya terlihat dengan wajah cemas saat menggelar mediasi pada Kamis (8/8/2024).

"Hingga kini Berlian masih dalam pasca mengobatan, saya tetap bertanggung jawab, untuk mengantar, mengontrol, dan mengobati Berlian hingga Berlian sembuh," pungkasnya. 

(*/Tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram Twitter dan WA Channel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved