Pendidikan

Konsulat Amerika Terapkan Peningkatan Literasi Anak Yabes dengan Story Telling Pelukis Awan

Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Kristy Modhorst, melakukan kunjungan ke Yayasan Pendidikan

|
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Dedy Kurniawan
Ho/Tribun-Medan.com
Kosulat Jenderal Amerika Kristy Modhorst dan Joshua Gonzalez diulosi saat kunjungi Yayasan Pendidikan Yabes, 2 Agustus 2024. (HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM – Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Kristy Modhorst, melakukan kunjungan ke Yayasan Pendidikan Yabes, Tanjung Mulia, Medan, 2 Agustus 2024.

Baca juga: Polres Pelabuhan Belawan dan Gerakan Kolaborasi Belawan Berkah Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga

Dalam kunjungan ini Kristy didampingi Joshua Ginzalez yang merupakan anggota Konsulat Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Como 1907 Rekrut Pemain Keturunan Indonesia Lagi, Sepakat Datangkan Kevin Diks

Pengelola Yayasan Pendidikan Yabes, Reni Rosianna Lumban gaol, mengatakan jika kehadiran Konsulat Amerika dalam rangka peningkatan literasi anak dengan pembelajaran berkonsep story telling.

Baca juga: Como 1907 Rekrut Pemain Keturunan Indonesia Lagi, Sepakat Datangkan Kevin Diks

“Anak-anak diajak memahami kehidupan dengan cerita The Cloud Artist atau Pelukis Awan. Dengan cara ini, mereka lebih betah belajar dan mendengarkan kisah hingga akhir cerita,” ucapnya.

Baca juga: NASIB Briptu Yuli Setiyabudi, Disidang Etik Usai Unggah Video Kritik Polri, Sumbang Sebagian Gajinya

The Cloud Artist mengisahkan kehidupan sepasang suami istri yang tinggal di Choctaw Country. Mereka belum memiliki anak meskipun usia pernikahan mereka sudah cukup lama.

Suatu hari mereka memohon kepada langit untuk seorang anak maka untuk waktu yang tidak begitu lama datanglah seorang anak ke dalam keluarga mereka, yang mereka beri nama Leona. Suatu hari Leona berbaring di padang rumput dan mencoba melukis langit, tiba-tiba terjadi keajaiban, awan-awan bergerak untuk membentuk apa yang Leona lukiskan. Kemampuan dia melukis awan membuat dia terkenal dan bisa menghasilkan uang. Tetapi dia memilih untuk melukis awan dan membagikan kepada orang-orang secara gratis agar dapat menikmati keindahan awan yang dilukisnya.  

 

Setelah dewasa, dia melukis para orang-orang menari di awan dan itu membuat dia mendapatkan jodoh seorang prajurit yang bernama Allen. Akhirnya mereka menikah dan memperoleh dua orang anak. Waktu berjalan dengan cepat, Leona sudah menjadi seorang nenek. Suatu hari cucunya membawa dia untuk melihat bagaimana cucunya bisa melukis awan dan dia teringat akan masa mudanya yang mengajak orangtuanya untuk melihat dia melukis awan. 

 

Cerita ini mengajarkan siswa/i hidup seperti awan, ditiup angin akan berlalu. Begitu juga dengan hidup kita akan berlalu dengan cepat, yang penting hidup diisi dengan hal-hal yang baik supaya orang akan mengingat kita di saat kita sudah tiada. 

 

Setelah mendengarkan cerita siswa SD dan SMP Yayasan Pendidikan Yabes diperbolehkan bertanya kepada Kristy dan Joshua.

 

Seorang siswi bertanya mengenai cara menerapkan budaya Amerika kepada orang Indonesia.

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved