Berita Viral
KADIV PROPAM Pengganti Sambo Naik Pangkat Bintang 3, Belum Pernah Jadi Kapolda, Pengamat Heran
Irjen Syahardiantono promosi jenderal bintang tiga menjabat Kabaintelkam Polri.
TRIBUN-MEDAN.COM - Sosok Irjen Syahardiantono menjabat Kadiv Propam Polri sejak 8 Agustus 2022 menggantikan Ferdy Sambo.
Kini, Irjen Syahardiantono promosi jenderal bintang tiga menjabat Kabaintelkam Polri.
Adapun berdasarkan ST/1236.VI/KEP.2024, Irjen Syahardiantono menggantikan Komjen Suntana sebagai Kabintelkam Polri.
Komjen Suntana dimutasi menjadi Pati Baintelkam Polri dalam rangka pensiun.
Pengangkatan Kabaintelkam ini turut dikritik Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto.
Bambang mempertanyakan promosi Irjen Syahardiantono yang kini naik pangkat jadi jenderal bintang tiga.
Sebab, kata Bambang, pemilihan perwira tinggi yang mengisi jabatan jenderal bintang tiga seharusnya pernah menjabat sebagai kapolda minimal dua kali, salah satunya harus di polda bertipe A plus.
Bambang pun mempertanyakan sistem meritokrasi di tubuh Polri terkait promosi tersebut.
Kendati menilai Irjen Syahardiantono cukup mumpuni mengisi jabatan Kabaintelkam, Bambang mempertanyakan motif di balik penunjukkannya.
"Jadi, promosi beliau sebagai Kabaintelkam tentunya layak dipertanyakan, apa motif di baliknya?” kata Bambang dikutip Kompas.id.
Menurut Bambang, promosi tersebut mengindikasikan "penataan gerbong" jelang suksesi presiden dari Joko Widodo (Jokowi) ke Prabowo Subianto pada Oktober 2024 mendatang.
Bahkan, Bambang menilai, mutasi ini bisa jadi persiapan pergantian jabatan kapolri yang saat ini diisi Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Listyo Sigit saat ini telah menjabat sebagai Kapolri selama empat tahun.
Irjen Syahardiantono merupakan satu kelas atau satu angkatan AKPOL 91 dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Syahardiantono lahir 2 Februari 1970 di Blora, Jawa Tengah, sama dengan tanah kelahiran Wakapolri Komjen Agus Andrianto.
| PILU Suliani Pengungsi Dampak Kebakaran Pabrik Mainan Medan Johor, Bolak-Balik Ternyata Belum Padam |
|
|---|
| KLARIFIKASI Pemko Medan Soal Anggaran Minum Walikota Capai Rp 1,1 Miliar, Ternyata Informasi Keliru |
|
|---|
| VIRAL Anggaran Minum Wali Kota Medan Rp 1,1 M, Setda Buka Suara: Bukan Hanya untuk Wali Kota |
|
|---|
| KORBAN Kebakaran Pasar Parluasan Bakal Dapat Rp10 Juta, Pemilik yang Sewakan Kios tak Kebagian |
|
|---|
| PILU Murni Diduga Dipukul Suami dan Ipar Hingga Pendarahan, Putrinya Ikut Kena Tendang Sang Ayah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Berikut-profil-Syahardiantono-atau-Syahar-Diantono.jpg)