Senin, 29 Juni 2026

Berita Viral

Tanggapan Istana, 5 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal Ikut Latihan Militer

Kritikan muncul dari DPR hingga Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak  latsamil distop. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Istimewa/Grafis TribunMedan
NOVIA SIHOTANG - Calon manajer Koperasi Desa Merah Putih Novia Sihotang, satu dari 5 peserta yang meninggal saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Istana menanggapi terkait meninggalnya kelima peserta Latsamil tersebut 

TRIBUN-MEDAN.com - Lima calon calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (Latsarmil).

Kritikan muncul dari DPR hingga Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak  latsamil distop. 

Lima peserta Latsamil meninggal hanya dalam kurun 2 pekan pelaksanaan latsarmil.

5 Calon manajer Koperasi Merah Putih tersebut yakni

  1. Anisa Muyassaroh
  2. Yonanda Muhammad Taufiq
  3. Novia Rahmadhani Sihotang asal Padangsidimpuan, Sumatra Utara (Sumut).
  4.  Muhammad Rifki Renaldi Gunawan. 
  5. Nola Diasari

Pelatihan ini dinilai tak berkaitan dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.

Bagaimana tanggapan istana?

Istana melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan bahwa latihan dasar kemiliteran (Latsarmil)   tetap dilanjutkan.

Untuk diketahui Program Latsarmil tersebut menjadi sorotan setelah 5 calon manajer KDMP dan KNMP meninggal dunia.

“Jadi semuanya tetap berjalan tetapi diperbaiki, dievaluasi supaya lebih baik,” kata Juri di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (29/6/2026).

Menurut Juri pendidikan Latsarmil diberikan kepada para calon manajer KDMP/KNMP agar mereka memahami dan memiliki komitmen kuat terhadap kebangsaan. Oleh karena itu para calon manajer dibekali pendidikan mental dan ideologi yang kuat selain keterampilan manajerial dalam pengelolaan Koperasi Merah Putih.

“Ya karena kan memang manajer ini kan dibekali oleh bukan hanya keterampilan manajerial di dalam mengelola Koperasi Merah Putih, tetapi juga memang pembekalan untuk menjadi manajer-manajer yang betul-betul memahami dan memiliki komitmen kuat untuk kebangsaan. Jadi latihan-latihan yang sifatnya pembekalan pada mental, ideologi itu yang juga diberikan kepada mereka,” katanya.

Juri mengatakan pendidikan bagi para Calon Manajer Koperasi Merah Putih tetap berlanjut karena prosesnya sudah berjalan dan mereka harus segera bekerja.

“Tapi secara umum tentu karena proses ini sudah berlangsung dan memang tenaga manajer untuk Koperasi Merah Putih juga harus segera bekerja sehingga pelatihan tetap jalan terus tetapi masukan dari berbagai pihak tentu diperhatikan,” katanya.

Meskipun demikian Juri memastikan bahwa evaluasi akan dilakukan terhadap pendidikan para calon manajer Koperasi Merah Putih agar berjalan lebih baik dan kejadian meninggalnya peserta dapat dihindari.

“Evaluasi itu atau perbaikan-perbaikan itu terus ya dilakukan. Tapi intinya adalah memitigasi supaya tidak terjadi masalah seperti yang sudah terjadi meninggalnya 5 orang itu tadi. Jadi insya Allah ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban,” pungkasnya.

Kontras Desak Hentikan Seluruh Rangkaian Latsamil

Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya menyebut desakan penghentian Latsamil muncul usai tewasnya lima orang calon manajer KDMP dalam pelatihan tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 32 - Babak 32 Besar
Senin, 29 Juni 2026 | 02:00 WIB
South Africa
Afrika Selatan
0 - 1
Canada
Kanada
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved