Ibu dan Anak di Hamparan Perak Tewas

Kesaksian Warga Melihat Ibu dan Anak Tewas Tertimpa Pohon di Hamparan Perak, 2 Luka-luka

Selain korban tewas, dua orang lain yakni Jhonson Tarihoran (44) suami Riani dan tetangga mereka Kanaya Azahra (14) patah tulang.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Anggi Gultom (kaus biru), saksi peristiwa menakutkan yang menewaskan Riani Sitinjak dan anaknya Rizky Maulana Tarihoran tertimpa pohon dan reruntuhan bangunan bengkel tempat mereka berwirausaha pada Kamis 20 Juni malam sekira pukul 22:00 WIB. Selain dua korban tewas, dua lainnya luka-luka. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Anggi Gultom, menjadi saksi peristiwa menakutkan yang menewaskan Riani Sitinjak dan anaknya Rizky Maulana Tarihoran tertimpa pohon dan reruntuhan bangunan bengkel tempat mereka berwirausaha pada Kamis 20 Juni malam sekira pukul 22:00 WIB. 

Selain korban tewas, dua orang lain yakni Jhonson Tarihoran (44) suami Riani dan tetangga mereka Kanaya Azahra (14) patah tulang.

Diceritakan Anggi, saat kejadian hujan deras disertai angin kencang sedang melanda Desa Klambir V Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang.

Anggi Gultom (kaus biru), saksi peristiwa menakutkan yang menewaskan Riani Sitinjak dan anaknya Rizky Maulana Tarihoran tertimpa pohon dan reruntuhan bangunan bengkel tempat mereka berwirausaha pada Kamis 20 Juni malam sekira pukul 22:00 WIB. Selain dua korban tewas, dua lainnya luka-luka.
Anggi Gultom (kaus biru), saksi peristiwa menakutkan yang menewaskan Riani Sitinjak dan anaknya Rizky Maulana Tarihoran tertimpa pohon dan reruntuhan bangunan bengkel tempat mereka berwirausaha pada Kamis 20 Juni malam sekira pukul 22:00 WIB. Selain dua korban tewas, dua lainnya luka-luka. (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)

Saat itu dia yang sedang melintas tak jauh dari lokasi kejadian melihat angin begitu kencang menggoyangkan dahan-dahan pohon dan atap rumah warga.

Seketika pohon yang posisinya berada di belakang bengkel tempat korban tumbang ke arah jalan dan mengeluarkan suara dentuman.

Beberapa saat kemudian ia melihat Jhonson Tarihoran berlari menahan sakit sambil meminta pertolongan kepada warga.

Disinilah ia mulai mendatangi Jhonson untuk menanyakan apa yang terjadi.

Setelah mengetahui ada tiga orang tertimpa pohon dan reruntuhan ia langsung mencari pertolongan lain ke warga pintu ke pintu sampai akhirnya warga keluar membawa parang untuk memotong ranting.

Tak langsung bisa dievakuasi, warga dan aparat membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk mengeluarkan dua korban tewas dan satu luka dari reruntuhan.

Nahasnya, dua orang Riani Sitinjak dan anaknya Rizky Maulana Tarihoran tewas.

Suasana rumah duka dua korban tewas Riani Sitinjak dan anaknya Rizky Maulana Tarihoran akibat tertimpa pohon ketika hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Klambir V Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang pada Kamis 20 Juni malam. 
Suasana rumah duka dua korban tewas Riani Sitinjak dan anaknya Rizky Maulana Tarihoran akibat tertimpa pohon ketika hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Klambir V Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang pada Kamis 20 Juni malam.  (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)

"Yang tiga itu di dalam satu jam lebih tidak bisa dievakuasi karena tidak ada alat. Kapak dan parang tidak mampu,"cerita Anggi saat diwawancarai di rumah duka, Jumat (21/6/2024).

"Mungkin terlambat di evakuasi. Dua orang meninggal dunia, sementara satu masih kritis di rumah sakit,"sambungnya.

Setelah semua korban berhasil dikeluarkan dari reruntuhan bangunan dan pohon jati, mereka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Korban Kanaya Azahra, meski selamat, ia patah tulang belakang dan saat ini masih kritis.

Kata Anggi, proses evakuasi dan pembersihan dahan pohon selesai sekitar pukul 01:00 WIB dinihari.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved