Sumut Hebat

Pj Gubernur Sumut Rakor Bersama Kementerian Bahas Pengendalian Inflasi Daerah

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah

Editor: Jefri Susetio
istimewa
Pj. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin mengikuti Rapat Koordinasi secara daring dalam rangka Pengendalian Inflasi Tahun 2024 melalui Zoom meeting yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri di Ruang Sumut Smart Province Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan. 

TRIBUNMEDAN.COM, MEDAN - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah, secara virtual bersama sejumlah kementerian. Mereka membahas pengendalian inflasi daerah.

"Kita terus melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran OPD terkait dalam pengendalian inflasi. Dan, berkoordinasi dengan BPS, Bank Indonesia, Bulog, kabupaten/kota," ujar Pj Gubernur Sumut, Hassanudin di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro.

Adapun sejumlah kementerian yang ikut rapat tersebut di antaranya, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian.

Baca juga: Pj Gubernur Sumut Hadiri Fun Walk Himpunan Warga Tasbih 2 Kota Medan, Warga Berebut Selfie

 

Dan, Badan Pangan Nasional (BPN), Mabes TNI, Polri, Kejaksaan dan seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

Seperti diketahui, bahwa pada Mei 2024, terjadi inflasi year on year (y/y) Provinsi Sumut sebesar 4,26 persen.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Karo sebesar 5,37 persen dan terendah di Kota Gunungsitoli sebesar 3,51 persen.

Sementara inflasi month to month (m-to-m) Sumut sebesar 0,48 persen. Faktor pemicu terjadinya inflasi adanya kenaikan sejumlah harga komoditas pangan seperti cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras.

Sedangkan Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan bagi provinsi, kabupaten/kota dengan inflasi tertinggi agar segera melakukan evaluasi seperti rapat koordinasi.

Sehingga inflasi di daerah bisa terkendali. Dan, ia meminta kepala daerah untuk mengecek harga kebutuhan pokok.

Sebab, beberapa hari lagi akan merayakan hari raya Idul Adha.

"Untuk inflasi provinsi tertinggi terjadi di Papua Tengah 5,39 persen, Gorontalo 4,91 persen, dan Papua Barat 4,58 persen. Sementara provinsi dengan inflasi terendah ada di Bangka Belitung dan Sulawesi Barat 1,25 persen. Sementara untuk kabupaten dengan inflasi tertinggi ada di Kabupaten Nabire 7,58 persen dan inflasi kota tertinggi di Ambon 4,6 persen," katanya.

Sementara itu, Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Inti Pertiwi Nashwari menuturkan, sedang dilakukan pengembangan bawang merah di wilayah minus atau deficit dengan program champion.

Sementara Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian Inti Pertiwi Nashwari menyampaikan sejumlah upaya pengembangan bawang merah di wilayah minus atau defisit, dengan program champion.

Lebih lanjut ia bilang champion berperan sebagai mentor, pembina, pembimbing, pendamping untuk melatih petani lokal setempat dalam membudidayakan bawang merah di wilayah defisit.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved