Nenek Dibunuh Pacar di Madina
Kronologi Nenek 65 Tahun Dibunuh Pacar Berondongnya, Pelaku Pura-pura Korban Diterkam Harimau
Awalnya, masyarakat mengira korban tewas akibat diterkam harimau saat sedang memperbaiki saluran air di belakang rumahnya.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh menceritakan bagaimana pihaknya mengungkap misteri kematian Arni Lubis, nenek 65 tahun yang ditemukan tewas pada 24 April lalu di belakang Musala Desa Hutapadang, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal.
Awalnya, masyarakat mengira korban tewas akibat diterkam harimau saat sedang memperbaiki saluran air di belakang rumahnya.
Sebab, ada luka seperti bekas cakar, bekas seretan jasad korban sejauh 50 meter, dan barang pribadi korban yang terpisah.
Tidak percaya begitu saja, personel Polsek Kotanopan, Polres Mandailing Natal tetap melakukan penyelidikan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bukti di lokasi.
Kemudian memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian, melakukan visum serta mengambil keterangan dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam.
Dari rangkaian acara barulah terungkap korban bukan tewas diterkam harimau seperti yang digembar-gemborkan oleh pelaku maupun dugaan warga.
Lalu penyelidikan mengerucut pada Paoji, pria 32 tahun yang belakangan menjalin hubungan asmara dengan korban sejak 2 tahun ini.
Alhasil, Polisi menangkap Paoji pada 5 Mei 2024 lalu tanpa perlawanan.
"Namun demikian kami dari Polres Mandailing Natal tidak percaya hal tersebut sehingga tetap melakukan penyelidikan.Hasil penyelidikan tersebut ditemukan adanya peristiwa dugaan tindak pidana kekerasan terhadap korban sehingga menyebabkan meninggal dunia,"ungkap AKBP Arie Sofandi Paloh, Sabtu (11/5/2024).
Hasil penyelidikan, Arni Lubis (65) dibunuh oleh Paoji (32) dengan cara didorong ke tanah hingga kepalanya terbentur sudut beton jalan.
Pembunuhan terjadi ketika keduanya bertemu dan berbincang-bincang sekitar 50 meter dari lokasi penemuan mayat.
Motifnya lantaran pelaku emosi korban meminta dinikahi, sedangkan usia mereka berjarak 33 tahun.
Kemudian korban juga mengancam akan menusuk anak korban jika ngotot tidak mau menikahinya dan memilih wanita lain.
"Dengan motif korban ingin pelaku menikah dengannya. Korban cemburu pelaku menikah dengan wanita lain, sehingga korban mengatakan akan menusuk anak pelaku jika pelaku tdak menikah dengan korban,"kata Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh, Sabtu (11/5/2024).
Setelah membunuh korban, pelaku menyeret mayatnya sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kapolres-Madina-AKBP-Arie-Sofandi-Paloh-saat-memaparkan-kasus-pembunuhan-Arni-Lubis.jpg)