Berita Medan
Proyek Pembangunan Depo BRT Mebidang Dimulai, Anggaran Capai Rp 1,9 Triliun
BRT ini merupakan proyek Kementerian Perhubungan yang anggarannya dibiayai oleh World Bank dan AFD Francis sebesar 1,9 triliun.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Proyek Pembangunan Depo (tempat pemberhentian) Bus Rapit Transit (BRT) Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang) dimulai.
Hal itu diketahui Tribun Medan saat Wali Kota Bobby Nasution beserta jajaran meresmikan pengerjaan proyek pembangunan Depo di Terminal Amplas Jalan Timbangan Deli, Jumat (19/4/2024)
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis menjelaskan BRT adalah angkutan massal yang memiliki jalur khusus, sehingga penumpang bisa sampai tepat waktu dan efektif secara biaya.
Menurut Iswar, BRT ini merupakan proyek Kementerian Perhubungan yang anggarannya dibiayai oleh World Bank dan AFD Francis sebesar Rp 1,9 triliun.
Dijelaskan Iswar, nantinya ada 515 unit BRT dengan 32 halte BRT sepanjang 21 KM jalur khusus yang akan mulai dibangun secara bertahap.
"Secara keseluruhan proyek ini baru selesai di tahun 2027. Namun di tahun ini kita mulai bangun prasarananya terlebih dahulu. Mulai dari depo di Terminal Amplas dan beberapa depo lainnya," jelasnya, Jumat (19/4/2024).
Menurutnya, selain membangun prasarana, tahun ini juga pihak Kementerian Perhubungan juga akan melakukan beberapa pelelangan untuk jalur dan halte.
"Kita targetkan Bulan Juli atau Agustus sudah ada beberapa koridor dan BRT yang mulai berjalan di Kota Medan. Karena ini sistemnya bertahap," ucapnya.
Untuk jalur khusus BRT Kota Medan, kata Iswar itu dimulai dari Terminal Amplas hingga Terminal Pinang Baris.
"Untuk depo yang akan dibangun di awal proyek ini yakni Depo Terminal Amplas, Terminal Pinang Baris dan Tanjung Sari," jelasnya.
Disinggung bagaimana nasib angkutan kota (angkot) Medan apabila BRT sudah berjalan, Iswar menjelaskan, nantinya akan ada pengurangan angkot.
"Selain itu para supir angkot ini, nantinya juga akan dilibatkan ke dalam Program BRT," ucapnya.
Wali Kota Medan Bobby Nasution, mengatakan, BRT ini sudah dibahas sejak tahun 2021 oleh Pemko Medan.
Namun baru bisa direalisasikan tahun ini.
"Saya ucapkan terimakasih kepada Kemenhub karena kami Kota Medan, Binjai, Kabupaten Deliserdang (Mebidang) kawasan aglomerasi yang dijadikan satu dari lima kota terpilih untuk program BRT dari Kemenhub," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Perhubungan-Iswar-Lubis-dan-Wali-Kota-Medan-Bobby-Nasution.jpg)