Berita Medan
Warga Palembang Diperas 8 Orang di Kamar Hotel, Pelaku Ngaku Personel Polda Sumut
Kedatangan ke hotel itu, untuk memenuhi panggilan dari salah satu temannya yang merupakan seorang waria yang kerap disapa Baby Doll.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang warga Palembang bernama Binsar HT (28), mengaku menjadi korban pemerasan oleh segerombolan orang yang mengaku dari personel Polda Sumut.
Binsar menceritakan, kejadian yang menimpanya itu berawal dari ia mendatangi salah satu hotel kawasan Jalan Balai Kota, Kecamatan Medan Barat, pada Minggu (10/3/2024) pagi.
Kedatangan ke hotel itu, untuk memenuhi panggilan dari salah satu temannya yang merupakan seorang waria yang kerap disapa Baby Doll.
"Hari Minggu jam enam pagi saya dapat chat dari Baby Doll yang meminta saya datang ke Grand Aston. Karena saya penasaran saya pun datang menemuinya, setibanya di sana saya langsung masuk kamar," kata Binsar kepada Tribun Medan, Rabu (13/3/2024).
Katanya, sekira setengah jam berselang berada di dalam kamar, tiba-tiba ada enam orang pria dan dua orang wanita tiba-tiba masuk ke dalam kamar hotel tersebut.
Gerombolan ini langsung merekam wajahnya dengan menggunakan handphone. Waktu itu, ia pun sempat terkejut karena kehadiran para pelaku.
Ia menyampaikan, sewaktu itu gerombolan orang ini pun mengaku bahwa mereka merupakan personel kepolisian dari Polda Sumut.
Lalu, para pelaku yang mengaku polisi ini pun langsung menggeledah isi kamar tersebut dan meminta rekannya Baby Doll untuk pergi meninggalkan lokasi.
Di dalam kamar, para pelaku ini menemukan sejumlah narkoba jenis sabu dan menuding bahwa barang tersebut milik Binsar.
"Mereka ini langsung mengarahkan ke barang bukti narkoba sabu dan alat hisap nya yang berada di bawah TV. Mereka memaksa saya untuk memegang barang tersebut sambil di foto," sebutnya.
Dijelaskannya, tidak hanya itu para pelaku ini pun menggeledah kantong celananya dan meminta dirinya untuk menghubungi keluarga.
Para pelaku ini, mendesak korban untuk meminta uang kepada orangtuanya senilai Rp 35 juta.
"Setelah itu mereka meminta hubungi keluarga dan meminta tebusan Rp 35 juta, kalau tidak diberikan akan dibawa saya ke Polda atau Polrestabes," ucapnya.
Binsar menyampaikan, waktu itu orangtuanya tidak menyanggupi permintaan para pelaku, sehingga ia pun menghubungi kakaknya.
Waktu itu, para pelaku ini pun langsung membawa korban ke salah satu warkop yang berada di depan Kodam I Bukit Barisan.