Berita Viral

KAKEK 70 Tahun Jadi Agen Penyelendup Pengungsi Rohingya di Aceh, Cuan Rp 3 Miliar, WN Bangladesh

HM diduga mendapatkan keuntungan sekitar Rp 7 juta hingga Rp 14 juta dari setiap orang yang diselundupkan ke Aceh.

Tayang:
Instagram
KAKEK 70 Tahun Jadi Agen Penyelendup Pengungsi Rohingya di Aceh, Cuan Rp 3 Miliar, WN Bangladesh 

TRIBUN-MEDAN.com - Kakek 70 tahun jadi agen penyelendup pengungsi Rohingya di Aceh.

Kakek bernama HM itu diduga bisa menghasilkan cuan Rp 3 miliar.

Ia merupakan warga negara Bangladesh yang sempat menyamar jadi pengungsi.

Kapal para pengungsi Rohingya semakin dekat dengan Pantai Kuala Pawon, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (16/11/2023). Tapi kehadiran mereka kali ini ditolak warga setempat (SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS)
Kapal para pengungsi Rohingya semakin dekat dengan Pantai Kuala Pawon, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (16/11/2023). Tapi kehadiran mereka kali ini ditolak warga setempat (SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS) (SERAMBINEWS.COM)

Ini dia sosok HM (70). Kakek yang berasal dari Bangladesh ini ternyata penyelendup ulung.

HM berhasil diringkus polisi karena diduga terlibat dalam kegiatan penyelundupan pengungsi Rohingya ke Aceh.

HM dianggap sebagai otak di balik penyediaan kapal kayu untuk rombongan pengungsi dari Bangladesh.

Kepala Kepolisian Resor Pidie, AKBP Imam Asfali, menyampaikan bahwa HM telah memperoleh keuntungan yang signifikan dari aksi penyelundupan ini.

"HM diduga mendapatkan keuntungan sekitar Rp 7 juta hingga Rp 14 juta dari setiap orang yang diselundupkan ke Aceh.

Baca juga: VIRAL Kim Jong Un Menangis di Depan Ibu-ibu, Memohon agar Warganya Lahirkan Banyak Anak

Jika ditotalkan dari hasil kejahatan tersebut, agen ini berhasil mengantongi sekitar Rp 3 miliar," ungkap Imam Asfali dalam konferensi pers di Pidie pada Rabu (7/12/2023), seperti dilansir Antara.

Menurut keterangan Imam, HM turut berada di dalam kapal yang membawa pengungsi Rohingya saat berlabuh di Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie pada 14 November 2023.

Pada saat itu, HM bahkan menyamar sebagai bagian dari rombongan pengungsi Rohingya.

 

Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali dalam konferensi pers penangkapan warga Bangladesh yang diduga menyelundupkan pengungsi Rohingya ke Aceh, Rabu (6/12/2023).
Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali dalam konferensi pers penangkapan warga Bangladesh yang diduga menyelundupkan pengungsi Rohingya ke Aceh, Rabu (6/12/2023). (SERAMBINEWS.COM)

HM juga disebut berperan saat memberangkatkan 147 pengungsi yang terdampar di Kuala Gampong Pasi Beurandeh, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, pada 15 November 2023.

Dalam kasus ini polisi juga masih mencari dua orang lainnya yang terlibat dalam sindikat penyelundupan orang tersebut.

AWALNYA Minta Dikasihani dan Pura-pura Kelaparan, Pengungsi Rohingya Ketahuan Buang Nasi Bungkus

Pengungsi Rohingya ketahuan buang nasi bungkus yang diberikan warga Aceh.

Awalnya pengungsi etnis Rohingya minta dikasihani dan pura-pura kelaparan.

Namun setelah diberikan nasi bungkus dan sembako, pengungsi Rohingya malah ketahuan membuangnya ke semak-semak.

Hal inipun membuat geram publik lantaran pengungsi Rohingya dianggap tak tahu diri dan tak tahu terimakasih.

Untuk diketahui sebelumnya, dalam kurun waktu empat pekan terakhir, gelombang etnis Rohingya terus berdatangan ke Aceh.

Beberapa kapal berlabuh di wilayah Kabupaten Pidie, satu di Bireuen dan satu di Aceh Timur, dan juga Kota Sabang.

Kapal imigran Rohingya dibuang ke laut Sabang
Kapal imigran Rohingya dibuang ke laut Sabang (HO / Tribun Medan)

Kedatangan pengungsi Rohingya tersebut mendapatkan penolakan dari masyarakat Aceh. 

Awalnya ditolak oleh penduduk Bireuen, kemudian diikuti Aceh Utara hingga warga Kota Sabang.

Sabtu, 2 Desember 2023 lalu imigran Rohingya juga kembali datang dan terdampar di wilayah Sabang.

Hal itu terungkap lewat unggahan akun TikTok @andi.sanjaya86

Dalam unggahan tersebut tampak etnis Rohingya masih bertebaran di pinggir pantai di kawasan Sabang Aceh.

Mereka terlihat ramai medirikan sebuah tenda untuk menjadi tempat berstirahat.

Pantai yang semulanya pun bersih kini di penuhi sampah yang berserakan di sepanjang pinggiran pantai.

Dalam unggahan miliknya Andi Sanjaya memberikan informasi terkini suasana di tempat para etnis Rohingya membuat pemukiman sementara tersebut.

Ia berujar belum ada tindakan dari pemerintah kota Sabang maupun pemerintah Aceh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Baca juga: Emosinya Warga Ketika Sembako Dibuang Pengungsi Rohingya, Gegara Ditolak Tinggal di Aceh

Baca juga: MOTIF Jali Kartono Suami Bakar Istrinya Sendiri di Rumah, Kesal Lihat Korban Chatting Pria Lain

Ia memang kerap kali memberikan update terbaru seputar kondisi para pengungsi Rohingya yang terdampar pada unggahan pribadi miliknya.

Namun warga setempat masih berbaik hati dengan membiarkan para imigran untuk tetap berada di sana.

Bahkan warga setempat kerap memberikan sejumlah bantuan berupa makanan namun kebaikan warga tersebut malah di sia-sia kan oleh pengungsi Rohingya ini.

Ia malah mendapati makanan berupa nasi bungkus yang telah dibuang pada semak-semak di pinggir pantai.

Pada awal video tersebut dirinya memperlihatkan suasana sore hari di tempat pengungsian.

Dia kemudian bercerita jika para pengungsi belum mendapatkan tindakan lebih lanjut dari pemerintah kota Sabang, maupun pemerintah Aceh untuk menindak lanjuti membludaknya pengungsi Rohingya ini.

"Nah ini rekan-rekan Andi Sanjaya semua yang setia menonton video Andi.

Ini suasana sore hari di tempat pengungsian Rohingya di Sabang, ya masih terdampar dan masih belum ada tindakan lanjut oleh pemerintah kota Sabang dan pemerintah Aceh," ujarnya pada unggahan tersebut.

Viral emak-emak usir para pengungsi Rohingya dari desa mereka Desa Balohan, Sabang, Aceh. Video viral itu dibagikan akun Instagram @sedangrame.
Viral emak-emak usir para pengungsi Rohingya dari desa mereka Desa Balohan, Sabang, Aceh. Video viral itu dibagikan akun Instagram @sedangrame. (Instagram.com/@sedangrame.)

Kemudian saat memperlihatkan sisi lain dalam video tersebut tiba-tiba ia mendapatkan suatu temuan yang tak disangka.

Dia menemukan nasi bungkus lengkap dengan lauknya, yang di buang oleh pengungsi Rohingya pada semak-semak kawasan itu.

Ia juga melanjutkan para pengungsi tersebut hanya berpura-pura lapar agar di kasihani oleh warga setempat alhasil makanan yang diberkan pun tampak terbuang begitu saja.

Baca juga: Sering Lihat Yesa Dipukuli Ibu Angkat, Karyawan tak Kasihan Malah Ikut Aniaya, Senasib dengan Bos

Baca juga: TERGIUR Ajakan untuk Layani Echa Tampubolon, Panji Satrio Batal Menikah, Kini Mendekam di Penjara

"masih tidur semua ini, nggak ada tindakan lanjut ini satu ada temuan yang saya temukan.

Ini guys sudah kita kasih nasi untuk orang ini dibuang nasinya sama telur telurnya memang nggak ada otak.

Ini bukan orang lapar pura-pura lapar aja biar dikasihani," lanjutnya pada akhir unggahan tersebut.

Sontak setelah diunggah postingan ini pun ramai menjadi perbincangan oleh warganet.

Banyak yang meyebut etnis Rohingya tidak tau berterima kasih padahal telah dibantu oleh warga setempat.

"Maunya makan di restoran kali," tulis salah satu warganet.

"Pemerintah kenapa lambat ya kok semua harus tunggu UNCHR," sambung warganet lain.

"Katanya muslim kok buang makanan, dosa lu coba nasinya dikasih ke anak jalanan seneng dia, gara-gara rohingnya indonesia jadi kumuh," imbuh yang lainnya.

"Indonesia please jangan mau dijajah jangan kayak kasus di malay orang rohingnya minta hak tanah dll," timpal warganet lainnya.

(*/TRIBUN-MEDAN.com) 

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

Artikel ini sudah tayang di TribunStyle.com

 

Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved