Berita Viral

Jalani Pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital, Bayi di Sumenep Meninggal, Diduga Malpraktik

Beberapa saat sebelum menghembuskan napas terakhir, bayi tersebut sempat merasakan sesak napas.

Editor: Satia
Tribunnews
Ilustrasi bayi meninggal usai darahnya diambil dari Tumit 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Malang nasib bayi di Sumenep, Jawa Timur meninggal dunia usai pengambilan darah melalui tumit kaki.

Bayi ini meninggal dunia setelah lima hari lahir.

Beberapa saat sebelum menghembuskan napas terakhir, bayi tersebut sempat merasakan sesak napas.

Orang tua yang panik langsung melarikan bayi yang juga mengalami kejang-kejang tersebut ke puskesmas.

Diketahui, pengambilan sampel tersebut dilakukan dalam rangka Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Diduga pegawai puskesmas telah melakukan malpraktik dalam tindakan medisnya, terutama ketika pengambilan sampel darah melalui tumit.

Baca juga: 8 Drakor Terbaru yang akan Tayang Desember 2023, Ada Sweet Home 2

Skrining Hipotiroid Kongenital adalah skrining untuk mengetahui apakah bayi tersebut mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat permanen atau tidak.

"Setalah diambil tindakan pengambilan sampel darah dari tumit itu kondisi bayi langsung mengalami demam tinggi. Setalah dirujuk sana-sini kemudian meninggal," kata Mohammad Anwar, paman bayi yang meninggal, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (24/11/2023).

Anwar menjelaskan, bayi malang itu merupakan buah hati Aziz dan Rumnaini yang merupakan warga Dusun Mojung, Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

Bayi itu lahir di Puskesmas Batang-Batang, Sumenep, Rabu (15/11/2023).

Baca juga: Syoknya Ibu ini, Suami yang Baru Dinikahi Ternyata Naksir Putrinya, Anak Terpaksa Diusir dari Rumah

Saat lahir, bayi dan sang ibu dalam kondisi sehat. Pihak puskesmas memperbolehkan keduanya pulang pada Kamis (16/11/2023) sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun, pada Sabtu (18/11/2023), buah hati dari Aziz yang merupakan saudara kandung Anwar itu diminta kembali ke Puskesmas.

Pihak Puskesmas, kata Anwar, akan melakukan pengambilan sampel darah pada bayi tersebut.

"Malamnya setalah pengambilan sampel darah dari tumit, bayinya langsung demam tinggi disertai sesak napas, bekas pengambilan sampel darah di tumit bayi terlihat hitam pekat," kata dia.

Baca juga: Kemenag Sumut Angkat Bicara terkait Kasus Perundungan Siswa MAN 1 Medan

Demam dan sesak napas tersebut berlangsung hingga Minggu (19/11/2023).

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved