Kisah Inspiratif
Sosok Yuda, Pendiri Rumah Edukasi Anak Pesisir, Dapat Penolakan Hingga Raih Penghargaan
Afri Yuda Tama Siregar, pendiri Rumah Edukasi Anak Pesisir yang sempat dapat penolakan dan diganjar penghargaan
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Array A Argus
Tak putus asa, Yuda dan teman-temannya kemudian berdiskusi dengan kepala desa.
Saat itu, kepala desa memberikan saung yang merupakan hibah dari masyarakat.
Namun, belum lama menempati saung, mereka kembali tergusur.
Tetapi, Tuhan maha baik.
Tiba-tiba ada perusahaan tambak udang yang menawarkan villa kosong kepada dirinya.
“Ada satu villa dan tempat yang tak terpakai yang ditawarkan kepada kami. Doa-doa kami diijabah. Kami membersihkan tempat yang sudah tak terpakai 5 tahun itu dan akhirnya kami sampai saat ini melakukan banyak kegiatan di sana,” kenangnya.
Kini, Redaksi sudah berjalan dengan berbagai agenda didalamnya, rutin melaksanakan pertemuan tiga kali setiap minggunya.
Dengan beberapa materi belajar, mulai dari mengaji, baca, tulis, berhitung, sampai pelatihan seni yang dapat meningkatkan animo berbudaya Melayu di pesisir.
“Untuk bidang edukasi kami punya program relawan peduli anak pesisir. Kami membuka kesempatan untuk seluruh mahasiswa se-Sumatra Utara untuk mengabdikan dirinya meningkatkan literasi membaca anak pesisir. Kami fokus meningkatkan literasi melalui kegiatan membaca seperti pojok baca di sekolah, pojok baca di bawah pohon, dekat sungai, dan lain-lain,” jelas Yuda.
Menariknya lagi, Yuda dan kawan-kawan memiliki program yang diberi nama perahu ilmu.
Pada program ini para relawan menyediakan beberapa perahu yang mengajak anak-anak pesisir berkeliling sampai ke tepi laut sambil membaca dan mendongengkannya.
“Untuk bidang sosial, kami melakukan aksi-aksi filantropi. Seperti program berbagi ikan pepes. Kami mengumpulkan donasi dan ikan-ikan tersebut kami masak dan kami beri kepada para lansia yang memang membutuhkan uluran tangan kami. Bahwa meskipun mereka tinggal di pesisir, ternyata mereka jarang makan ikan karena mereka bukan bekerja sebagai nelayan,” kata pemuda yang juga merupakan pemenang top 7 Duta Bahasa Sumatra Utara ini.
Tak hanya soal belajar, Redaksi juga aktif dalam melaksanakan program sosial lainnya, salah satunya dengan membagikan 100 sepatu pada anak pesisir yang sepatunya sudah tidak layak pakai lagi.
Selain itu, Yuda dan kawan-kawan juga mengajarkan peduli lingkungan kepada mereka dengan program 1 anak 1 kantong sampah.
Di mana mereka bersama dinas kebersihan dan pemerintahan desa setempat melakukan bersih-bersih di kawasan pesisir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rumah-Edukasi-Anak-Pesisir.jpg)