Tribun Wiki
Gocah Pahlawan, Pendiri Kesultanan Deli yang Disebut Keturunan India
Gocah Pahlawan atau Laksamana Khoja Bintan adalah pendiri Kesultanan Deli yang menguasi wilayah Tamiang sampai Sungai Rokan Pasir Ayam Denak
Karena dianggap berjasa, Gocah Pahlawan kemudian diangkat sebagai panglima oleh Kesultanan Aceh Darussalam.
Pada tahun 1612, Gocah Pahlawan kemudian dikirim ke bekas Kerajaan Aru dan memerintah di sana.
Selama memimpin, Gocah Pahlawan diberi tugas untuk melawan Portugis dan menjalin persekutuan dengan penduduk setempat, yang umumnya adalah suku Karo.
Baca juga: SOSOK Siti Walidah, Pahlawan Nasional Pendiri Aisyiyah Menentang Menyembah Matahari dan Kawin Paksa
Saat memimpin itu, Gocah Pahlawan kemudian menikah dengan Puteri Nang Bulan (Baluan) beru Surbakti.
Puteri Nang Bulan Surbakti adalah adik kandung dari Datuk Itam Surbakti, yang merupakan Raja Urung (negeri) Sunggal.
Dalam literasi sejarah yang dimuat Media Center Serdang Bedagai disebutkan, setelah menikah dengan Puterai Nang Bulan Surbakti, Gocah Pahlawan kemudian diangkat menjadi Raja di Deli tahun 1630.
Selama memimpin Kesultanan Deli, Gocah Pahlawan kemudian dibantu oleh empat datuk atau Raja Urung Sunggal.
Raja Urung Sunggal bertugas selaku Ulun Jandi, yaitu mengucapkan taat setia dari Orang-Orang Besar dan rakyat kepada raja.
Baca juga: Hamzah bin Abdul Muthalib, Sahabat Nabi yang Dijuluki Singa Allah
Kemudian, terbentuk pula Lembaga Datuk Berempat, dan Raja Urung Sunggal merupakan salah seorang anggota Lembaga Datuk Berempat tersebut.
Saat pertama kali memimpin Kesultanan Deli, kerajaannya lebih dikenal dengan nama Kerajaan Bintan.
Wilayahnya sejak dari batas Tamiang sampai Sungai Rokan Pasir Ayam Denak.
Dengan bantuan para Raja Urung Karo, ia memantapkan kekuasaannya di Percut dan wilayah lainnya di Deli.
Gocah Pahlawan diperkirakan wafat tahun 1641.
Makamnya terdapat di Batu Jerguk, Delitua.
Kekuasaannya lalu diteruskan oleh anaknya, Tuanku Panglima Perunggit.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Istana-Maimun-tempo-dulu.jpg)