Tribun Wiki
Gocah Pahlawan, Pendiri Kesultanan Deli yang Disebut Keturunan India
Gocah Pahlawan atau Laksamana Khoja Bintan adalah pendiri Kesultanan Deli yang menguasi wilayah Tamiang sampai Sungai Rokan Pasir Ayam Denak
TRIBUN-MEDAN.COM,- Masyarakat di Sumatra Utara pasti sudah tahu mengenai Kesultanan Deli.
Sampai saat ini, jejak sejarah Kesultanan Deli masih bisa dilihat melalui Istana Maimun.
Namun, tahukah Anda siapa pendiri Kesultanan Deli?
Bagi sebahagian orang, mungkin yang mereka kenal hanya sultan saja.
Baca juga: SOSOK Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Muslim
Padahal, pendiri Kesultanan Deli adalah seorang yang gagah berani, yang disebut pernah memerintah di bekas Kerajaan Aru.
Adapun pendiri Kesultanan Deli itu yakni Gocah Pahlawan atau Laksamana Khoja Bintan.
Ia bergelar Tuanku Sri Paduka Gocah Pahlawan.
Menurut sumber Deli, nama asli Gocah Pahlawan adalah Muhammad Delikhan.
Ia diyakini berasal dari India.
Baca juga: Penganugerahan Darjah Gelar Adat Kesultanan Deli di Hari Keputeraan Seripeduka Sultan Deli XIV
Namun, sumber Serdang menyebutkan, bahwa nama asli Gocah Pahlawan adalah Yazid.
Dia berasal dari Pagaruyung, Sumatera Barat.
Sumber Serdang meyakini, bahwa Gocah Pahlawan ini adalah keturunan dari raja-raja Bukit Siguntang Mahameru.
Namun, baik sumber Deli maupun Serdang sepakat, bahwa Gocah Pahlawan sebelum mendirikan Kesultanan Deli sempat terdampar Pasai, Aceh.
Baca juga: Sejumlah Anggota Kerabat Istana Maimum Dapat Anugerah Gelar Adat Oleh Kesultanan Deli
Ia kemudian berjasa kepada Kesultanan Aceh Darussalam dalam peperangan di Bengkulu, Johor, dan Pahang.
Ia bahkan disebutkan berhasil menawan dua puteri raja Pahang, yaitu Puteri Kamariah dan Puteri Khairul Bariah.
Diangkat Menjadi Panglima
Karena dianggap berjasa, Gocah Pahlawan kemudian diangkat sebagai panglima oleh Kesultanan Aceh Darussalam.
Pada tahun 1612, Gocah Pahlawan kemudian dikirim ke bekas Kerajaan Aru dan memerintah di sana.
Selama memimpin, Gocah Pahlawan diberi tugas untuk melawan Portugis dan menjalin persekutuan dengan penduduk setempat, yang umumnya adalah suku Karo.
Baca juga: SOSOK Siti Walidah, Pahlawan Nasional Pendiri Aisyiyah Menentang Menyembah Matahari dan Kawin Paksa
Saat memimpin itu, Gocah Pahlawan kemudian menikah dengan Puteri Nang Bulan (Baluan) beru Surbakti.
Puteri Nang Bulan Surbakti adalah adik kandung dari Datuk Itam Surbakti, yang merupakan Raja Urung (negeri) Sunggal.
Dalam literasi sejarah yang dimuat Media Center Serdang Bedagai disebutkan, setelah menikah dengan Puterai Nang Bulan Surbakti, Gocah Pahlawan kemudian diangkat menjadi Raja di Deli tahun 1630.
Selama memimpin Kesultanan Deli, Gocah Pahlawan kemudian dibantu oleh empat datuk atau Raja Urung Sunggal.
Raja Urung Sunggal bertugas selaku Ulun Jandi, yaitu mengucapkan taat setia dari Orang-Orang Besar dan rakyat kepada raja.
Baca juga: Hamzah bin Abdul Muthalib, Sahabat Nabi yang Dijuluki Singa Allah
Kemudian, terbentuk pula Lembaga Datuk Berempat, dan Raja Urung Sunggal merupakan salah seorang anggota Lembaga Datuk Berempat tersebut.
Saat pertama kali memimpin Kesultanan Deli, kerajaannya lebih dikenal dengan nama Kerajaan Bintan.
Wilayahnya sejak dari batas Tamiang sampai Sungai Rokan Pasir Ayam Denak.
Dengan bantuan para Raja Urung Karo, ia memantapkan kekuasaannya di Percut dan wilayah lainnya di Deli.
Gocah Pahlawan diperkirakan wafat tahun 1641.
Makamnya terdapat di Batu Jerguk, Delitua.
Kekuasaannya lalu diteruskan oleh anaknya, Tuanku Panglima Perunggit.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Istana-Maimun-tempo-dulu.jpg)