Berita Viral

Amien Rais Sebut Gibran Milenial Gadungan: Milenial Itu Pintar-pintar, Gak Ada yang Seperti Itu

Wali Kota Solo sekaligus putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, telah resmi dideklarasikan sebagai bakal calon wakil pre

Tayang:
Editor: Liska Rahayu
screenshot
Amien Rais pada Deklarasi Partai Ummat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Wali Kota Solo sekaligus putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, telah resmi dideklarasikan sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) pendamping Prabowo Subianto.

Gibran pun disebut dapat mewakili suara milenial.

Pendiri Partai Ummat, Amien Rais, melayangkan kritiknya terhadap pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Selain itu, Amien juga berpendapat bahwa Gibran tidak bisa disebut mewakili milenial.

Pria berusia 79 tahun itu bahkan menyebut Gibran sebagai milenial gadungan.

"Siapa dia (Gibran) itu? Katanya mewakili milenial tapi kita harus tahu bahwa milenial itu pintar-pintar, enggak ada yang seperti itu. Dia milenial gadungan," kata Amien di Gedung Joeang, Jakarta, Jumat (27/10/2023).

Dia mengatakan bahwa situasi semacam ini harus diperhatikan kembali.

Jokowi, dikatakan Amien, harus meminta maaf kepada publik karena situasi Indonesia yang sekarang ini.

"Anda harus minta maaf ke Indonesia, betul-betul memihak rakyat, kemudian dolar sudah Rp16 ribu, anda bangga dengan ekonomi itu? Terlalu sontoloyo semua," ucap Amien.

"Jadi kalau anda bisa benar tapi kalau anda menentang rakyat dan digugat di tengah jalan, Vox Populi Vox Dei. Suara rakyat itu suara Tuhan, seolah-olah, jadi anda gak bakal menang sama rakyat," pungkasnya.

Cawapres Gibran Rakabuming Raka
Cawapres Gibran Rakabuming Raka (kompas.com)

Amien Rais Nilai Ketua MK Buatkan Karpet Merah untuk Gibran

Jalan Gibran menjadi bacawapres terbuka setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan perkara nomor 90/PUU-XXI/2023 terkait batas usia minimal capres-cawapres dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu pada Senin (16/10/2023).

Setelah gugatan tersebut dikabulkan oleh MK, Gibran yang akhirnya memenuhi persyaratan sebagai bacawapres, beberapa waktu kemudian ditunjuk oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk mendampingi Prabowo.

Menanggapi hal tersebut, pendiri Partai Ummat, Amien Rais, melayangkan kritiknya.

Menurutnya, Ketua MK, yaitu Anwar Usman yang merupakan paman dari Gibran memberikan karpet merah pembentukan dinasti politik kepada keponakannya itu.

Bagaimanapun, keputusan mengenai gugatan batas usia capres-cawapres itu, lanjut Amien, hanya untuk Gibran semata.

"Pamannya itu membuatkan karpet merah, itu hanya untuk Gibran. Yang lebih butuh dari dia berlusin-lusin, kenapa dia?" kata Amien di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2023), dikutip dari Kompas.com.

Amien menilai pendeklarasian Gibran pasca-putusan MK, membuat aturan seolah dimainkan.

Ia berharap keputusan yang terkesan tergesa-gesa mengizinkan Gibran maju dalam Pilpres terus dipikirkan kembali.

"Saya masih berharap, kalau bisa dia (Gibran) tidak diturunkan tengah jalan," tutur Amien.

"Karena kalau begitu lagi kapan-kapan ada urusan yang konyol, di tengah jalan, kita repot, nanti kita enggak pernah ada rules of the game yang continue."

"Jadi menurut saya itu, kalau bisa kita tahan diri," terangnya.

 

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter      

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved