Berita Viral
Horor, Perumahan Mewah di Jakarta Terbengkalai Belasan Tahun, Kini jadi Lokasi Bandit
Terbengkalainya perumahan ini membuat warga di sekitar was-was, khawatir perumahan kosong itu menjadi tempat bersembunyinya pelaku kriminal.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tak selamanya Perumahan mewah di Daerah Khusus Ibukota Jakarta menjadi lokasi yang nyaman untuk tinggal.
Ada satu daerah di Jakarta yang di dalam lokasi perumahannya terdapat sebuah rumah yang berkesan horor.
Rumah mewah ini sudah terbengkalaian belasan tahun.
Potret perumahan mewah terbengkalai di Cakung Jakarta Timur ini viral.
Baca juga: Hasil Survei LSI Sebut Publik Lebih Percaya Jokowi Dukung Prabowo Ketimbang Ganjar Pranowo
Diketahui, ada 58 unit rumah mewah yang dibiarkan kosong hingga ditumbuhi semak ilalang.
Perumahan itu bernama JIEP Grand Bizhome itu dibangun PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) pada 2014 hingga 2016 di Jalan Pulosidik, Jatinegara.
Terbengkalainya perumahan ini membuat warga di sekitar was-was, khawatir perumahan kosong itu menjadi tempat bersembunyinya pelaku kriminal.
Baca juga: LIVE SCTV Man United Vs Copenhagen, MU Wajib Menang, Rasmus Hojlund Harus Sakiti Mantan dan Adiknya
"Ini saya juga waspada setiap melintas siang-siang terus sepi.
Enggak ada yang tahu kan, bisa kapan saja terjadi aksi kriminal itu," tutur warga setempat, Sanusi (40).
Berdasarkan pantauan Kompas.com, perumahan terbengkalai itu tidak memiliki penerangan sehingga membuatnya suasana gelap gulita.
Di sepanjang Jalan Pulosidik, penerangan hanya berasal dari sejumlah lampu jalanan dan pabrik yang berada di seberangnya.
Jalanan itu cukup sepi pada siang hari.
Keramaian hanya berasal dari kawasan pabrik dan permukiman warga di sebelah kanan perumahan.
Baca juga: PSMS Medan Bertengger di Posisi Keempat Klasemen Sementara, Lima Kali Imbang dan Hanya Sekali Menang
Penyebab Terbengkalai
Harga jual yang tinggi diduga menjadi penyebab perumahan elite di Cakung, Jakarta Timur, terbengkalai selama belasan tahun.
Perumahan itu diduga tak laku terjual sejak rampung dibangun pada 2016 lalu, sehingga dibiarkan terbengkalai oleh pengembangnya hingga sekarang.
"Harga pertama, pas awal selesai dibangun, harganya Rp 650 juta," ungkap Ketua RT 008/RW 02 Jatinegara, Dasuki, Kamis (3/8/2023).
Selang beberapa bulan, harga naik mencapai kisaran Rp 800 juta sebelum akhirnya mencapai Rp 1 miliar.
Baca juga: Horor ! Pesan Villa dari Website, Saat Datang ke Lokasi, Wanita ini Syok, Rumah Kosong Tak Terurus
Menurut Dasuki, harga tersebut kurang cocok untuk perumahan yang letaknya berada di depan pabrik, meski tergolong elite.
Selain itu, hanya ada satu jalur utama untuk mengakses perumahan itu, yakni jalur yang selalu dilewati truk bermuatan berat.
"Kalau harga segitu dan gabung dengan rumah elite yang hanya dibatasi tembok sama mereka, itu wajar. Ini enggak.
Diduga karena harga cepat naik, banyak unit yang enggak kebeli," jelas Dasuki.
Bukan lagi milik JIEP
Perumahan elite yang terbengkalai di Cakung, Jakarta Timur dipastikan sudah bukan lagi milik JIEP.
Kompleks ini telah dibeli BUMN WIKA Realty di tahun 2018.
"Sejak 2018 komplek perumahan Bizhome telah dibeli oleh WIKA Realty," ujar Corporate Secretary PT JIEP Medik Endra Wahyudi secara tertulis, Minggu (6/8/2023).
Ia menjelaskan, pembelian dilakukan untuk pengembangan dan pemasaran lebih lanjut oleh perusahaan yang memang fokus pada pengembangan properti hunian.
Baca juga: TIM MABES POLRI Turun Tangan Lakukan Olah TKP Ulang di Lokasi Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Sejak tahun itu pula, kepemilikan komplek perumahan elite itu menjadi milik WIKA Realty.
Medik mengatakan, Bizhome dibangun sebagai program pengembangan bisnis PT JIEP untuk memanfaatkan lahan kosong yang belum digunakan Pembangunan juga dilakukan sebagai upaya dalam penyediaan kebutuhan hunian bagi para karyawan, serta pelaku industri di dalam Kawasan Industri Pulogadung.
Kendati demikian, pihak Medik enggan memberi jawaban terkait harga jual setiap unit dan jumlah unit yang terjual sebelum perumahan dibeli WIKA Realty.
Jadi lokasi penjarahan
Berdasarkan kesaksian Heryanto (40), satpam di pabrik seberang perumahan, ia sering melihat para pelaku keluar dari perumahan itu hampir setiap pagi, sekitar pukul 05.30 WIB.
"Enggak ada yang tahu itu orang-orang mana.
Yang biasa saya lihat, ada yang ngeluarin besi atau barang apa dari perumahan itu," terang Heryanto.
Terkadang, saat melakukan penjarahan, mereka membawa karung untuk mengangkut barang-barang dari dalam perumahan terbengkalai itu sambil berboncengan.
Heryanto menuturkan, ia tidak bisa berbuat apa pun selain menyaksikan peristiwa penjarahan itu, lantaran JIEP Grand Bizhome berada di luar wilayah penjagaannya.
Baca juga: PREDIKSI SKOR Man United vs FC Copenhagen Malam Ini, Head to Head Link Live MU vs Copenhagen
Sekadar menegur pun tidak bisa guna menghindari masalah dengan pihak terkait.
Namun, tutur Heryanto, ia selalu terbuka jika pemililk perumahan elite terbengkalai itu ingin meminta kesaksiannya.
Terkait aktivitas penjarahan itu, ia mengatakan bahwa para pelaku beraksi setiap hari dan membawa barang dengan cara sedikit-sedikit.
"Mereka ambilnya enggak banyak barang dalam satu waktu, tapi ambil sedikit-sedikit tapi sering," imbuh dia.
Artikel ini diolah Tribun Trends
Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rumah-Mewah-di-Jakarta-Terbengkalai.jpg)