Viral Medsos
SALAHKAH Jokowi Jika Tepati Janjinya ke Prabowo saat Memanas Pilpres 2019? Anda Presiden Berikutnya
Jokowi menyatakan bahwa pertemuannya dengan Prabowo Subianto adalah "pertemuan seorang sahabat, kawan, saudara" yang sudah direncanakan sejak lama.
Meski banyak pihak yang turut menilai rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo kontroversial, Fahri Hamzah melihat sisi berbeda.
Fahri menganggap rekonsiliasi tersebut sebagai monumen. "Mereka menyelamatkan kita dalam transisi ini," ujar Fahri.
Alasannya, Fahri menuturkan bahwa rekonsiliasi pascapilpres 2019 tak mudah dari sisi Jokowi dan Prabowo.
Kedua tokoh, bagi Fahri Hamzah harus meyakinkan pendukung masing-masing. "Waktu mereka ini rekonsiliasi, tidak mudah bagi Pak Jokowi, dan tidak mudah bagi Pak Prabowo. Pak Jokowi tidak mudah meyakinkan koalisinya yang lainnya," ucap Fahri Hamzah.
"Pak Prabowo juga tidak mudah meyakinkan kader dan dirinya yang sudah tumbuh dalam tradisi oposisi untuk masuk ke dalam pemerintahan," sambungnya.
Sementara itu, setelah rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo terjadi, krisis yang melanda dunia. Sebagian negara hancur menghadapi krisis yang berlangsung, sementara Indonesia tidak.
Luhut Telepon Prabowo agar Segara Pulang ke Indonesia untuk Rekonsiliasi dengan Jokowi
Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Tahun 2019, Ruhut Sitompul ketika itu mengatakan Luhut Binsar Pandjaitan menelepon Prabowo Subianto yang telah berada di luar negeri.
Cerita Ruhut, Jokowi menugaskan Luhut untuk membuka jalur rekonsiliasi dengan Prabowo. Alasannya karena mereka sahabat sejak aktif di tentara dulu. "Mereka memang sahabat antara senior dan junior, atasan abang-adik, mereka itu sahabat dekat," ungkap Ruhut dalam acara Forum Cikatomas Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019) lalu.
Turut hadir dalam acara tersebut adik Luhut, Doris Pandjaitan, yang merupakan Ketua Forum Cikatomas Indonesia.
Ruhut mengungkapkan, ketika sedang santap siang bersama sejumlah orang, Luhut dan Prabowo teleponan. "Tadi kami lagi makan itu saya dengan Pak Luhut, mantan Duta Besar Amerika, dan beberapa tokoh lainnya. Saya dengan Bu Doris. Tiba-tiba ajudan (Luhut) kasih telepon. Rupanya masuk telepon Pak Prabowo. 'Eh Wo, di mana kau, Wo? Kudengar kau di luar negeri, Wo? Kudengar kau di Dubai' (tanya Luhut). 'Iya, Bang' (kata Prabowo)," kisahnya.
Ruhut mendengarnya karena suara loudspeaker di telepon selulernya lumayan kuat sehingga terdengar perbincangan Luhut dengan Prabowo.
Disebutkannya, Luhut bertanya maksud tujuan Prabowo Subianto pergi ke luar negeri, Uni Emirat Arab. Termasuk informasi mengenai perjalanan bisnis Prabowo ke Austria. "Kan dibuka (loudspeaker), kami dengar. 'Kenapa kau ke luar negeri? Pasti banyak kantong kan kau ini, tahulah aku' (kata Luhut). Mereka ini kan suka bercanda, 'Ada bisnis ini kau, gede?' (tanya Luhut). 'Ah nggak, Bang, aku kurang sehat Bang, kaki aku ini nggak enak, jadi aku terapi, ada dokter' (jawab Prabowo)," jelas Ruhut.
Kemudian, Luhut menawarkan bantuan kepada Prabowo untuk mengenalkannya dengan seorang dokter yang bisa membantu mengobati sakitnya itu. Kemudian, Prabowo Subianto disebut Ruhut mau menerima tawaran seniornya tersebut.
"Pak Luhut orang yang sangat arif, bijaksana. Tahu dia jawab apa? 'Wo, kau sangat jauh-jauh (berobat ke luar negeri), di sini ada. Memang dia dari Amerika, dia di Korea praktik, dia sudah di sini juga bantu RSPAD, aku punya leher juga kaya kau,' (kata Luhut). Kan mereka mantan Kopassus, Densus 81 orang-orang hebat, wajarlah tentara itu fisiknya. 'Sudah, kau balik (ke Indonesia), biar nanti aku kenalin sama dokternya. Kalau di Korea nanti kita kontak atau di Amerika' (kata Luhut lagi). 'Oh, iya iya, Bang' (jawab Prabowo). 'Kapan kau balik?' (tanya Luhut). 'Tanggal 3 bang' (jawab Prabowo)," urai Ruhut panjang.
Dalam teleponnya itu, Luhut juga sempat menyinggung situasi politik terkini. Ia bahkan menyebut eks Danjen Kopassus tersebut sebagai seorang ksatria. "(Kata Luhut) 'Baliklah kau, tapi Wo, sudahlah, apa lagi sih? Jangan ada yang rame-rame lagi. 08 itu ksatria, dia negarawan'. (Prabowo menjawab) 'Oh iya Bang, nggak, Bang'," lanjut Ruhut mengisahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pertemuan-Joko-Widodo-dengan-Prabowo-Subianto-setelah-pilpres-2019.jpg)