Berita Viral
Ridwan Kamil Kalahkan Elektabilitas Gibran, Kenapa Golkar Tetap Usung Gibran Cawapres Prabowo?
Partai Golkar akhirnya mengusung Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, untuk menjadi cawapres di Pilpres 2024 mendampingi Prabowo Subianto.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com - Partai Golkar akhirnya mengusung Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, untuk menjadi cawapres di Pilpres 2024 mendampingi Prabowo Subianto.
Lantas, timbul pertanyaan mengapa Golkar mengusung Gibran daripada Ridwan Kamil?
Lalu, bagaimana elektabilitas Gibran sebagai cawapres berdasarkan hasil survei dari beberapa lembaga? Berikut datanya:
Survei Indikator
Mengutip Tribunnews.com, hasil survei dari lembaga Indikator Politik Indonesia terkait kandidat cawapres yang dilakukan pada 25 Agustus-3 September 2023.
Berdasarkan hasil survei dari lembaga Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 25 Agustus-3 September 2023, elektabilitas Gibran sebagai cawapres masih berada di bawah tokoh politik lainnya.
Dikutip dari laman Indikator, Gibran berada di peringkat kelima dengan raihan 8,3 persen suara.
Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini masih kalah dengan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (16,6 persen); Menteri BUMN, Erick Thohir (13,9 persen); Menparekraf, Sandiaga Uno (11,3 persen); dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (9 persen).
Kendati demikian, Gibran masih menang dari tokoh nasional lainnya seperti Menkopolhukam, Mahfud MD (5,7 persen); Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (4,9 persen); hingga mantan Panglima TNI Andika Perkasa (2,6 persen).
Bahkan, Gibran unggul dari seniornya di PDIP yaitu Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, yang hanya meraih 1,4 persen suara.
Selengkapnya berikut daftar peringkat hasil survei Indikator terkait cawapres
1. Ridwan Kamil: 16,6 persen
2. Erick Thohir: 13,9 persen
3. Sandiaga Uno: 11,3 persen
4. AHY: 9 persen
5. Gibran Rakabuming Raka: 8,3 persen
6. Mahfud MD: 5,7 persen
7. Khofifah Indar Parawansa: 4,9 persen
8. Andika Perkasa: 2,6 persen
9. Gatot Nurmantyo: 1,7 persen
10. Susi Pujiastuti: 1,6 persen
11. Puan Maharani: 1,4 persen
12. Muhaimin Iskandar: 1,3 persen
13. Sri Mulyani Indrawati: 0,9 persen
14. Airlangga Hartarto: 0,8 persen
15. Yenny Wahid: 0,4 persen
16. Zulkifli Hasan: 0,3 persen
17. Salim Segal Al-Jufri: 0,1 persen
18. Moeldoko: 0 persen
19. Tito Karnavian: 0 persen
20. Lainnya 0,9 persen
21. Tidak tahu/Tidak jawab: 18,3 persen
Selain itu, Gibran juga menjadi salah satu kandidat cawapres paling pantas untuk Prabowo Subianto dengan meraih 14,1 persen suara.
Dia hanya kalah dengan Erick yang menduduki peringkat pertama dan meraih 25,8 persen suara.
1. Erick Thohir: 25,8 persen
2. Gibran Rakabuming: 14,1 persen
3. Khofifah Indar Parawansa: 5,1 persen
4. Airlangga Hartarto: 4,8 persen
5. Muhaimin Iskandar: 4,4 persen
6. Yenny Wahid: 1,8 persen
7. Yusril Ihza Mahendra: 1 persen
8. Yahya Cholil Staquf: 0,7 persen
9. Saifullah Yusuf: 0,6 persen
10. Muhadjir Effendy: 0,2 persen
11. Lainnya: 6,8 persen
12. Tidak tahu/tidak jawab: 34,8 persen
Survei Poltracking
Hasil survei kandidat cawapres di Pilpres 2024 yang dilakukan oleh lembaga Poltracking pada 3-9 September 2023.
Sementara berdasarkan survei yang dilakukan lembaga Poltracking pada 3-9 September 2023, Gibran berada di peringkat keenam dengan raihan 7,3 persen suara ketika diposisikan menjadi cawapres.
Dia lagi-lagi masih kalah dengan Erick, Sandiaga, AHY, dan Ridwan Kamil.
Bahkan, ketika di survei Indikator, dirinya menang dari Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Tetapi, menurut hasil survei Poltracking, Gibran harus mengakui keunggulan Ketua Umum PKB sekaligus cawapres Anies Baswedan tersebut.
Untuk selengkapnya berikut peringkat 11 nama cawapres berdasarkan hasil survei yang dilakukan Poltracking terhadap 1.220 responden:
1. Erick Thohir: 19 persen
2. Sandiaga Uno: 15,7 persen
3. AHY: 10,2 persen
4. Ridwan Kami: 9,1 persen
5. Muhaimin Iskandar: 7,6 persen
6. Gibran Rakabuming Raka: 7,3 persen
7. Mahfud MD: 6,6 persen
8. Khofifah Indar Parawansa: 3,7 persen
9. Andika Perkasa: 2,9 persen
10. Puan Maharani: 1,7 persen
11. Airlangga Hartarto: 1,6 persen
12. Tidak tahu/Tidak jawab: 15 persen
Selain itu, Poltracking turut melakukan survei dengan mensimulasikan capres-cawapres.
Pada simulasi ini, Gibran dipasangkan Prabowo Subianto.
Sementara, capres lainnya yaitu Ganjar Prabowo dipasangkan dengan Sandiaga Uno, sedangkan Anies berpasangan dengan Muhaimin.
Dari simulasi tersebut, hasilnya menunjukan pasangan Prabowo-Gibran bersaing ketat dengan Ganjar-Sandiaga.
Berbeda dengan Anies-Muhaimin yang tertinggal jauh.
Berikut hasil survei simulasinya:
1. Ganjar-Sandiaga: 31,9 persen
2. Prabowo-Gibran: 30,9 persen
3. Anies-Muhaimin: 18,9 persen
4. Tidak tahu/Tidak jawab: 18,3 persen
Sementara, ketika Ganjar dipasangkan dengan Mahfud, pasangan Prabowo-Gibran tetap bersaing ketat meski masih kalah dengan selisih satu persen.
1. Ganjar-Mahfud: 31,6 persen
2. Prabowo-Gibran: 30,7 persen
3. Anies-Muhaimin: 18,4 persen
4. Tidak tahu/Tidak jawab: 19,3 persen
Survei Polling Institute
Polling Institute turut melakukan survei cawapres pada 21-25 Agustus 2023 yang diikuti oleh 1.201 responden.
Dalam simulasi 19 nama semi terbuka cawapres, Gibran menempati peringkat kelima dengan raihan 8,6 persen suara.
Dibanding dua simulasi sebelumnya, Gibran bisa menyamai raihan suara dari Sandiaga Uno.
Namun, Gibran masih tetap kalah jauh dibanding Erick, Ridwan Kamil, dan AHY dalam raihan suaranya.
Untuk selengkapnya berikut elektabilitas cawapres berdasarkan survei Polling Institute.
1. Erick Thohir: 15,1 persen
2. Ridwan Kamil: 14,2 persen
3. AHY: 9,8 persen
4. Mahfud MD: 8,8 persen
5. Gibran Rakabuming: 8,6 persen
6. Sandiaga Uno: 8,6 persen
7. Khofifah Indar Parawansa: 2,4 persen
8. Gatot Nurmantyo: 1,9 persen
9. Susi Pujiastuti: 1,9 persen
10. Puan Maharani: 1,9 persen
11. Andika Perkasa: 1,7 persen
12. Airlangga Hartarto: 1,6 persen
13. Sri Mulyani: 1,4 persen
14. Yenny Wahid: 1,3 persen
15. Muhaimin Iskandar: 0,8 persen
16. Zulkifli Hasan: 0,4 persen
17. Tito Karnavian: 0,4 persen
18. Moeldoko: 0,3 persen
19. Sali Segaf Al-Jufri: 0 persen
20 Lainnya: 2,4 persen
21. Tidak tahu/Tidak jawab: 16,2 persen
Selain itu, Polling Institute juga melakukan simulasi capres-cawapres.
Pada simulasi ini, Gibran dipasangkan dengan Prabowo dan menang tipis ketika Ganjar dipasangkan dengan Erick.
Sementara pada saat itu, Anies dipasangkan dengan Yenny Wahid.
1. Prabowo-Gibran: 35,8 persen
2. Ganjar-Erick: 35 persen
3. Anies-Yenny: 15,5 persen
4. Tidak tahu/tidak jawab: 13,7 persen
Kemudian, Prabowo-Gibran juga disimulasikan head to head dengan pasangan Ganjar-Ridwan Kamil.
Pasangan Prabowo-Gibran pun masih unggul ketika Ganjar berubah pasangannya menjadi dengan Ridwan Kamil.
1. Prabowo-Gibran: 44,7 persen
2. Ganjar-Ridwan Kamil: 39,8 persen
3. Tidak tahu/tidak jawab: 15,5 persen
Namun anehnya, ketika Ganjar dipasangkan dengan Gibran justru kalah dengan Prabowo yang berpasangan dengan Erick.
1. Prabowo-Erick: 48 persen
2. Ganjar-Gibran: 36,6 persen
3. Tidak tahu/tidak jawab: 15,5 persen
Kemudian dalam simulasi selanjutnya, ketika Gibran kembali dipasangkan dengan Prabowo, mereka kembali menang meski pasangan Ganjar diganti dengan Sandiaga.
1. Prabowo-Gibran: 44,4 persen
2. Ganjar-Sandiaga: 38,2 persen
3. Tidak tahu/tidak jawab: 17,4 persen
Lagi-lagi, pasangan Prabowo-Gibran kembali menang atas Ganjar ketika mantan Gubernur Jawa Tengah itu dipasangkan dengan Erick Thohir.
1. Prabowo-Gibran: 46 persen
2. Ganjar-Erick: 37,4 persen
3. Tidak tahu/tidak jawab: 16,6 persen
Di sisi lain, Gibran masuk dalam salah satu kandidat cawapers Prabowo berdasarkan survei Polling Institute.
Dia persis berada di bawah Erick Thohir yang menduduki peringkat pertama dengan 28,8 persen.
Sementara Gibran meraih 17,3 persen suara.
Kandidat Cawapres Prabowo versi Polling Institute
1. Erick Thohir: 28,8 persen
2. Gibran Rakabuming: 17,3 persen
3. Muhaimin Iskandar: 8,8 persen
4. Khofifah Indar Parawansa: 8,5 persen
5. Airlangga Hartarto: 4,2 persen
6. Lainnya: 5,9 persen
7. Tidak tahu/tidak jawab: 26,5 persen
Alasan Golkar Pilih Gibran Ketimbang Ridwan Kamil
Pada Rapimnas Golkar digelar di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat pada Sabtu (21/10/2023), nama Gibran Rakabuming Raka sah diusung menjadi pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2024 nanti.
Beberapa nama sempat santer disebut bakal jadi pendamping Prabowo Subianto seperti Erick Thohir, Gibran Rakabuming, Yusril Ihza Mahendra hingga Ridwan Kamil.
Dari nama-nama tersebut akhirnya partai Golkar resmi mengusung dan mendukung Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) Prabowo Subianto.
Keputusan ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Golkar yang digelar di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (21/20/2023).
Partai Golkar pun ungkap alasan kenapa mereka mengusung Gibran Rakabuming jadi cawapres Prabowo.
"Pertama, menetapkan, mengusung, dan mendukung Bapak Letnan Jenderal Purnawirawan Prabowo Subianto sebagai calon presiden RI periode 2024-2029."
"Kedua, menetapkan, mengusung, dan mendukung Bapak Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden dari Partai Golongan Karya periode 2024-2029," bunyi keputusan Rapimnas II Golkar, Sabtu, dikutip dari tayangan Breaking News KompasTV.
Lebih lanjut, Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, mengungkapkan sangat penting memiliki perwakilan pemuda dalam kontestasi Pilpres 2024.
Mengingat, populasi generasi milenial dan Z di Indonesia mencapai 120 juta atau 53 persen dari keseluruhan jumlah penduduk.
"Golkar menilai bahwa representasi muda ini penting dari pasangan capres-cawapres yang lain, dilihat semua bahwa usianya di atas 50 (tahun)."
"Jumlah populasi generasi milenial dan generasi Z adalah 120 juta orang, 53 persen," urai Airlangga.
Karena itu, ia pun berharap Gibran, sebagai wakil anak muda, bisa memanfaatkan bonus demografi tersebut untuk meningkatkan suara di Pilpres 2024.
"Sehingga, kami berharap bahwa Mas Gibran bisa memanfaatkan bonus demografi yang produktif ini," ujarnya.
Airlangga menambahkan, dengan usulan Golkar mendukung Gibran sebagai bacawapres, pihaknya ingin Prabowo bisa memajukan Indonesia lewat pemuda.
Sehingga, kata Airlangga, generasi muda bisa memimpin Indonesia Emas pada 2045 mendatang.
"Ini usulan kami agar nanti Pak Prabowo Subianto membawa kita lepas dari middle income threat dan membawa kita, generasi muda, untuk memimpin Indonesia di 2045," tandasnya disambut tepuk tangan meriah.
Sebelumnya, Airlangga telah membocorkan ciri-ciri cawapres Prabowo yang akan diusung Golkar.
Sosok cawapres itu adalah pemuda yang berusia di bawah 40 tahun dan pengalaman di pemerintahan.
"Ya pertama kita bicara mengenai prestasi, jadi kita menghargai underforty (di bawah empat puluh tahun) yang berprestasi," kata Airlangga di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (20/10/2023), dikutip dari Wartakotalive.com.
"Kemudian tentunya mereka yang berprestasi itu adalah publicly elected official, jadi rakyat yang menentukan," lanjut dia.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ridwan-Kamil-dan-Gibran-Rakabuming.jpg)