PROFIL dr. Djaja, Ahli Patologi Forensik yang Sebut Mirna Salihin Tewas Bukan karena Sianida
Kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna Salihin kembali heboh dan jadi perbincangan publik. Banyak yang menungkap kejanggalan kasus ini.
"Waktu itu dibuka perutnya doang, diambil isi lambungnya, ambil jaringan hatinya, ambil darah, ambil urine.
Yang pertama dikirim ke Puslabfor, hasilnya sianida negatif.
Tadi yang diambil darah, hati, isi lambung, urine, semuanya negatif sianida, kecuali di lambung.
Di lambung ketemu sianida 0,2 mg/liter," ungkap dr. Djaja.
Baca juga: Ahmad Sahroni Minta Polisi Adil Usut juga Dugaan Pemerasaan oleh Ketua KPK pada SYL
Bagaimana bisa sianida hanya ada di lambung?
Dokter Djaja Surya Atmadja kemudian mempertanyakan asal usul sianida tersebut.
Ia juga menyebut 0,2 mg/liter sianida merupakan kadar yang kecil, yang bisa saja berasal dari pembusukan.
"0,2 itu kecil banget dan logikanya kalau dia ada sianida, besar kemudian jadi kecil itu masuk akal.
Tapi kalau tidak ada kemudian jadi ada, itu kan tanda tanya, dari mana?
Bisa juga karena pembusukan, pembusukan bisa menghasilkan sianida walaupun kecil," lanjutnya.
Dokter Djaja turut menjelaskan mekanisme sianida jika masuk ke dalam tubuh.
Salah satu tandanya adalah adanya Tiosianat di dalam hati, darah, hingga urine.
Namun hal itu tidak ditemukan dalam tubuh Mirna.
Baca juga: Istri Muda Ayah Mirna Ditemukan Meninggal Dunia dalam Posisi Sujud, Video Kenangan Terakhir Viral
"Sianida itu bisa bikin orang mati kalau dia udah masuk ke darah. Nah dari lambung, pembuluh darah masuknya ke hati kan, nah di hati itu tubuh kita punya mekanisme detoksifikasi."
"Dirubahlah CN- ditambah S dari Tiosianat di badan kita menjadi CNS, CNS itu Tiosianat Maka salah satu tanda bahwa dia udah kemasukan sianida adalah ada Tiosianat di dalam hati, darah, urine, kalau diperiksa di liur ada."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kesaksian-dr-Djaja-Mirna-Meninggal-Bukan-Karena-Sianida-Lambung-Darah-Urine-Hasilnya-Negatif.jpg)